logoblog

Cari

Beribadah Di Masjid Darurat Al-Islah

Beribadah Di Masjid Darurat Al-Islah

KM. Sajang Bawak Nao, Penunjuk suhu di telepon genggam menampakkan angka 27 derajat Celsius pada Jumat siang (23/08/2019). Suhu panas

Opini/Artikel

KM. Sajang Bawak Nao
Oleh KM. Sajang Bawak Nao
23 Agustus, 2019 14:20:16
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1496 Kali

KM. Sajang Bawak Nao, Penunjuk suhu di telepon genggam menampakkan angka 27 derajat Celsius pada Jumat siang (23/08/2019). Suhu panas Becampur dinging menjadi hal biasa di wilayah Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB yang berada Tepatnya di lereng Rinjani. Sejak pukul 11.00 WITA, terik matahari disambut lantunan doa dari pengeras suara masjid darurat di Pinggiran Sawah Di Dusun Bawak Nao Desa Sajang.

Tepat tengah hari azan berkumandang. Sejumlah laki-laki, baik orang tua dan anak-anak, melangkah satu demi satu mendekati masjid selepas berwudu. Masjid darurat Al-ikhlas di Dusun Bawak Nao bangunan yang masih Sangat sederhana, bangunan dari pasak kayu dengan dinding dan atap berbahan Seng dengan dinding Kayu Triplek tipis dan terpal karpet. 

Sepetak bangunan ini dijadikan ruang beribadah  oleh warga Dusun Bawak Nao Desa Sajang yang menampung lebih Dari 200 jamaah. Bila salat Jumat tiba, satu tenda di belakang masjid darurat turut difungsikan untuk menampung jemaah. Sementara saluran air bersih untuk berwudu nihil di masjid darurat ini.


Sejak gempa besar yang Melanda Pulau Lombok dengan kekuatan 7,0 SR yang meluluh lantakan sebagian besar wilayah Kecamatan Sembalun Pada Tahun 2018 Lalu masyarakat Dusun Bawak Nao Desa Sajang merobohkan masjid Al-Islah Bawak Nao yang terterletak diantara 2 Dusun yakni Bawak Nao Lauk dan Bawak Nao Daya.

 

Baca Juga :


Sebelum mendirikan sepetak bangunan darurat yang dijadikan masjid itu, masyarakat Dusun Bawak Nao Desa Sajang Kecamatan Sembalun Membuat tempat Ibadah sementara menggunakan bilahan Bambu dengan atap dan dinding menggunakan terpal yang disumbangkan oleh para relawan bencana Alam Dari berbagai golongan.

Selama menggunakan masjid darurat Ini, khatip harus membaca Khutbahnya dengan singkat dan padat. Hal ini mengingat kondisi yang lembab dengan suhu udara yang cukup tinggi. Tak banyak juga khatip terkadang membaca khutbahnya dengan panjang dan tak jarang juga para jamaah Shalat jumat mengeluh Karena kepanasan. 

Meskipun kini warga Desa Lolu hanya bisa beribadah dalam sepetak bangunan darurat dan tenda pengungsian, mereka begitu bersyukur dengan nikmat keselamatan yang didapat. 

Kami Dari masyarakat terlebih Dari jamaah masjid Al-Islah Dusun Bawak Nao Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB, Sangat mengharapkan Masjid Al-Islah untuk segera dibangun, mengingat sebentar lagi Akan turun hujan.
 
By. Hajrul Azmi 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan