logoblog

Cari

Pesta Telah Usai Saatnya Merajut Persatuan

Pesta Telah Usai Saatnya  Merajut Persatuan

Tidak terasa, pesta demokrasi lima (5) tahunan telah berlalu dengan telah di putuskannya sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa

Opini/Artikel

Yas Arman Al Yhok
Oleh Yas Arman Al Yhok
01 Juli, 2019 18:01:46
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 289 Kali


Tidak terasa, pesta demokrasi lima (5) tahunan telah berlalu dengan telah di putuskannya sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa hari yang lalu. Pemenang bukanlah berada pada sisi sebelah saja, namun hasil pemilu di menangkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Menarik yang di sampaikan oleh ketua MK ketika belum membacakan putusan, di sampaikannya bahwa keputusan ini memang tidak bisa memuaskan seluruh pihak, namun inilah hasil putusan yang memang harus di terima oleh seluruh pihak. 

Pemilu 2019 lalu, telah memberikan kita beberapa catatan, yang akan menjadi sejarah yang tidak bisa akan di lupakan oleh seluruh bangsa Indonesia. Kejadian demi kejadian, proses demi proses mengiringi perjalanan demokrasi kita. Inilah proses pendewasaan menuju bangsa ini bermartabat di hadapan bangsa luar. Perjalanan pemilu kita, memang masih belum di katakan sempurna, namun kekurangan demi kekurangan ini akan menjadi sebuah catatan yang nantinya harus di perbaiki di tahun-tahun berikutnya.

Pesta besar ini kini telah usai, kita semua adalah pemenang karena telah bersama mensukseskan pesta besar ini. keraguan dan kecemasan bahwa akan terjadi konflik besar telah kita jawab dengan kebersamaan. Perbedaan pilihan tentu mutlak adanya, karena tuhan pula menciptakan mahluknya berbeda-beda untuk saling mengenal. Pilihanpun boleh sama, dan boleh berbeda namun persatuanlah yang utama. 

Bangsa Indonesia telah memberikan contoh yang sangat luar biasa, dengan kehidupan yang sangat majemuk namun saling menghargai dan saling menghormati. Keberadaan suku yang berbeda, agama yang berbeda menjadikan Indonesia terajut dalam sebuah bingkai yang teduh yakni persatuan. Pesta demokrasi bukan menjadi buah pertikaian untuk bangsa ini, melainkan untuk mengeratkan kembali tapi persatuan kita sebagai sesama anak bangsa. 

Pemilu 2019 telah mencatatkan beberapa peristiwa penting yang harus kita ingat bersama, peristiwa kerusuhan 21 Mei misalnya, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran kita bersama, bahwa di tahun berikutnya tidak boleh ada nyawa yang harus hilang hanya karena perbedaan pilihan. Karena kita semua bersaudara, saudara sebangsa dan se tanah air yakni bangsa Indonesia. Pertikaian hanya akan menghasilakn sebuah perpecahan, yang ini tentu diinginkan oleh bangsa luar agar mudah masuk kembali menjajah kita seperti sejarah berabad-abad yang lalu. Fanding father kita tentu tidak pernah menginginkan perpecahan bangsa ini hanya karena perbedaan pilihan di pemilu. 

Sekarang ini, mari bersama kita lepas baju pilihan itu, bakar sikap kecurigaan itu, saat nya kita merangkul sesama. Saatnya kita bergandengan tangan bersama saudara sebangsa, rajut kembali tali persatuan yang kemarin mulai terlepas. Bersama-sama menatap masa depan Indonesia yang lebih baik. Bangsa ini bukan hanya milik pihak yang satu ataupun pihak yang satunya namun bangsa ini adalah milik bersama. Kita perlihatkan kepada orang-orang yang ingin memecah belah kita, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa persatuan, bangsa yang di kokohkan dengan kebersamaan, bangsa yang di besarkan karena persaudaraan. 

 

Baca Juga :


Bangsa Indonesia, kita harus tahu bahwa berakhirnya pesta pada tahun 2019 ini harus  kita jadikan sebagai momentum evaluasi diri bersama, bahwa bangsa ini harus tetap tegar dalam setiap cobaan. Bangsa ni akan tetap kokoh dalam setiap ujian, jika para rakyatnya tetap dalam persatuan. Kemarin kita di coba di adu domba, di provokasi agar kita saling membenci, saling mencaci bahkan saling bertikai, namun ujian itu kita sama-sama telah lalui, bahwa kunci dari itu sudah di titipkan oleh pendahulu kita, bahwa persatuan adalah solusi setiap permasalahan yang akan kita hadapi. Bangsa-bangsa lain yang ingin menguasai Negara kita, tetap mengintai di luar pagar kita, namun jika masih kobaran api semangat persatuan pagar itu takkan mampu mereka lewati. Keberadaan persatuan ini, harus tetap kita jaga, harus tetap kita rajut bersama, jangan biarkan sekecil apapun merobeknya.    

Sebagai bangsa Indoensia yang mencintai bangsanya, penulis ingin mengajak kita semua, mari lupakan semua perbedaan pilihan itu, mari kembali kita saling menyapa antar saudara, yang mungkin beberapa bulan lalu tidak pernah kita sapa akibat perbedaan itu, tidak pernah gotong royong akibat perbedaan pilihan itu bahkan tidak saling mengunjungi ke tempat kerabat akibat perbedaan itu. Pesta telah usai, saatnya membereskan sisa-sisa sampah yang telah kita buat bersama. Tak ada pesta yang takkan berakhir, semua miliki akhir yang manis di pihak satu dan pihak pahit pada pihak lainnya. Namun yang terpenting adalah kegembiraan yang kita rasakan bersama ketika pesta itu. 

Pesta takkan menarik jika tidak ada proses di dalamnya, dan pesta tahun ini merupakan pesta yang sangat luar biasa sukses untuk bangsa Indonesia. Bukan karena telah melahirkan pemimpin saja, namun sukses karena tidak ada kejadian yang dapat membahayakan keberlangsungan bangsa ini kedepan. Kita telah sukses untuk menerima segala kemungkinan, karena pesta ini hanya sekedar pilihan menentukan siapa yang akan memimpin kita 5 tahun kedepan. Namun harus diingat bahwa bukan mereka yang akan hidup 5 tahun kedepan bersama kita, namun saudara-saudara kita sebangsa. Yang setiap hari, duduk bersama kita, berbincang bersama kita, bekerja bersama kita. Kekuatan terbesar bang ini adalah bagaimana sampai detik ini, mampu merajut dan mengokohkan semangat persatuan, semanagat kebinekaan dan semangat persaudaraan. Semoga para pembaca, sudah menyapa tetangganya, saudaranya, kawannya yang mungkin kemarin berbeda pilihan dengan kita. Sekali lagi ingat Pesta telah usai saatnya merajut persatuan demi bangsa ini lebih baik, lebih bermartabat di masa yang akan datang. Amiin



 
Yas Arman Al Yhok

Yas Arman Al Yhok

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan