logoblog

Cari

Islam Dan Tantangan Keindonesiaan Di Era Post Truth

Islam Dan Tantangan Keindonesiaan Di Era Post Truth

Oleh: ZAINUDIN Mengkaji tentang era post truth, teringat akan sebuah tesisnya Samuel P. Hungtington tentang clash civilization atau sering disebut dengan

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
25 Oktober, 2019 15:19:43
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3247 Kali

Oleh: ZAINUDIN

Mengkaji tentang era post truth, teringat akan sebuah tesisnya Samuel P. Hungtington tentang clash civilization atau sering disebut dengan istilah benturan peradaban, dunia digambarkan sebagai panggung kompetisi antara peradaban uni soviet dengan peradaban barat dan diakhir pertandingan, barat menjadi peradaban yang tidak terkalahkan.

Kemudian peradaban barat kembali dihadapkan dengan peradaban timur atau peradaban islam, dan islampun menang dan disegani, islam menjadi bintangnya peradaban sehingga islam mendapatkan julukan sebagai icon peradaban, meskipun islam kembali dikalahkan oleh peradaban barat sampai hari ini. Adapun tesisnya Samuel ini mendapatkan kritikan balasan dari tokoh islam iran yakni Muhammad elhaetami yang menuliskan sebuah tesisnya tentang dialog peradaban.

Ehaetami berpandangan bahwa peradaban di setiap era pada dasarnya tidak ada yang berbenturan hanya saja terjadi dialogisasi peradaban karena memang kemajuan suatu peradaban tidak lepas dari interaksi dan komunikasi dengan peradaban lain. Jika dikaitkan dengan kondisi hari ini, menganalisis dengan kejaidian pada era post truth, benturan peradaban adalah istilah yang pantas dijuluki atas peristiwa akhir-akhir ini.

Era post truth merupakan suatu keadaan atau kondisi yang dimana keyakinan pribadi lebih berpengaruh dalam membentuk opini public dibandingkan dengan  fakta yang objektif. Public akan lebih mempercayai opini yang dibangun oleh mayoritas sementara di sisi lain mengabaikan fakta yang minoritas. 

dampaknya adalah terjadinya pergeseran media cetak dan media masa ke media social, meningkatnya manipulasi informasi.

Salah satu contoh dari dampak era post truth ini ialah insiden terkait penusukan salah seorang menteri hukum dan ham dan drama penabrakan tiang listrik salah satu oknum terduga koruptor yang misteri kebenarannya masih dipertanyakan oleh masyarakat. Inilah yang dimaksud dengan era post truth yang dimana opini public lebih dipercaya dibandingkan dengan realitas yang sebenarnya.

 

Baca Juga :


Hadirnya era post truth di Indonesia membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat, yang dimana Negara yang penduduknya mayoritas Islam sangat laku  ketika penjualan produk-produk yang mengatas namakan agama. Sementara di negara-negara barat era post truth ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk melakukan pencitraan melalui media-media social.

Misalnya pada kontestasi politik di amerika serikat pada tahun 2016 seorang Donald tramp meningkat elektabilitasnya karena pengaruh media social seperti facebok, twetter, instagram dan sebagainya yang mempromosikan kepada public sebagai orang yang berhasil di bidang ekonomi, semntara faktanya di amerika serikat banyak terjadi kasus diskriminasi dan rasisme.

Indicator bahwa Negara sedang mengalami fase post truth ialah ketika mewabanya opini di masyarakat yang dianggap sebagai kebenaran dan dijadikan bahan konsumsi public, penarikan suatu kesimpulan atas peritiwa atau kejadian secara subjektifitas berdasarkan suka dan benci. Menganggap suatu yang benar apabila hal itu yang disukai dan dianggap salah sesuatu yang dibenci.

Opini dijadikan sebagai identitas layaknya sebuah rumah sendiri yang memberikan kenyamanan, ketentraman tanpa melihat kebenaran dari sudut pandang orang lain. Dan bagaimana pandangan Islam dalam menyikapi era post truth ini, kalau ditinjau dari kaca mata islam bahwa era post trut ini tidak lain merupakan kondisi atau keadaan yang menyuburkan propaganda dan provokasi di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, islam memberikan tawaran dalam menyelasaikan persoalan ini, yang pertama, hendaknya mengutamakan tabayyun untuk mengklarifikasi kebenaran setiap peristiwa yang terjadi, yang kedua, dalam al-qur’an surah ke 2 ayat 42 tentang larangan mencampuradukkan kebenaran dengan kebathilan, yang ketiga, ada kaidah yang mengatakan bahwa tujuan hendaknya tidak boleh menghalalkan cara, melainkan tujuan hendaknya menggunakan cara yang halal.



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan