logoblog

Cari

Ancaman Teknologi Informasi Patut Diwaspadai TNI

Ancaman Teknologi Informasi Patut Diwaspadai TNI

Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menciptakan kemajuan di berbagai bidang, termasuk juga dalam teknologi informasi di bidang militer atau pertahanan.

Opini/Artikel

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
07 Oktober, 2019 15:23:46
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 289 Kali

Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menciptakan kemajuan di berbagai bidang, termasuk juga dalam teknologi informasi di bidang militer atau pertahanan. Namun di sisi lain, kemajuan ini menjadi ancaman, karena teknologi ini memungkinkan terjadinya peperangan yang semakin mengerikan dengan dampak yang lebih luas.

Di era kemajuan pesat teknologi informasi diterapkan dalam konsep yang disebut Perang Informasi (Information Warfare) yang menjadi landasan penting bagi pengembangan teknologi militer di masa yang akan datang. Teknologi informasi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan strategi militer. Secara strategis perang informasi mempunyai arti yang penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai alat pertahanan negara, memahami betul segala ancaman tersebut tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang. 

“Dimasa yang akan datang, kita tidak saja menghadapi ancaman perang konvensional atau perang fisik, namun kita akan mendapat ancaman perang non fisik, seperti perang informasi dan teknologi,” hal ini disampaikan oleh Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam menyampaikan amanat Panglima TNI, pada upacara peringatan HUT ke 74 tahun 2019 di halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (5/10).

Menurutnya, konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi.  Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Konsepkonsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat.  Ancaman militer dan nir militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya. 

Dengan demikian manusia tidak lagi menjadi target utama dalam perang melainkan informasi. Inilah sebabnya mengapa banyak pemerintahan ataupun organisasi tertentu menghabiskan jutaan bahkan miliaran dolar, untuk membentuk organisasi dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan ancaman bagi keamanan mereka. Tanpa adanya informasi dapat menyebabkan kegagalan terutama dalam bidang militer.

Dalam perencanaan operasi militer, sebuah strategi pertahanan adalah landasan untuk mencegah serangan atau meminimalisir kerusakan serangan dengan memperhitungkan kekuatan pertahanan untuk mencegah musuh menaklukkan wilayah. Dari segi komandan, Teknologi Informasi dapat mempercepat penyampaian informasi sehingga dapat mempersingkat waktu dalam pengambilan keputusan. Dari segi pasukan, Teknologi Informasi berfungsi untuk membantu pasukan dalam memperoleh informasi pada waktu dan tempat yang tepat sehingga pasukan menjadi lebih fleksible dalam bergerak.

Pemanfaatan teknologi ini juga dapat meningkatkan kemampuan alutsista dan peralatan militer lainnya, misalnya memperjauh jarak tembak rudal, meningkatkan kemampuan anti radar, meningkatkan kemampuan senjata kimia dan biologi Sedangkan dari aspek ancaman yang ditimbulkan dapat berupa Electronic Warfare, Information Warfare, Cyber Warfare dan Psychological Warfare.  

Sehingga Informasi merupakan kunci pada setiap operasi militer. Kegiatan militer yang ada bersandar pada peralatan komunikasi berkecepatan tinggi dan komputer. Berdasarkan fakta ini, terciptalah suatu konsep baru yang disebut dengan Perang Informasi (Information Warfare) yaitu persaingan untuk mendapat keunggulan informasi.

 

Baca Juga :


Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang lainnya memungkinkan untuk menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. Seperti penggunaan robot pada saat operasi penyergapan. Perkembangan teknologi informasi juga menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam bidang militer.

Menghadapi kompleksitas ancaman di atas, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI.

TNI juga jangan terlena, sehinga perlu terus memperbaharui perkembangan Teknologi Informasi dan Alutsistanya. Termasuk SDM yang memahami bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P berpesan TNI melaksanakan tugas pokoknya, bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa berbagai kekuatan.  Perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepada-Nya lah kita berserah diri.

Kemudian, tingkatkan soliditas TNI, pegang teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar kita selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika dan tingkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks.

Selanjutnya,  sikapi berbagai kemajuan dengan bijak, jadilah agen perubahan yang positif dan jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah sematamata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., mewakili masyarakat NTB menyampaikan terimakasih kepada TNI atas dedikasi dan perannya selama Rehab dan Rekon Gempa Bumi di Lombok Sumbawa. TNI telah melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab dan bahkan sampai mengesampingkan keluarga demi tugas kemanusian membantu masyarakat korban bencana alam gempa bumi. Gubernur berharap pada HUT TNI ke 74 tahun ini agar tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melindungi rakyat khususnya di NTB.

Peringatan HUT ke 74 tahun 2019 di halaman Kantor Gubernur NTB, dirangkai dengan drama teatrikal rehab rekon olehTNI dan berbagai pihak, Parade Defile dan syukuran di Masjid Islamic Center Hubbul Wathon Mataram. (Edy-Berbagi Sumber)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan