logoblog

Cari

Esensi Perayaan Maulid Nabi

Esensi Perayaan Maulid Nabi

_Esensi perayaan Maulid Nabi untuk Masyarakat_ ---------------------------------- ---------------------------------- Sedikit mengingat catatan sejarah bahwa peringatan Maulid Nabi awalnya dilakukan pada zaman dinasti

Opini/Artikel

Esensi Perayaan Maulid Nabi


KAMPUNG MEDIA SUKAMULYA
Oleh KAMPUNG MEDIA SUKAMULYA
07 November, 2019 22:44:14
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 918 Kali

_Esensi perayaan Maulid Nabi untuk Masyarakat_
----------------------------------
----------------------------------

Sedikit mengingat catatan sejarah bahwa peringatan Maulid Nabi awalnya dilakukan pada zaman dinasti Fatimiyyah tahun 300-an H. Lalu pernah digunakan untuk memompa semangat tentara Islam pada zaman perang salib. 

Momen ini digunakan oleh Salahuddin Al-Ayyubi komandan Perang Salib untuk membakar semangat kaum muslimin untuk kembali mengingat perjuangan Muhammad Rasulullah dan para sahabatnya di segala bidang demi tegaknya Islam di muka bumi.

Akhirnya, setelah terbukti bahwa kegiatan ini mampu membawa umat Islam untuk selalu ingat kepada Nabi Muhammad SAW, menambah ketaqwaan dan keimanan, kegiatan ini pun berkembang ke seluruh wilayah-wilayah Islam.

Nabi Muhammad SAW bersabda : ‘Barang siapa yang melahirkan aktifitas yang baik, maka baginya adalah pahala dan [juga mendapatkan] pahala orang yang turut melakukannya’ (H.R.Muslim).

Melalui momentum yang mulia ini, yg di lakukan di Desa dengan harapan mampu menambah marwah perjuangan ukhuwah islamiah dan meningkatkan ketaqwaan & keimanan kita. 

Namun yg kerap kita saksikan adalah kegiatan yg di lakukan bukan berorientasi mutlak untuk masyarata. Kita cendrung ingin memperlihatkan kepada desa lain, bahwa kita mampu membuat kegiatan yg luar biasa.
Tapi kita lupa, esensi kegiatan yg utama dilakukan adalah untuk masyarakat setempat. 

 

Baca Juga :


Kita sudah terlalu sering mengkotak kotakkan psikologi sosial masyarat sehingga menyebabkan distorsi sosial.

Kita sibuk memikirkan orang lain, bagaimana membuat nyaman orang lain, bagaimana menghormati orang lain, tapi keluarga sendiri tidak pernah dipikirkan demikian. 

Mari kita coba putar arah jarum pikiran kita,  setiap kegiatan prioritaskan dan utaman untuk masyarakat, letakkan masyarakat pada pondasi paling depan, jangan menduakan masyarakat.

Saya akhiri tulisan opini ini dengan suatu Kalimat " Kondisi sosial masyarakat dan remaja remaja kita saat ini sedang Lemah dan lumpuh, ini yang sangat perlu kita kuatkan kembali, berharap dengan kegiatan kegiatan yang di lakukan, setidaknya mampu meperbaiki distorsi moral ini".

-------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan