logoblog

Cari

Narasi "Patu Dan Kapatu" Kokohkan Islam Ujung Timur NTB.

Narasi

  يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu"(Al-Baqarah: 185) Agama merupakan

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
23 Juli, 2019 15:43:01
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 7701 Kali

 

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu"(Al-Baqarah: 185)

Agama merupakan jalan menuju sebuah keberpihakan pada setiap individu, oleh karenanya ia hadir sebagai solusi dari problem hidup yang  dihadapi setiap umat dan masyarakat disuatu daerah. Salah satunya kehadiran agama Islam di tanah Babuju(Mbojo) "mara kasalama taho rantai" 

Hadirnya agama Islam di tanah babuju telah membuka mata rakyat tanah Babuju(tandus) pada saat itu, ditengah masyarakatnya yang asyik hidup dengan bahasa dan budaya sendiri, Islam bertamu dan betah, lalu menyelimuti budaya dan tradisi rakyat tanah Babuju, hingga berimbas pada kokohnya ajaran agama, yaitu melalui pesan sakral yang saling mengingatkan"ngoara tei angi, cua kawara angi"

Ajaran syari'at islam yang para leluhur Mbojo pelajari, mereka wariskan ke anak cucunya dalam bahasa Budaya atau dikenal dalam bahasa Bima."Nuntu ra tala", lalu direkonstruksi oleh masyarakat dan generasi Suku Mbojo dalam bentuk "patu dan kapatu".

Patu dan Kapatu atau balas pantun merupakan bahasa daerah yang sering kita dengar di tanah Babuju. Baik itu bernarasi pesan sakral, maupun bernarasi mengkokohkan islam. 

Diantarnya dapat kita lihat dalam coretan ini, bagaimana patu dan kapatu mengkokohkan islam dalam bahasa daerah. 

فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ

”Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid,”(Al baqorah Ayat: 222) 

"buneku da kambeke piti ru'u ndai wa'ura sabua ri'i. Kone sabua Ri'i ita aina mpaa ro'o wunga mai ra'a. 

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu (memata-matai) mencari-cari kesalahan orang lain ” (Al-Hujurat : 12)

"Wati sana iuku ma sanai nai. Wati sana mori wati ntatu doho ra maru. Mori di rasa mpoi dima sarusa. Ra mori ai to'i sampe tua ka te'a Ma wati wau cengga ra ti'a.Na mpoi dima ncara ro kancaru. Na mpoi dima pili ra pule. Dawara dirawi ngena ro sadia uru rawi dou"

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat".(Surat Asy-Syura Ayat :11)

"Lao lampa sampela mpoi dima pule. Kapisi dunia ra ala ngupa siwe di ola. Sampela poda ngupa siwe didoho pedu. Daa na sai ro sampungu nggao kaiba dou mampanga. Ese na wera lao landa kai oha waru.. Ede da neemu aka ra kira siwe awa mai siwe kore. Wati wara ra sara salalo awa na ncai teka sire"

فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّون

“Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya”.(Al-Maidah Ayat 54)

"kone ngaji tera ntene mpa dima nangi toro. Kone, konemu ngaji wadu ntene mpa mimi ra wedu, konemu ngaji haju ntene mpa di ma so'o ra heja. Sia doho mara raka mahabba dima gaga ro heba"

لأَنْ يُطْعَنَ فِيرَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمُخيطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرُلَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

 

Baca Juga :


“Kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik baginya daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya”.(HR. Bukhari Muslim) 

"Au ma woko ese mai ba woke woko wua wila di hela dua la wili mancoki di weli. Au ma woko awa maiba woke woko ma haka daloa kone di hako bee ma hako na dosa duruhaka"

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ

Dan janglah kalian menggauli sejenismu untuk melepaskan nafsumu, (QS. Al-A’roof Ayat: 81)

"Wati lama lama hantana tlpo sama jenis kelamin. Ntene mpa disa kone manggahiku dosa. Ndake si ruku nandadi isi ana raka Nandake romo haju ka'a ruma"

وَأَذِّنْ فِي النَّـاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيـقٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,” (QS. Al-Hajj : 27)

"Na waura toho na ese sidrati muntaha. Ra toho wi'i samena au di wa'a . Ma tampu'u ma raso ra ake kaina nabi ro rasul.. Ka na'e do'a ruma na ka de'e . Aina weta maki ma neesi eda dana maka. Na bararea dou ma kani ihra. Katenggo weki na luusira wukuf. Diki ra tuwu kai kalampa rawi tawaf. Aina hanta ra su'u makalampa si rawi sa'i. Wati wra hela dou doho tahallul . Nantau si sisa sadiapura ademu dima susa. 

Nari nari lu'u jabal nur. Aina huru hara lu'u gua hira. Hidi la Mahama mara ulu wati wa'u di ili". 

Sebelum pena penulis kehabisan Tinta. Ada secuil harapan yang penulis titip dalam artikel ini. Sekarang telah hadir era milenial, era dimana masyakarakat berasumsi bahwa moderinis adalah saya dan budaya adalah kampungan, Asumsi- asumsi seperti inilah yang harus ditakar oleh kita sebagai pewaris budaya, dengan menyodorkan kepada mereka bahwa budaya, dalam hal ini patu dan kapatu adalah sesuatu yang harus tetap hidup, karena sebagian kokohnya islam di tanah Babuju itu karena patu dan kapatu. salah satu untuk mengkokohkan islam di tanah Mbojo yaitu gaungkan islam dengan narasikan Patu dan Kapatu, agar masyakat mau membaca, lalu mengikuti hajatan hajatan agama, dan islam budaya atau budaya islam tetap kokoh dan lestari dalam keadaan apapun. (Uba Leu)

 

 

 

 

 

 

 

 



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan