logoblog

Cari

Incumbent Leu Berlayar Dengan Perahu Kriteria Cerdas

Incumbent Leu Berlayar Dengan Perahu Kriteria Cerdas

Oleh: Imam Syafi'i  Desa Leu adalah desa yang ada di kecamatan Bolo kabupaten Bima Provinsi NTB, desa yang didominasi oleh mayoritas

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
11 November, 2019 11:28:10
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 5270 Kali

Oleh: Imam Syafi'i 

Desa Leu adalah desa yang ada di kecamatan Bolo kabupaten Bima Provinsi NTB, desa yang didominasi oleh mayoritas petani itu menghadirkan banyak cerita, terutama tentang konsetalasi pilkades yang sedang berlangsung di desa Leu. 

Pilkades di Desa Leu merupakan pergulatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 16/12/19 mendatang, yang kuota calonnya diisi oleh tiga kandidat, tapi ada salah satu nama yang menarik dalam tiga nama yang mengisi kuota itu, yaitu incumbent nomor urut tiga, Muhammad Taufik S,Ag. 

Kenapa menarik...?? 

"Karena dia berlayar dengan perahu Kriteria" 

Berpijak pada makna demokrasi, bahwa mencalonkan diri dan dimenangkan dalam sebuah pergulatan politik merupakan hak setiap warga negara, akan tetapi melalui kehendak dan ridho kriteria, jadi perlu ditakar dan diperbincangkan kualitas seorang kendidat. 

Konsep politik dan siasat politik sampai dengan Pergulatan politik menjadi sarapan setiap perjumpaan insan manusia di dunia persilatan ini, itu semua karena politik mendominasi gaya dan cara hidup insan itu sendiri, yaaa Demikianlah politik bermuara dalam kehendaknya. 

Dalam politik, ada kriteria yang harus dilirik dan diamati oleh kita bersama dalam melihat seorang pemimpin, presur hal ini adalah "kepiwaian dan kualitas", inilah tendensi intelektualitas dalam menjawab kepantasan dia, pantas atau tidak dia menjadi seorang pemimpin.!! 

Dalam pandangan pakar dunia blok timur, seperti Abu yusuf Al kindi, bahwa kriteria adalah ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu. Dengan adanya definisi seperti ini, kita bisa katakan bahwa kriteria adalah hal dasar dalam memilih seorang pemimpin, karena dalam konsep kreteria itu ada namanya "Pembahasan pantas dan tidak pantas" lalu disandingkan dengan nilai nilai kualitas dan kepiwaian. 

sebagai estafet dalam meluruskan definisi itu, maka narasi yang selanjutnya berbunyi adalah, "Kehadiran hamba di surga karena diantar oleh jembatan sirotol Mustaqim, Dan hadirnya seorang pemimpin di daerah karena diantar oleh jembatan kriteria" 

 

Baca Juga :


Melacak esensi kriteria dalam menjawab asumsi dan pemahaman dangkal itu, akan kita telusuri bagaimana incumbent desa Leu yang menaiki perahu kriteria sebagai tiket dalam menahkodai Desa Leu dua periode kemarin. 

Perubahan yang signifikan ditataran desa Leu ketika diisi oleh pemimpin yang telah diantar oleh perahu kriteria, bagaimana konsep dia dalam mengatur desa leu, hingga tertuang banyak reputasi, terutama kemerdekaan rakyatnya dan kehebatan desanya. 

Dalam dua periode menahkodai Desa Leu, incumbent telah mampu menghadirkan "Nilai" dalam skup desa Leu, termasuk mengangkat nama desa Leu sampai ke kanca nasional, ini semua terbukti dengan cerdasnya incumbent dalam mengatur Desa Leu. 

Selain itu, sejuta konsep yang beliau miliki, nilai nilai itu berubah menjadi sebuah Asumsi masyarakat, bahwa dibawah kepimpinan incumbent, Desa Leu menjadi kiblatnya semua desa di kecamatan Bolo. 

Sebagai pribadi yang menjual nilai kepiwaian dan kualitas seorang pemimpin, artikel yang saya tulis ini adalah upaya dalam memberikan kesadaran dan kematangan, bahwa ketika kualitas bukanlah sebuah tolak ukur dalam mengukur kriteria seorang pemimpin, maka tenggelamlah kita bersama kerancuan itu. 

"Jualan tetap ditawar, kandidat tetap dipilih, tapi hilangnya aset, lembaga itu tidak akan berjalan" 

 

 



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan