logoblog

Cari

Gempa Bukan Semata-mata Sebab Wisata

Gempa Bukan Semata-mata Sebab Wisata

KM. Sukamulia - TGH. Ruslan Gunawan, LC menyatakan bahwa gempa yang menimpa Lombok bukan semata-mata disebabkan oleh wisata. Pernyataan itu beliau

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
28 Juni, 2019 22:30:45
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3043 Kali

KM. Sukamulia - TGH. Ruslan Gunawan, LC menyatakan bahwa gempa yang menimpa Lombok bukan semata-mata disebabkan oleh wisata. Pernyataan itu beliau sampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan beberapa orang peserta Gerakan Sadar Wisata yang diselenggarakan oleh Kemenpar RI di Otak Kokok Joben (26/06/2019).

"Menanggapi persepsi sebagian masyarakat Lombok dan Sembalun pada khususnya yang mengatakan bahwa wisata adalah penyebab terjadinya bencana gempa, lebih-lebih saat dibuka pendakian Rinjani gempa kembali mengguncang Lombok. Menurut hemat (sikap) saya, itu adalah dua hal yang berbeda, ada hukum alam dan gukum kita (manusia)", papar Tuan Guru Muda Lombok yang merupakan Alumni Al-Azhar Kairo itu.

Beliu menegaskan, kalau berpikir matematis dan logika, yang paling banyak maksiat justeru di Amerika, terus kenapa disana tidak mau gempa. Atau di Israel yang terlalu banyak maksiat, kenapa di sana ga pernah gempa. 

"Jadi bencana itu tidak semata-mata disebabkan oleh maksiat", tegas Ruslan Gunawan.

Memang terdapat ayat dan dalil yang menjelaskan tentang hal itu, namun tidak selamanya seperti itu. Misalkan, di Bali wisata berkembang pesat dan sepertinya maksiat banyak sekali di sana, namun mengapa Bali tidak diguncang gempa ?. Mengapa Lombok yang diguncang gempa berkali-kali ? 

"Sekali lagi, ini adalah hal yang berbeda, ada hukum alam dan hukum manusia", lanjutnya. 

Belia memberikan landasan pemikira dengan contoh dua orang penyelam. Seorangnya non muslim dan yang satunya orang muslim. Penyelam non muslim sudah terlatih dan menggunakan savety, sedang penyelam muslim tidak terlatih dan tidak menggunakan savety. Ketika mereka berenang di lautan, siapakah yang akan lebih dahulu diselamatkan oleh Allah ? Tentunya yang akan selamat adalah orang non muslim tadi sebab ia pandai berenang dan juga menggunakan savety. 

 

Baca Juga :


Jadi ada hukum alam. Allah juga tidak selamanya menimpakan bencana sebab kemaksiatan.

Menurut TGH. Ruslan Gunawan, ada empat versi terjadinya bencana. Yang pertama adalah peringatan dan teguran, yang kedua adalah siksaan atau azab, yang ketiga adalah bencana datang untuk mengangkat derajat, harkat dan martabat manusia yang ditimpanya, dan yang keempat adalah ujian bagi hamba yang beriman dan saleh.

''Terkait denga hal itu, bisa jadi bencana gempa yang menimpa Lombok atau Sembalun pada khususnya adalah cara Allah untuk meningkatkan derajat Lombok atau Sembalun pada khususnya, lebih-lebih orang-orang Sembalun soleh-soleh, masjidnya selalu ramai, masyarakarnya ramah tamah. Jadi tidak semata-mata, gempa mengguncang Sembalun sebab di sana banyak kemaksiatan oleh perkembangan wisata", papar Tuan Guru Revolusioner asal Sakra Barat itu.

Di ahir pidatonya, beliau menegaskan supaya kita arif dan bijaksana dalam menilain dan mengembangkan wisata. Beliau jg berharap supaya kita selaku warga Lombok senantiasa menjaga moral, etika dan kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata Lombok ke depan.

Semoga pernyataan dan penjelasan Tuan Guru tadi kiranya dapat menjadi renungan dan pencerahan bagi kita, khususnya warga Lombok yang ahir-ahir ini mengkisruhkan maraknya perkembangan wisata Lombok sebagai penyebab utama terjadinya bencana gempa yang sempat memporak-poranda sebagia wilayah Lombok.
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan