logoblog

Cari

Konservasi Bahasa Indonesia

Konservasi Bahasa Indonesia

Nama : SAHRUL GUNAWAN MUHDAR Semangat yang diikrarkan pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 tentang bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia menjadi

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
05 November, 2019 08:49:21
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 612 Kali

Nama : SAHRUL GUNAWAN MUHDAR

Semangat yang diikrarkan pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 tentang bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Lahirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan haruslah diringi dengan semangat penggunaannya. Dewasa ini kita sering mendengar dan melihat masifnya penggunaan bahasa asing di lingkungan masyarakat. Masyarakat lebih bangga berbahasa asing dari pada menggunakan bahasa Indonesia.


Permasalahan ini haruslah menjadi perhatian yang serius untuk bangsa Indonesia. Beberapa sektor harus lebih aktif melakukan konservasi bahasa Indonesia. Misalnya  sektor pendidikan dan pariwisata. 
Sektor pendidikan menjadi garda terdepan dalam melakukan pemeliharaan terhadapa bahasa Indonesia. Pada saat proses pembelajaran, guru dan siswa haruslah mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Guru sebagai pelaku utama dalam dunia pendidikan sewajarnya memiliki sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia(UKBI) sebagai bukti bahwa guru tersebut memang memiliki kemampuan berbahasa dengan baik. Hal ini juga dapat diterapkan untuk warga asing yang berkunjung atau menimba ilmu di Indonesia. 


Peraturan UKBI untuk warga Negara Indonesia dan Asing haruslah dapat diterapkan karena mengingat Negara luar pun sudah melakukan hal sama. Mereka melakukan standarisasi terkait kemampuan berbahasa asing. Dengan adanya hal ini diharapkan warga negara asing yang menimba ilmu dan berkunjung ke Indonesia lebih memperhatikan dan menghargai bahasa Indonesia. 
Guru, dosen dan mahasiswa yang melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah perlu menjadi fokus dalam eksistensi bahasa Indonesia. Dalam hal ini perlu adanya pengawasan yang ketat terkait penulisan karya ilmiah di lembaga pendidikan. Perlu dipertimbangkan adanya dewan pengawas yang khusus memperhatikan dari segi penggunaan bahasa Indonesia, karena  sebagai kaum intelek penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mutlak adanya. 

 

Baca Juga :



Selain itu, sektor pariwisata juga memiliki dampak yang signifikan dalam pemeliharaan bahasa Indonesia. Bagaiman tidak, setiap tahun banyak wisatawan yang berkunjung ke Negara Indonesia. Sudah sewajarnya penggunaan Bahasa Indonesia digalakkan di fasilitas umum agar masyarakat dan warga asing mulai terbiasa dengan bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia di setiap jalan, petunjuk jalan dan fasilitas umum menjadikan bahasa Indonesia tuan rumah di negaranya sendiri. Namun tidak demikian kenyataannya, masih banyak ditemukan penggunaan bahasa asing di toko-toko ataupun dilembaga pemerintahan. Misalya kata “Open” seharusnya menggunakan kata ‘Buka”. Kata welcome yang seharusnya diganti dengan kata “ selamat datang” dan masih banyak yang lainnya. 


Peran pemuda dalam hal ini juga sangat diharapkan, melalui momentum sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 2019 diharapkan penggunaan bahasa Indonesia ditempat umum, instansi dan lembaga semakin digalakkan karena jika bukan kita yang bangga terhadap bahasa sendiri lalu siapa lagi, kalau bukan sekarang kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar lalu kapan lagi. Semoga bahasa Indonesia mampu menjadi bahasa pemersatu bangsa dan menjadi jati diri serta kebanggaan bangsa Indonesia.



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan