logoblog

Cari

The Power Of Emoticon

The Power Of Emoticon

Oleh: Ahmadiansyah   Perkembangan teknologi era revolusi 4.0 semakin tidak bisa dipisahkan dengan segala aktivitas kehidupan manusia. Kemajuan ini membuat manusia

Opini/Artikel

Ahmadiansyah
Oleh Ahmadiansyah
04 November, 2019 15:43:41
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1581 Kali

Oleh: Ahmadiansyah

Perkembangan teknologi era revolusi 4.0 semakin tidak bisa dipisahkan dengan segala aktivitas kehidupan manusia. Kemajuan ini membuat manusia menjadi ketergantungan. Salah satunya dalam bermedia sosial. Mulai dari Whatsapp, Line, WeChat, Facebook, Twitter, Instagram, maupun aplikasi lainnya telah terinstall dalam smartphone yang kita punya.

Ada hal menarik yang memiliki pengaruh luar biasa dalam perkembangan cara komunikasi manusia di era teknologi dan informasi yang serba canggih ini, yakni pada kebiasaan kita dalam mengirim dan berbalas pesan (chat). Pengiriman pesan merupakan aktivitas yang hampir semua dewasa ini pernah melakukannya, bahkan dalam sehari kita bisa berbalas chat puluhan hingga ratusan kali. Tapi pernahkah kita merasa bahwa ada faktor unik dalam fasilitas ketika mengirim pesan tersebut? Faktor ini dapat mempengaruhi mood (perasaan) kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari atau bahkan sepanjang kehidupan ini. Waah lebay amat ya…Ckckck!! Dan faktor tersebut ialah bahasa yang dapat mewakili perasaan manusia yakni bahasa emoticon atau emoji (bahasa non-verbal).

Emoticon dan emoji hadir di era awal mula internet pada tahun 1982 oleh seorang ilmuwan komputer yang bernama Scott Fahlman yang merasa bahwa kata-katanya (bahasa) dalam pesan yang ia tulis telah mengecewakan teman dan kerabatnya di Carnegie Mellon University. Kemudian sampai pada tahun 1999 oleh Shigetaka Kurita, yang merupakan bagian dari tim yang sedang mengerjakan platform Internet seluler dalam memfasilitasi komunikasi elektronik pada waktu itu. Hingga sampai dengan emoji atau bahkan meme yang kita kenal belakangan ini.

Bahasa non-verbal tersebut telah mampu membawa kita kepada pendekatan emosional yang lebih terasa akan chemistry-nya. Bahasa ini dapat mewakili perasaan manusia karena dengan sistem yang menyerupai ekpresi manusia sungguhan yang terekam dalam otak. Semua itu dapat memudahkan kita dalam memahami dan menginterpretasikan perasaan melalui bahasa orang lain terlebih dalam dunia online sekarang.

Rasanya begitu hampa dan seperti masakan yang tidak memiliki bumbu ketika sedang chattingan dengan teman ataupun sama si do’i, jika tidak menggunakan ekspresi berbasis simbol dan gambar tersebut di dalamnya. Jika kita mengutip istilah yang dijelaskan oleh Ernest Cassirer dalam buku Kecerdasan Semiotik (Yasraf:130) bahwa “Manusia adalah animal symbolicum, atau binatang yang menghidupi dan dihidupi oleh simbol”. Segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia cenderung dibentuk oleh simbol-simbol yang dihasilkan oleh pemikiran dan pemahaman maupun ekspresi yang diberikan olehnya. Sehingga hampir semua dari kita pernah dan mungkin sering menulis status di media sosial hanya dengan emotikon ataupun emoji saja. Ekspresi humor, sedih, senang dan bahagia telah menambah keunikan dan keasyikan tersendiri dalam aktivitas bermedia sosial kita hari ini bilkhusus ketika berbalas pesan.

Tentu kemudahan ini memiliki keunggulan yang cukup mumpuni dalam interaksi manusia modern yang difasilitasi oleh canggihnya dunia teknologi dan informasi sekarang baik itu online maupun offline. Bagaimana tidak, penggunaan emot atau emoji ini dapat memberikan suasana komunikasi menjadi lebih cair dan tidak memiliki kekhawatiran untuk disalahpahami dalam hal makna bahasa.

Penggunaan bahasa non-verbal ini sering kali kita gunakan untuk memberikan pesan positif. Inilah yang biasanya sering memenuhi kolom pesan di group-group keluarga, teman, kerabat kerja ataupun sahabat reunion. Saling berbagi emoticon lope lope berdenyut, wajah dengan mata cinta, dan berbagai pesan emoticon lainnya. Tapi terkadang kita juga sering menggunakannya untuk mengkritisi secara halus terhadap objek yang ingin kita bicarakan. Seperti kita sedang membuat tweet kritik kepada wakil-wakil kita di istana pemerintahan. Rasanya seperti ada kepuasaan tersendiri jika kita menggunakan fasilitas tersebut. Melebihi rasa kecanduan kopi dan rokok yang sedang kita nikmati dalam waktu yang bersamaan.

Tidak jarang memang fasilitas ini digunakan untuk melemahkan orang lain. Komentar-komentar pedas yang dibarengi dengan penekanan berbentuk emot atau emoji dapat memancing perasaan orang lain atau si pembaca menjadi memberikan respon yang bisa jadi senang dan juga marah atau bahkan malah membuat orang lain menjadi terkena penyakit mental. Namun sayangnya, seringkali terjadi salah sasaran, malah yang kena bukan orang-orang yang menghanguskan uang rakyat. Seandainya orang-orang ini yang kena, kan weenaak. Bukan penjara tempatnya, tapi rumah sakit jiwa. Wooooow.

 

Baca Juga :


Emoticon Mengubah Perasaan

Perasaan senang memang pasti diinginkan oleh semua orang. Termasuk penulis, hehehe, apalagi ketika diterimanya cintaku oleh si dia. Eeeaaa.!!! Dan pasti semua orang tidak menginginkan perasaan hatinya menjadi sedih. Siapapun itu. Senang dan sedih memang selalu dikaitkan dengan perasaan dan itu tergantung daripada hormon yang dihasilkan dalam otak manusia.

Perasaan senang atau bahagia dipengaruhi oleh hormon serotonin dan endorphin. Hormon-hormon tersebut dapat memberikan perasaan nyaman dan senang pada manusia. Secara tidak sadar bahwa emoticon yang dikirim oleh lawan chattingan kita, dapat mempengaruhi produksi hormon serotonin atau endorphin yang kita miliki. Sehingga emoticon memberikan dampak yang luarbiasa baik bagi kita.

Dari berbagai macam jenis emoticon dan emoji yang dikenal hingga hari ini. Ada yang merepresentasikan ekspresi, gambar-gambar benda sekita ataupun lainnya. Tentu dari kesemuanya terdapat keuntungan dan kelemahan di dalamnya. Keuntungan tersebut membuat komunikasi kita menjadi unik, lucu dan menarik. Akan tetapi, perlu kita pertimbangkan untuk tidak menggunakan emoji tersebut sebagai bahan saling olok-mengolok karena kita telah mengetahui bahwa efeknya sangat luar biasa, sehingga kita juga harus bijak dalam memilih dan memilah ketika menggunakannya.

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan