logoblog

Cari

Menelusuri Jejak Para Cendekia; Potret Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Perspektif Organisasi

Menelusuri Jejak Para Cendekia; Potret Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Perspektif Organisasi

Oleh: Hamsaturrahman Akhir-akhir ini kita sering dihadapkan pada problematika kepemimpinan "Krisis kepemimpinan" yang memang telah menjadi perbincangan yang hangat dikalangan para

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
19 Juli, 2019 08:21:47
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2669 Kali

Oleh: Hamsaturrahman

Akhir-akhir ini kita sering dihadapkan pada problematika kepemimpinan "Krisis kepemimpinan" yang memang telah menjadi perbincangan yang hangat dikalangan para elit politik maupun pemuda pada Umumnya. melihat kepemimpinan tak akan pernah jauh dari sudut pandang profesionalitas dan kapasitas oknum-oknum yang memimpin sehingga penilaian itu akan berangkat pada figuritas diri yang termanifestasi dalam kecakapan berkomunikasi, kemampuan admistratif, kemampuan dalam mengkonstruksi ide, kemampuan sebagai penggerak dan kemampuan untuk menopang kerja-kerja kepemimpinan. 

Potensi itu merupakan suatu kebutuhan yang urgensif dalam hal kepemimpinan, karena dengan potensi itu poros kepemimpinan akan terlihat kuat, roda kepemimpinan akan berjalan kondusif sesuai dengan prospek yang diidamkan. kepemimpinan yang diharapkan tersebut haruslah betul-betul sudah menjalani proses secara masif. dan nampaknya kriteria itu hanya dapat kita jumpai didalam diri para cendekia, sebab cendekia adalah orang yang sudah bertatih dan terlatih didalam suatu laboratorium ilmiah berupa kampus maupun wadah organisasi dengan berbagai tuntutan aktivitas dan rutinitas yang produktif mulai dari belajar berkomunikasi, memenej suatu kegiatan, memperkaya pengetahuan dengan membaca hingga berdialog dan berdiskusi. sehingga karakter mereka terbentuk oleh karena rutinitas yang selalu mengasah kepribadian dan Fikiran.  

Mereka  menjadi pribadi yang mampu menggunakan ketajaman berfikir, kecerdasan, kebijaksanaan dan kedermawanan dalam setiap kondisi yang mereka hadapi. Namun tampaknya sosok kepemimpinan itu amatlah jarang kita jumpai didalam konteks pemerintahan maupun keorganisasian karena redupsi semangat belajar dan minimnya aktivitas diskusi serta kurangnya partisipatif dalam suatu kegiatan. penulis menganalisis bahwa karakter dan kompetensi para cendekia terbentuk dari aktivitas-aktivitas semacam itu, bukankah semangat belajar "membaca" selalu memberikan warna baru dalam proses berfikir, bukankah berdialog selalu memberikan edukasi etika komunikatif sehingga mereka akan banyak disegani oleh karena kepandaiannya dalam mengemukakan suatu gagasan baik itu pada suatu forum-forum kecil maupun didepan khalayak.  

 

Baca Juga :


Bukankah keterlibatan aktif dalam kegiatan-kegiatan organisatoris dapat memperkaya pengalaman dalam aspek administratif dan menajemen keanggotaan, sehingga mereka akan dihadapkan pada watak individu-individu yang beragam dan itu yang harus coba dipahami sampai kita menemukan celah pemersatu dalam rangka membangun kesolidan Untuk menjawab kebutuhan organisatoris. 

berdasarkan Argumentatif ini, penulis berkesimpulan bahwa idealnya kepemimpinan harus terlahir dari rahim para cendekia, bukan karena semata-mata kehebatan komunikasi politik atau propaganda masa, tetapi haruslah yang memiliki visi-Misi yang autentik membangun dan dapat mereka pahami sehingga  itulah yang harus di perjuangkan secara Profesional dan konsisten.



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan