logoblog

Cari

Gubernur Ingatkan OPD Untuk Menguasai Informasi

Gubernur Ingatkan OPD Untuk Menguasai Informasi

Menurut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, memahami informasi dan keterbukaan informasi itu penting. Betapa, kadang kala ketidaktahuan kita tentang

Opini/Artikel

KIM PROVINSI NTB
Oleh KIM PROVINSI NTB
08 November, 2019 13:17:42
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 153 Kali

Menurut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, memahami informasi dan keterbukaan informasi itu penting. Betapa, kadang kala ketidaktahuan kita tentang informasi secara menyeluruh menyebabkan kesalahpahaman di antara kita.

"Saya ingin mengilustrasikan tentang informasi, pada sebuah cerita sederhana tentang anak TK nama Joe dan gurunya pada hari pertama sekolah di sebuah sekolah Inggis," kata Gubernur NTB di dampingi Wagub Dr. Ir. Hj. Rohmi Djalilah, M.Pd, Ketua KI RI dan Ketua KI NTB.

Seorang anak TK terlihat cantik dan cerdas,  disapa oleh gurunya. Kemudian gurunya bertanya, "Selamat pagi, apa kabar, baik. Kemudian saya berikan apel kepadamu, satu apel, satu apel dan satu apel lagi, berapa yang kamu dapatkan, dengan mantap ia menjawab Empat, " lanjutnya.

Lalu kemudian pertanyaan itu di ulang beberapa kali oleh guru tersebut karena anak itu tidak mendengarkan pertanyaan. Anak TK tersebut tetap memberikan jawaban yang sama. Lantas gurunya berpikir anak ini mungkin tidak suka apel, ia suka buah strobery.

Lalu gurunya bertanya, "Kalau saya kasih kamu satu stroberi, satu lagi, dan satu lagi, anak tersebut menjawab tiga, guru ini heran dan bertanya lagi," cerita lanjut Dr. Zul.

Gurunya Joe ini heran dan bertanya kembali kepada anak tersebut. "Kenapa jawabanmu 4 saat saya memberikan 3 apel kepadamu, anak ini dengan tersipu, menjawab karena saya telah membawa 1 apel dari rumah di dalam tas saya, jawab sang anak," ilustrasi cerita Doktor Zul ini disambut tepuk tangan 1.500 peserta Gerakan Bersama Layanan Dasar dan Desa Menuju Benderang Informasi Publik (GEBYAR DBIP 2019) yang dirangkai Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi edisi special.

Dari cerita itu banyak hal yang harus kita petik maknanya. Menurut Gubernur, kadangkala dalam hidup ini, pertanyaannya benar tapi jawabannya tidak begitu menyenangkan kita semua. Tapi padahal jawaban itu tidak keliru. Karena kita tifak memperoleh informasi yang lengkap dan sebenarnya.

"Banyak perselisihan sepele yang timbul di masyarakat dengan kepala desa, camat, bupati atau gubernur terjadi.  Masyarakat ingin bertanya dan pemerintah merespon dan menjawabnya, belum tentu jawabannya menyenangkan. Padahal banyak yang bertanya tapi belum mengetahui tentang kesungguhan informasi dan cerita yang benar," ungkap Doktor Zul didepan 303 Kepala Sekolah dan 158 Kepala Puskesmas dan 995 Kepala Desa dan Lurah se-NTB.

Ia mengingatkan juga, bahwa tantangan pemimpin di zaman sekarang adalah menngetahui banyak informasi, tapi tidak semuanya bisa diceritakan kepada masyarakat banyak.

Oleh sebab itu lanjutnya, keterbukaan informasi ini memacu kita untuk seperti malaikat Rakib dan Atib. Kepala desa tidak boleh macam-macam menjalankan roda pemerintahannya, selalu transparan dan membuka informasi seluas-luasnya. "Sebab ada Komisi Informasi yang mengawasi bersama masyarakat," pesan Gubernur , Kamis (7/11/2019) di Lombok Raya Mataram.

Doktor Zul juga berpesan, dewasa ini masyarakat kritis dan banyak bertanya. Namun dengan keterbukaan informasi makin banyak masyarakat bertanya tapi tidak mau dan sedikit bekerja. Untuk itu, Pemerintah NTB, bahkan Gubernur membuka akses seluasnya tentang keterbukaan informasi. Diantara lewat media sosial, baik Facebok atau IG. "Sekarang ini masyarakat kita, ada saluran got tersumbat, dikeluhkan lewat FB. Tolong Gubernur saluran air saya buntu, dimana pemerintah, coba bayangkan, masa masalah itu minta Gubernur yang tangani," sentil Gubernur.

Gubernur juga mengajak Kepala desa se NTB untuk ramah pada investor. Karena pembangunan dan kesejahteraan hanya dapat dilakukan dengan banyaknya investasi yang terlibat dalam pembangunan."Tidak mungkin ada kesejahteraan, tidak mungkin ada pembangunan kalau kita tidak ramah terhadap investasi" jelas Gubernur akrab disapa Bang Zul ini.

Karena itu, ciptakan keamaan di daerah masing-masing. Sehingga, para investor mau menanamkan investasinya ke NTB sehingga mensejahterakan kita semua. (IE/Jm)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan