logoblog

Cari

Dispar Lotim Harus Segera Menambah Desa Wisata

Dispar Lotim Harus Segera Menambah Desa Wisata

KM. Sukamulia - Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 239 desa dan dari 239 desa itu hanya ada 25 desa yang ditetapkan

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
01 Juli, 2019 01:44:02
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2584 Kali

KM. Sukamulia - Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 239 desa dan dari 239 desa itu hanya ada 25 desa yang ditetapkan sebagai Desa Wisata. Terkait dengan hal itu, Dra. Ambar Rukmini, M. Pd menilai bahwa jumlah Desa Wisata di Lombok Timur masih sangat kurang sekali. Beliau juga menyarankan kepada Dispar Lotim supaya segera menambah jumlah Desa Wisata di Lotim.

Membangun Pariwisata di Pinggiran merupakan salah satu program Pemerintah Pusat untuk membangkitkan dan meningkankan taraf perekonomian masyarakat pinggiran, termasuk di Kabupaten Lombok Timur ini.

Kepala Diputi Pengembangan dan Kelembagaan, ASDEP Pengembangan Manusia Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga (Dra. Ambar Rukmini, M. Pd) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan di pinggiran pada program Membangun Pariwisata di Pinggiran bukanlah daerah pinggiran di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan atau jauh dari keramaian. Namun, yang dimaksud dengan pinggiran dalam program ini adalah daerah pedesaan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata, seperti desa-desa yang ada di wilayah Lombok Timur. 

Terkait dengan hal itu Dra. Ambar Rukmini, M. Pd mengatakan,  di Lombok Timur akan dilaksanakan program Membangun Pariwisata di Pinggiran, tetapi bukan berarti bahwa Lombok Timur adalah pinggiran. Artinya, di Lombok Timur banyak daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata dengan membangunnya menjadi Desa-Desa Wisata dan perlu untuk diberikan pasilitas-pasilitas pendukung".

Beluau juga menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata mempunyai kebijakan bahwa di tahun 2019 ini Kemenpar mempunyai target harus mencapai Desa Wisata sebanyak 2.000 Desa Wisata di seluruh Indonesia. 

"Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan adanya Desa Wisata di setiap daerah. Kalau hanya ada 25 Desa Wisata dari 239 Desa di Lombok Timur, maka itu masih sangat kurang sekali", tegasnya kepada peserta Gerakan Sadar Wisata di Destinasi Pariwisata Kabupaten Lombok Timur yang diselenggarakan di Otak Kokok Joben pada tanggal 26 Juni lalu.

Untuk memacu keterlaksanaan program itu, ASDEP mebangun MOU dengan dosen di 63 universitas yang ada di Indonesia untuk membina dan melakukan pendampingan di Desa Wisata dengan memanfaatkan mahasiswanya ber-KKN di Desa-Desa Wisata.

Untuk di Lombok Timur belum ada MOU untuk hal itu yang artinya bahwa saat ini Kemenpar belum membangun MOU dengan dosen di universitas yang ada di Lotim untuk membina dan melakukan pendampingan kepada desa yang sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata di Lombok Timur.

"Kami berharap agar Dinas Pariwisata Lombok Timur segera menambah jumlah Desa Wisata dengan mengusulkan desa-desa di Lombok Timur yang saat ini memiliki potensi wisata kepada Kemenpar RI", harap Dra. Ambar Rukmini, M. Pd.

 

Baca Juga :


Beliau juga berharap untuk segera membangun MOU dengan dosen di universitas yang ada di wilayah Lombok Timur supaya nantinya universitas-universitas tersebut melepas mahasiswanya KKN di Desa Wisata yang sudah ada.

Melihat jumlah seluruh desa yang ada di Lombok Timur dengan jumlah desa yang sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata melalui SK Gubernur NTB tentang 99 Desa Wisata di NTB maka tidak salah jika Dra. Ambar Rukmini, M. Pd menyatakan bahwa Desa Wisata di Lombok Timur masih sangat minim sekali.

Di dalam SK Gubernur NTB itu hanya tertera 18 nama Desa Wisata di Kabupaten Lombok Timur, yakni Tetebatu, Sembalun Bumbung, Kembang Kuning, Pringgasela, Tanjung Luar, Jeruk Manis, Sekaroh, Sembalun Lawang, Lenek Ramban Biak. Jerowaru, Labuhan Pandan, Sugian, Lenek Pesiraman, Bebidas, Senanggalih, Seriwe, Sapit dan Sembalun.

Artinya, di Lombok Timur hanya ada 7.53% desa di Lotim yang sudah menjadi Desa Wisata dan atau jika menurut pengakuan pengakuan pihak Dispar Lotim yang mengatakan bahwa di Lotim ada 25 Desa Wisata, maka itu berarti bahwa hanya terdapat 10.46% desa yang sudah menjadi Desa Wisata. 

Tentunya jumlah itu masih sangatlah minim yang padahal di Lombok Timur terdapat 60-an desa yang sudah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang artinya bahwa sesungguhnya di Lombok Timur sudah terdapat 60-an desa yang memiliki potensi wisata yang sudah dikelola dan dikembangkan. 

Di luar desa yang sudah memiliki Pokdarwis juga terdapat puluhan desa yang sudah mengembangkan dan mengelola potensi wisata desa mereka. Itu berarti bahwa pada dasarnya, Dinas Pariwisata Lombok Timur harus segera melakukan kajian dan pendataan secara profesional terhadap potensi wisata yang tersebar di ratusan desa yang berada dalam wilayah administratif Lotim dan mengusulkannya sebagai Desa Wisata kepada Kemenpar, lebih-lebih pihak Kemenpar sudah memberikan lampu hija tentang hal itu.
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan