logoblog

Cari

Mahabbah, Hadiah Dari Perjalanan Tasawwuf

Mahabbah, Hadiah Dari Perjalanan Tasawwuf

  "Dalam perjalanan menggapai kecintaan-Nya, manusia harus mengikuti saembara tahalli, takhalli dan tajalli, yang dibekali dengan Syari'at, Hakekat Tarekat, Ma'rifat"  Terlintas

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
25 Juli, 2019 10:01:02
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2448 Kali

“Dalam perjalanan menggapai kecintaan-Nya, manusia harus mengikuti saembara tahalli, takhalli dan tajalli, yang dibekali dengan Syari'at, Hakekat Tarekat, Ma'rifat" 

Terlintas dibenakku Hadits qudsi yang berbicara tentang sembilan tingkatan yang ada dalam diri manusia.

  1. Telah aku ciptakan tubuh anak adam itu seperti mahligai yg sangat indah
  2. Didalam mahligai ada dada
  3. Didalam dada ada hati
  4. Didalam hati ada fuad
  5. Didalam fuad ada sifat
  6. Didalam sifat ada perasaan
  7. Diddalam perasaan ada rahasia
  8. Didalam rahasia ada cahaya
  9. Didialam cahaya ada Aku.

Kalau kita bicara Mahabbah tentu yang terlintas dalam benak kita adalah sosok perempuan hebat yang hidup pada Tahun (717 M), yaitu Rabiatul Adawiah. Perempuan yang mampu membuka peradaban umat agar tidak terlena akan hal hal materi. 

Tampilnya Mahabbah dari cabang Ilmu islam cukup menjadi tanda tanya "apa itu Mahabbah dan bagaimana cara menggapainya". 

Kata mahabba dan tasawwuf mungkin sering kita dengar dan kita baca dari buku buku, yang secara penjelasannya bahwa mahabbah (cinta kasih) adalah sebuah hadiah yang kita dapatkan dari perjalanan spritual, dimana ia tidak terlena oleh gelap gelipnya duniawi, sedangkan tasawwuf adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menggapai kemesraan bersama sang Khaliq.

Mengutip perkataan Al Gazali (1111 M) bahwa tasawwuf adalah ilmu yang mempelajari tentang peleburan antara pencipta dengan yang dicipta. Peleburan yang ingin diraih tentu tidak semuda yang kita bayangkan, dia harus melewati isi dari tasawwuf itu sendiri, yang pertama syari'at, tarekat, hakekat dan ma'rifat. 

Seirama dan senada dengan itu, Al halaj (1258 M) menafsirkan bahwa Taswwuf adalah ilmu yang mempelajari tentang penyatuan hakiki antara pencipta dan yang dicipta. 

 

Baca Juga :


Berpijak dari definisi ini, kita akan bisa katakan bahwa Mahabbah adalah "hadiah dari perjalanan Tasawwuf", karena isi tasawwuf berbicara Syari'at, tarekat, hakikat dan ma'rifat. Sedangkan Untuk menggapai mahabbah manusia harus melewati isi dari tasawwuf itu sendiri. maka secara perintah definisi pelajari tasawwuf biar dapat menggapai Mahabbah. 

Begitupun dalam perjalanannya, tasawwuf telah abadi dengan Mahabbah, mengikat perjanjian sehidup semati dalam cinta maupun duka, sampai akhirnya melahirkan Syair syair yang tak berjarak antara manusia dengan pencipta, salah satunya "penyembah dengan yang disembah itu satu".

Sebelum diakhiri yang tidak berakhir ini, penulis ingin mengatakan, bahwa jalan untuk menggapai cinta kasih (mahabbah) kita harus melewati Tasawwuf, dan mengaimini perintah dan ajarannya, sampai peleburan antara pencipta dengan yang dicipta bisa dirasakan. 

 



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan