logoblog

Cari

Imunisasi PCV Tekan Kematian Bayi di NTB

Imunisasi PCV Tekan Kematian Bayi di NTB

Untuk menekan angka kasus pneumonia di  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, dan dengan dukungan

Opini/Artikel

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
19 September, 2019 12:24:06
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 510 Kali

Untuk menekan angka kasus pneumonia di  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, dan dengan dukungan teknis dari Clinton Health Acces Indonesia (CHAI) memberikan pelayanan imunisasi PCV pada bayi dan imunisasi lanjutan PCV sesuai standar.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan Provinsi NTB dengan angka kasus pneumonia tertinggi di Indonesia yakni mencapai 6,38% (Data 2015), sehingga pada tahun 2017 yang lalu, Kemkes mengeluarkan kebijakan pemberian program imunisasi pneumokokus konjugasi (PCV).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salahsatunya melalui Imunisasi  untuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh kuman Pneumokokus (Streptococcus pneumoniae), yang ditimbulkan oleh Pneumonia.

“Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia,” jelas Nurhandini Eka Dewi saat membuka acara Orientasi dalam Rangka Program Demonstrasi Imunisasi Imunisasi Pneumokokus (PCV) di NTB, Kamis (18/9/2019), Lombok Raya Mataram.

Menurut dr. Nurhandini Eka Dewi , data penderita pneumonia di NTB pada tahun 2016 ada sekitar 18.000 orang anak,  berikutnya pada tahun 2017 ada sekitar 11.000 orang anak, sementara itu,  pada tahun 2018,  data penderita pneumonia di NTB naik kembali sebanyak 18.000 orang anak.  Kenaikan angka penderita pneumonia ini disebabkan akibat gempa bumi yang melanda NTB.

Kemudian lanjutnya, langkah awal Pemerintah NTB untuk menanangi pencegahan penyakit yang disebabkan oleh kuman Pneumokokus adalah pemberian imunisasi pneumokokus konyugasi (PCV) yang akan dilaksanakan secara bertahap, pada tahun 2017 yang lalu, di dua kabupaten,  yakni Lombok Barat dan Lombok Timur. Dengan jumlah sasaran yang ditetapkan untuk Kabupaten Lombok Barat adalah 14.392 anak dan 25.894 anak di Kabupaten Lombok Timur.

Penanganan dengan upaya Demonstration Program imunisasi Pneumokokus konyugasi, pemberian imunisasi terus diperluasan di tiga kabupaten kota di Provinsi NTB tahun 2018 (Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Utara) dan perluasan di seluruh Provinsi NTB tahun 2019 ini.

“Pertemuan dalam acara Demonstrasi Imunisasi Imunisasi Pneumokokus (PCV) upaya mempersiapkan tenaga kesehatan dari tingkat posyandu, puskesmas hingga Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTB. Pertemuan ini sudah berlangsung 2 angkatan, Angkatan I, dari Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu, Angkatan II ini dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat,”

Vaksin pneumokokus pada anak diberikan 3 kali dosis dasar dan 1 kali dosis boosting yang dimulai pada bayi usia 2 bulan bersamaan dengan DPT-HB-Hib 1 dan OPV 2, pada bayi usia 3 bulan bersamaan dengan DPT-HB-Hib 2 dan OPV 3, selanjutnya diberikan pada anak usia 12 bulan sebagai imunisasi lanjutan. Pelayanan imunisasi PCV dapat diakses di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas, Puskesmas pembantu, dan fasilitas-fasilitas  pelayanan  kesehatan lainnya yang memberikan layanan imunisasi.

 

Baca Juga :


"Vaksin ini diberikan gratis. Vaksin yang digunakan juga aman, dan telah direkomendasikan oleh WHO serta lulus uji di BPOM, "kata dokter Eka didepan 154 peserta dari Dikes, Pusksesmas dan pengelola program imunisasi dan Ispa se Kabupaten Sumbawa dan KSB.

Kadikes juga berpesan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat pentingnya imunisasi. “Polemik tentang imunisasi di beberapa daerah karena penolakan orang tua untuk melarang anaknya diberikan imunisasi terjadi juga di NTB, maka pendekatan dan pemahaman petugas dibutuhkan kesabaran menghadapi masyarakat kita,” pesan Nurhandini Eka Dewi.

Dilapangan, kata dokter ini petugas harus terus meningkatnya pengetahuan dalam pemberian imunisasi PCV pada bayi dan imunisasi lanjutan PCV pada anak baduta. Secara administrasi juga tercatat dengan baik pemberian imunisasi PCV pada bayi dan imunisasi lanjutan PCV. Sehingga capian program ini dapat terukur.

Pencapaian target program imunisasi memerlukan dukungan dari semua pihak, tentu dalam rangka peningkatan kualitas hidup dan IPM Provinsi NTB. Kerja sama dari baik dari jajaran pemerintah maupun dari swasta dan masyarakat, sehingga dapat menghasilkan generasi Emas NTB kedepan.

Berdasarkan data, 50% kasus pneumonia disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, sehingga  upaya ini akan lebih efektif bila dibarengi dengan pemberian imunisasi Pneumokokus Konyugasi (PCV) sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat Pneumonia.

Di Indonesia Pneumonia juga merupakan masalah besar, menurut hasil Riskesdas 2013, prevalensi pneumonia di Indonesia adalah 4,5% dengan insidens tertinggi pneumonia pada balita adalah pada kelompok usia 12 – 23 bulan, yaitu 21,7%. Survei Sample Registration System (SRS) yang dilaksanakan oleh Balitbangkes tahun 2014 menunjukkan kematian 23 balita meninggal setiap jam dan 4 di antaranya karena pneumonia. Sejak tahun 2015, Kementerian Kesehatan juga telah membuat estimasi angka kesakitan Pneumonia sebesar 3,55% atau ± 816.500 balita per tahun.

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia. Pada tahun 2013, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Pneumonia merupakan penyebab kematian no. 1 di dunia dan berkontribusi terhadap 16% kematian pada anak <5 tahun. Diperkirakan 1,1 juta kematian setiap tahun disebabkan Pneumonia (WHO, 2012) dan 2 Balita meninggal setiap menit disebabkan oleh pneumonia (WHO, 2013). Diantara 5 kematian Balita, 1 di antaranya disebabkan oleh pneumonia. (Edy-Diskominfotik NTB)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan