logoblog

Cari

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi: NTB Gemilang Sudahkah?

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi:  NTB Gemilang Sudahkah?

Tidak terasa, sudah satu tahun kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (Zul-Rohmi) memimpin provinsi Nusa

Opini/Artikel

Yas Arman Al Yhok
Oleh Yas Arman Al Yhok
17 September, 2019 10:14:07
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1938 Kali

Tidak terasa, sudah satu tahun kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (Zul-Rohmi) memimpin provinsi Nusa Tenggara Barat. Satu tahun lalu duet dua doctor mengucap sumpah di hadapan Presiden Ir. Joko Widodo bertempat di Istana Kepresidenan Jakarta untuk melayani masyarakat NTB dan  melanjutkan kepemimpinan gubernur terdahulu Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. M. Zainul Majdi, MA.

 

Melalui pesta demokrasi pilkada tahun 2018 lalu, pasangan Zul – Rohmi memenangkan hati masyarakat NTB dengan perolehan suara sebesar 811.945 suara, disusul pasangan Suhaili - Amin yang meraih 674.602 suara. Kemudian pasangan Ahyar-Mori dengan 637.048 suara dan diposisi terakhir di duduki pasangan Ali-Sakti yang meraih 430.007 suara.

 

Sesuai undang-undang maka, tentunya pasangan ini, akan mengemban tugas melayani masyarakat NTB selama 5 tahun kedepan. Selesainya pilkada, tentu juga menyelesaikan perbedaan pilihan masyarakat, pemenang sudah ada maka seluruh masyarakat NTB tidak ada lagi nomor 1 nomor 2 yang ada adalah NTB. Begitu juga untuk pasangan Zul – Rohmi, harus melayani NTB tanpa harus melihat itu pemilihnya atau tidak, namun melebur memandang bahwa itu sekarang adalah masyarakat NTB.

 

Menuju NTB Gemilang, memastikan keberlanjutan menjawab tantangan. Begitulah visi yang ditawarkan pasangan Zul-Rohmi. Menarik memang, melihat NTB dalam kepemimpinan TGB dengan visi NTB beriman dan berbudaya, sejahtera dan berdaya saing mampu mengantarkan NTB kepada sederet perubahan dan dan tentunya prestasi. Bukan menjadi rahasia public memang, TGB waktu itu menjelma menjadi idola bagi masyarakat NTB karena kepemimpinannya yang mampu membawa NTB dikenal masyarakat luas, baik dengan beberapa programnya sampai dengan prestasi-prestasi bertaraf internasional dan nasional yang di sabetnya. Tidak hanya itu, kepemimpinan TGB juga mampu menjadikan NTB sebagai tuan rumah beberapa event besar baik itu nasional sampai Internasional. Lantas pertanyaannya mampukan itu di pertahankan bahkan menjadikan NTB gemilang seperti visi gubernur dan wakil gubernur baru?

 

Melalui refleksi 1 tahun kepemimpinan Zul – Rohmi ini, masyarakat tentu perlu pencerahan sudah sampai mana visi NTB gemilang ini implementasinya. Ketika pencalonan paket Zul-Rohmi ini terdengar, public dulu memang bertanya-tanya apakah pasangan ini benar memiliki visi sendiri atau hanya mewarisi dan melanjutkan visi TGB, karena kita ketahui bersama Rohmi adalah saudara kandung dari TGB. tentu pemikiran public adalah, sama saja, hanya badan saja yang berubah namun TGB tetap akan menjadi play maker yang akan berdiri di belakang dan mengendalikan semuanya seperti biasa. Namun, ternyata itu semua salah besar, jika kita melihat 1 tahun perjalanan pemerintahan ini, figure TGB nyaris hilang tak terdengar, apa lagi soal pemerintahan.

 

Ternyata itu juga berdampak pada kebijakan-kebijakan yang di ambil oleh gubernur sekarang, nyaris tidak ada yang signifikan dari program TGB. Ada yang aneh memang, ketika visi diangkat ingin memastikan keberlanutan, namun implentasi malahan bertolak belakang. Sektor pariwisata misalnya, sector yang paling di banggakan NTB ketika TGB menjadi gubernur. Ketika itu kita ketahui merupakan sector yang pertumbuhannya sangat meyakinkan. Pada tahun 2017 mencatat kunjungan wisata ke NTB tembus mencapai 3 juta, konon katanya jumlah ini 5 kali lipat dari jumlah kunjungan ketika TGB belum menjadi gubernur di tahun 2008. Kemudian, prestasi yang membanggakan NTB di kancah internasional menambah gairah pariwisata NTB dengan menyabet gelar “World Halal Tourism Awards” dan World’s Best Halal Honeymoon Destination” pada tahun 2015. Hal inilah yang menjadikan NTB salah satu dari 10 daerah lain di Indonesia di tetapkan menjadi daerah utama wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan terpilih menjadi salah satu daerah yang mengembangkan wisata halal. Selain itu bangunan megah ikon NTB juga menjadi saksi bagaimana focus pemerintahan TGB dalam pengembangan wisata halal, Islamic Center misalnya, menjadi ikon pariwisata syariah yang di miliki masyarakat NTB, menjadi daya tarik yang luar biasa.

 

 

Baca Juga :


Tidak hanya pada sector pariwisata, pada sector komoditas, pemerintah TGB juga konsen pada percepatan komoditas unggulan, seperti jagung, sapid an rumput laut. NTB mencatat jagung dari pulau Sumbawa menjadi primadona bahkan menjadi unggulan di tingkat nasional. Prestasi yang sangat luar biasa memang, NTB pernah memprodusi jagung sampai satu juta ton banyaknya. Begitu juga dengan peternakan, program BSS (Bumi Sejuta Sapi), peningkatan peternak menjadi signifikan sehingga produksi dan populasi sapi pun meningkat drastis. Selain dua sector penting lainnya, beberapa sector lainnya pun mengalami peningkatan, seperti infrastruktur, olahraga, sector kawasan khusus, penanggulangan kemisikinan, dan pembangunan manusia juga mengalami peningkatan masing-masing. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana sector itu di kepemimpinan Zul – Rohmi selama 1 tahun ini, NTB Gemilang sudahkah?

 

Gemilang, dalam kamus besar bahasa Indonesia gemilang didefinsikan dengan bercahaya terang tentang hasil suatu pekerjaan. Kata gemilang ini kemudian di definisikan melalui sebuah visi oleh Zul – Rohmi sebagai sebuah spirit optimism menatap masa depan. Satu keyakinan bahwa NTB dapat memberi kontribusi signifikan secara nasional, begitulah yang tercantum dalam visi ZUl-Rohmi ketika mencalonkan diri menjadi gubernur dan wakil gubernur.

 

Namun, kenyataan hari ini, belum Nampak apa yang disebut sebagai NTB gemilang ini, malahan sederet permasalahan mengiringi kepemimpinannya selama kurun 1 tahun ini. Pertama soal beasiswa keluar negeri yang menuai banyak pro dan kontra. Beasiswa keluar negeri memang menjadi perioritas gubernur NTB ini, dengan tujuan pengembangan manusia di NTB semakin baik. namun ternyata tidak semanis dengan apa yang di harapkan, beberapa hari yang lalu, sebuah Koran swasta NTB memberitakan bahwa pelajar yang di kirim ke korea pulang karena beberapa permasalahan. Entah siapa yang harus disalahkan, namun ini tentu menjadi catatan buruk tentunya yang harus segera di selesaikan secepatnya. Publik tentu bertanya-tanya kesiapan pemprov NTB dalam melaksanakan program itu, apakah hanya sekedar menepati janji ataukah memang sudah betul di fikirkan secara matang-matang. Karena mau tidak mau public harus menanyakan itu, mengingat anggaran yang di gelontorkan tidak sedkit dari APBD.

 

Kemudian berbicara pada sector pariwisata, sector yang menjadi unggulan belum menjadi perioritas penting jika kita melihat perjalanan kepemimpinan Zul-Rohmi 1 tahun ini. Belum adanya satu gebrakan baru yang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan sector pariwisata kita di NTB. Bahkan, terlihat di kesampingkan, para pokdarwis-pokdarwis berjuang dengan cara mereka sendiri dalam mengembangkan pariwisatanya masing-masing. taka da sentuhan dan program yang signifikan dapat meningkatkan pariwisata kita kedepan akan lebih baik, atau mempertahankan yang sudah ada. Pada sector komoditas juga hamper sama, terobosan program yang dapat meningkatkan produksi masing-masng sector komoditas belum terlihat jelas. Program jagung di Sumbawa belum jelas arahnya, peternak Sapi belum disentuh program apapun dan program lainnya.

 

Sebagai masyarakat NTB, kami melihat Zul – Rohmi dalam kebingungan dalam memimpin NTB. Sector unggulan yang harus dibangun pertama nyaris taka da, hanya berkutik pada permasalahan beasiswa keluar negeri bagi sederet manusia yang tentunya tidak mewakili seluruh masyarakat NTB. Ingat pak gubernur NTB tidak hanya soal bagaimana mengirim pelajar untuk belajar ke luar negeri namun NTB soal bagaimana mensejahterakan semua elemen. Kami bukannya kontra terkait dengan program ini, namun masyarakat melihat, pemprov hanya sibuk dengan urusan ini saja. Sektor lain juga menunggu pemikiran bapak. NTB Gemilang sudahkah? Tentu pertanyaan ini masyarakat bisa jawab sendiri melihat kondisi NTB hari ini. Semoga pada refleksi 1 tahun kepemimpinan ini, gubernur dan wakil gubernur NTB berkaca pada perjalanan dan kemudian memunculkan program-program unggulan yang di tunggu masyarakat NTB, demi kesejahteraan bersama. Semoga



 
Yas Arman Al Yhok

Yas Arman Al Yhok

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan