logoblog

Cari

Rangkaian Tradisi Pernikahan Di Desa Rora Kabupaten Bima

Rangkaian Tradisi Pernikahan Di Desa Rora Kabupaten Bima

Oleh: Zainuddin  Menikah merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan oleh rasulullah SAW. Bagi pemuda yang telah mampu dan siap

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
24 Oktober, 2019 06:47:09
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3842 Kali

Oleh: Zainuddin 

Menikah merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan oleh rasulullah SAW. Bagi pemuda yang telah mampu dan siap secara lahir maupun bathin. Tidak terkecuali di setiap daerah di Indonesia prosesi dan adat perayaan pernikahannya berbeda-beda. di NTB khususnya di desa Rora kabupaten Bima memiliki cara, adat istiadatnya tersendiri. Meskipun berbeda secara adat pada dasarnya rukun dan syarat perikahan di Desa Rora sama dengan pernikahan-pernikahan pada umumnya. 

Adapun tradisi atau kebiasaan masyarakat di desa Rora pernikahan merupakan kegiatan yang sangat sakral tidak sedikit yang keliru karena nerfes/grogi ketika prosesi ijab Kabul yang sedang berlangsung.

Perayaan perbikahan pada dasarnya tidak semata-mata untuk menggugurkan rukun Islam, akan tetapi ritual pernikahan di Desa Rora Bima ialah untuk mengabarkan kepada tetangga, keluarga, saudara dan orang-orang di sekitar terkait adanya pernikahan di kampung tersebut. Yang kedua adalah dengan dilaksanakan perayaan pernikahan tersebut sebagai bentuk rasa syukur oleh keluarga yang berhajat  atas pernikahan putra-putrinya, dan merupakan suatu kehormatan bagi keluarga yang mengadakan acara pernikahan tersebut apabila dihadiri oleh undangan yang banyak.

Pernikahan dalam daerah Bima memiliki tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan secara sistematis misalnya sodi angi atau biasa dikenal dengan ta’aruf. Tujuannya untuk memastikan bahwa perempuan yang akan dinikahi tersebut masih sendiri atau masih milik orang tuanya dan belum ada yang mengkhitbah sebelumnya karena dalam Islam haram  hukumnya meminang di atas pinangan orang lain. Jika perempuan tersebut masih single maka langkah selanjutnya ialah mai wii ngahi bahasa bimanya atau lebih dikenal dengan istilah meminang.

 

Baca Juga :


Langkah yang kedua setelah melakukan pinangan ke rumah perempuan adalah masing-masing pihak keluarga yang berhajat mengumumkan kepada masyarakat oleh kepala dusun setempat atau ketua adat yang ada di desa tersebut. Adapun istilah dalam bahasa Bima dari langkah kedua ini adalah teka ra nee yang betujuan untuk mengajak masyarakat untuk sama-sama bergotong-royong, bantu-membatu agar terlaksananya acara pernikahan tersebut. Misalnya masyarakat memberikan bantuan berupa beras, gula pasir, jajan dan lain-lain.

Prosesi selanjutnya waa coi/ antar mahar ke rumah perempuan, kemudian akad nikah dan ijab kabul, akad nikah merupakan acara inti dari acara pernikahan di desa Rora Bima, pada pagi hari biasanya pelaksanaan ijab Kabul atau serah terima dan akan dilanjutkan  dengan acara resepsi pernikahan pada siang harinya. Acara resepsi pernikahan ini dilaksanakan dengan mengundang seluruh masyarakat ke dua pihak keluarga untuk memberikan do’a restu kepada mempelai.

Pada dasarnya rangkaian kegiatan pernikahan di atas merupakan budaya atau tradisi yang berlaku pada desa-desa di daerah bima-dompu hingga saat ini. Akan tetapi ritual pernikahan seperti ini sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat karena pengaruh medornisasi dan westernisasi sehingga mampu menggeser paradigma konvensional masyarakat menuju paradigma modern, anak-anak muda sekarang sudah tidak paham dengan budaya sodi angi, yang ada sekarang adalah mereka saling mengenal melalui hendphone dan bahkan dengan hadirnya kemajuan teknologi mampu memberikan gaya perkenalan yang ekstrem yakni pacaran.



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan