logoblog

Cari

Rencana Kontinjensi Perkuat NTB Tangguh dan Mantap

Rencana Kontinjensi Perkuat NTB Tangguh dan Mantap

Harus disadari betul bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salahsatu wilayah di Indonesia yang berada di wilayah Cincin Api (Ring

Opini/Artikel

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
06 Agustus, 2019 18:50:14
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 306 Kali

Harus disadari betul bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salahsatu wilayah di Indonesia yang berada di wilayah Cincin Api (Ring of Fire). Area tumbuhnya gunung api dan gempa bumi.

Dengan alasan tersebut, Visi NTB Gemilang yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang dijabarkan dalam misi pertama NTB Tangguh dan Mantap, harus dimaknai betul sebagia upaya Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah untuk menghadapi indeks resiko bencana, potensi, mitigasi dan pembangunan infrastruktur yang tangguh dan tahan terhadap bencana.

Bencana alam tidak ada yang mampu memprediksi kapan terjadi, namun perlu dipahami bahwa kemungkinan bencana bisa kapan saja terjadi atau sebaliknya tidak akan terjadi.  Kita berharap tidak akan terjadi bencana. Tetapi yang harus dilakukan sekarang ini adalah memahami dengan baik indeks resiko bencana yang bisa saja terjadi dan dimana saja terjadi untuk setiap wilayah yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Dengan memahami secara baik indeks risiko bencana yang bisa terjadi kapan dan dimana saja,  sangat berpengaruh terhadap ketahanan daerah. Baik dari sisi social, ekonomi, budaya dan hal-hal lain yang kita miliki daerah ini.  Hal ini disampaikan H. Ahsanul Halik, S. Sos., MH,  Kalak BPBD Provinsi NTB pada acara penyusunan Dokumentasi rencana kontijensi gunung berapi dan banjir, yang berlansung 2 hari (5-6/8 2019) di Mataram.

Menurut H. Ahsanul Halik, rencana kontijensi merupakan suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi. Rencana ini adalah sebuah proses yang mengarah pada kesiapan dan kemampuan untuk memperkirakan kejadian bencana, sehingga dapat mencegah bencana, mengurangi dampak, menanggapi secara efektif dan memulihkan diri dari dampak bencana tersebut.

“Bagaimana melakukan tata kelola terhadap penanggulangan kebencanaan. Bagaimana melakukan pengelolaan terhadap bencana yang terjadi, sehingga sistem pembangunan dan tata kehidupan kita akan terbangun dengan baik. Memahami dan mengetahui lebih dini potensi-potensi yang mengakibatkan kemungkinan terjadinya bencana terkait dengan rencana kontijensi yang kita bangun,” jelasnya.

Setelah memahami rencana tersebut, langkah selanjutnya menyiapkan sarana dan prasarana.  Bencana dapat menjadi sebuah investasi.  Karena mengetahui potensi bencana dapat mendorong kita untuk melakukan perencanaan konstruksi infrastruktur yang ada di daerah.  Sehingga saat membangun infrastruktur baik itu bangunan gedung, jalan,  aliran sungai dan sebagainya,  dapat dilakukan rekayasa konstruksi sesuai dengan kebutuhan dan jenis bencana yang bisa terjadi di daerah tersebut.

“Kalau gempa strukturnya harus tahan terhadap gempa, kalau gunung api harus dirancang bangunan yang mampu dapat bertahan sebelum evakuasi, begitupun kalau banjir harus tahan terhadap banjir.  Itu yang saya maksud dengan investasi maka perencanaan pembangunan di NTB mulai saat ini harus sama-sama dipikirkan juga termasuk di dalamnya terkait dengan indeks risiko bencana sebelum membangun infrastruktur, harus disertai rekomendai ketahanan dan kajian kebencanaan berbagai instansi atau lembaga yang kompetensi,” jelas Kalak BPBD Provinsi NTB ini.

 

Baca Juga :


Tentu dalam hal tersebut, semua pihak akan terlibat, termasuk Dinas tata ruang dan lingkungan, Perkim dan instansi terkait juga termasuk bidang perekonomian.  Bencana itu selalu terkait dengan persoalan ekonomi dan perdagangan, ketika sistem perdagangan macet bahan-bahan harganya naik. ekonomi juga dipastikan juga terganggu. Bencana tidak hanya bicara tentang bagaimana menyiapkan kesiapsiagaan masyarakat, namun akan berkaitan dengan investasi besar di daerah ini. Menurutnya, pada visi misi NTB Gemilang dengan misi pertama, NTB yang tangguh dan mantap dapat diwujudkan dengan investasi ini.

Dengan adanya rencana kontijensi maka di dalamnya juga ada mitigasi dengan praktek simulasi yang akan kita lakukan. “Tidak mungkin kita menyusun rencana kontijensi kalau kita tidak praktik simulasi pada saat yang tepat sebelum terjadinya kemungkinan bencana,  ini satu kesatuan semua,” tutur H. Ahsanul Halik.

Pemerintah Pusat sudah mengatur regulasi tentang kebencanaan pada pada undang-undang Nomor 24 Tahun 2007. Dimana Pemerintah Kabupaten/Kota harus menganggarkan untuk mitigasi bencana sebesar 1 porsen dari APBD. Namun sampai sekarang kebepihakan terhadap komitmen ini belum maksimal. Akan tetapi komitmen Pemrov. NTB saat ini besar sekali dalam hal mitigasi , sehingga harus terus didukung dan didorong dengan menyiapkan mitigasi yang lebih baik juga.

Kalak BPBD ini juga menyampaikan cara alternative ditengan minimnya anggaranKabupaten/Kota dalam hal mitigasi.  Perlu dicari pola-pola yang biayanya tidak terlalu besar namun menyentuh langsung kepada masyarakat.  Seperti melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya untuk mitigasi juga menjadi penting karena mitigasi bukan secara struktural tapi nonstruktural juga, jelasnya.

Contohnya saat ini BPBD menyiapkan buku khutbah Jumat tentang mitigasi bencana,  merupakan cara yang sederhana dan murah namun sentuhannya sangat baik dan tepat.  “Secara budaya saya juga sudah komunikasikan dengan tokoh-tokoh budaya baik Sasak Sumbawa dan Bima,  adat-adat orang tua dulu yang perlu kita gali kembali,  tentang bagaimana di suatu tempat tidak boleh membangun rumah,  suatu tempat tidak boleh ada kegiatan-kegiatan.  Sebenarnya  di tempat itu bukan karena ada makhluk halus dan sebagainya,  tapi merupakan pengalaman kebencanaan juga dari orang tua dulu, namun dibentuk dalam bentuk ritual adat, sehingga kedepan sebagai langkah mitigasi dapat dikemas dalam bentuk dan cara ilmiah.

Mitigasi telah masuk dalam misi NTB yang tangguh dan mantap, maka tugas bersama seluruh Pemerintah, Legislatif, Masyarakat dan unsur lainnya mewujudkan niat mulia Pemrov. NTB membangun NTB. (Edy Tim Media Diskominfotik NTB).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan