Kampung Media, Promosi Wisata Tanpa Anggaran

Kampung Media, Promosi  Wisata  Tanpa Anggaran

Di saat para penentu kebijakan berjibaku mempromosikan destinasi wisata NTB dengan dana milyaran, bahkan saking banyaknya biaya promosi Gubernur sampai harus turun tangan untuk memperbaiki perencanaan, sekelompok anak kampung tak mau ketinggalan. Mereka ikut terlibat bergotong-royong, tanpa komando,tanpa alokasi anggaran, tanpa perencanaan muluk dan rapat-rapat di hotel mewah.

Dari lokasi terpencil di perbukitan, mereka anggota komunitas Kampung Media bercerita tentang begitu banyak keindahan yang mereka saksikan. Narasi keindahan alam, keunikan budaya dan atraksi kesenian serta keramahan penduduk setempat ditulis dengan gaya bertutur khas orang kampung yang tentu tidak kampungan.  

Lihat saja bagaimana mereka bercerita tentang lokasi wisata yang tak pernah dipublish seperti Pantai Pink yang kemudian heboh, Air terjun Asin di Sekotong, atau keindahan pantai Maluk dan bebukitan di pulau Sumbawa, membuat banyak orang tertarik untuk berkunjung setidaknya wisatawan domestik.  Salah satu kelebihan dari kabar yang ditulis oleh anggota komunitas Kampung  Media adalah karena para penulisnya adalah warga yang berada di sekitar lokasi wisata.

Kerja keroyokan anak kampung itu tanpa hasil, dari tulisan yang dipublish di portal Kampung Media, banyak orang tertarik untuk berkunjung. Salah seorang di antaranya ditelpon dan minta menjadi pemandu ke lokasi wisata yang dipublishnya  oleh biro perjalanan di Senggigi Lombok Barat. KM Tabayyun di Janapria Lombok Tengah, KM Abiantubuh di Sandubaya Mataram, serta KM Kaula adalah sederet didatangi bule untuk

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru