logoblog

Cari

Maulid Nabi Bukanlah Simbol Mati

Maulid Nabi Bukanlah Simbol Mati

Maulid Nabi Bukanlah Simbol Mati Oleh: Kurniawan Guru MAN 1 Sumbawa Apakah kita senantiasa merayakan hari lahir dari Nabi Muhammad utusan

Opini/Artikel

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
14 November, 2019 08:21:06
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2533 Kali

Maulid Nabi Bukanlah Simbol Mati

Oleh: Kurniawan Guru MAN 1 Sumbawa

Apakah kita senantiasa merayakan hari lahir dari Nabi Muhammad utusan Allah SWT? Jawaban “iya”, akan muncul dari banyak orang terhadap pertanyaan tersebut. Masyarakat memahami maulid atau milad sebagai hari lahir untuk dijadikan perayaan. Seperti yang dipahami bahwa Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang pada masyarakat Islam terjadi setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Sumber Wikipedia mencatat bahwa peringatan maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (sekarang wilayah Irak), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Berdasarkan sumber yang sama, masih ada versi berbeda tentang siapa, tempat, dan waktu awal mula dilaksanakan peringatan tersebut.

Ulang tahun menjadi istilah yang dikenal luas untuk merayakan hari lahir. Biasanya ada beberapa orang yang mengabaikan hari lahir dirinya atau orang terkasih karena menganggap hal biasa. Sisi lain, ada orang lain membuat acara secara kecil-kecilan hingga besar-besaran. Bergantung cara pandang yang dihadirkan sehingga berimplikasi terhadap realitasnya. Apapun wujud yang direalisasikan perlu dihargai dan penting untuk dipahami perbedaan yang ada. Perihal yang menarik untuk didiskusikan tentang milad Nabi Muhammad.

Bagi pemeluk agama Islam yang melaksanakan acara ini, maka ada nuansa spiritual tentang sosok yang dipercaya Allah SWT untuk menjadi Nabi terakhir. Akan tetapi, perayaaan tersebut belum memberikan dampak besar terhadap kehidupan penganut yang menjalani kegiatan itu. Sejauh ini hanya menghabiskan waktu, tenaga, dan finansial untuk mencurahkan agar perayaan dilaksanakan secara meriah. Setelah acara itu berakhir, umumnya belum memberikan efek terhadap kehidupan yang dijalani sehari-hari.

Pertanyaan tentang tidak perlu diadakan kegiatan maulid Nabi semakin menghantui sisi negatif dari acara tersebut. Jika ini menjadi kekhawatiran bersama, maka perlu ada pembaruan dalam agenda maulid Nabi. Jangan lagi acara itu hanya dijadikan perayaan semata, namun kegiatan tersebut dijadikan koreksi kita sebagai umat tentang capaian terhadap ajaran Nabi Muhammad. Seremonial menjadi lebih bermakna tanpa menfokuskan secara berlebihan terhadap hal yang hura-hura.

 

Baca Juga :


Oleh karena itu, masyarakat secara bersama-sama menyadari ternyata maulid Nabi Muhammad selama ini telah disia-siakan. Kita mengharapkan maulid Nabi Muhammad menjadi ajang merefleksikan dan memperbaiki diri. Setelah acara ini diadakan, diharapkan kita menjadi lebih baik dari kehidupan sebelumnya.

Harusnya kegiatan yang diadakan menjadi simbol perubahan sesuai hikmah Nabi Muhammad hadir ke dunia ini. Sang Nabi mungkin tidak memngharapkan adanya perayaan demikian. Akan tetapi, Nabi Muhammad menginginkan umatnya berbenah menjadi manusia yang unggul. Sudah saatnya, waktu, tenaga, dan keuangan pada acara maulid Nabi Muhammad bernilai. Bukan hanya sekadar perayaan yang sia-sia tanpa ada perbaikan kepribadian pada diri individu yang hadir.

Perayaan milad Nabi untuk menjadikan kita sebagai ummat yang menjalankan al Quran dan sunnahnya secara menyeluruh. Hal ini penting menjadi pegangan bersama sehingga memberikan perbedaan mendasar dengan ummat yang lain. Dengan demikian, perlu instropeksi diri agar kegiatan maulid lebih bermakna. Jangan jadikan ajang maulid sebagai panggung individu maupun kelompok untuk menunjukkan sesuatu yang dibawa. Hindari berpikir sempit dan sesuatu yang foya-foya.

Dua jenis tersebut dapat menjebak kita kepada kesesatan. Seburuk-buruk manusia apabila tidak menyadari perbuatan yang dilakukan sebagai sesuatu yang keliru.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan