logoblog

Cari

Bahasa Dan Dialek

Bahasa Dan Dialek

Bahasa adalah gagasan batin seseorang atau kelompok masyarakat. Bahasa dapat menjadi cermin dari suasana batin kelompok masyarakat pada suatu zaman. Bahasa,

Opini/Artikel

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
15 Mei, 2019 08:11:32
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 323 Kali

Bahasa adalah gagasan batin seseorang atau kelompok masyarakat. Bahasa dapat menjadi cermin dari suasana batin kelompok masyarakat pada suatu zaman.

Bahasa, bukanlah sekedar susunan kata yang terucap lewat mulut yang tidak merujuk pada aspek hidup dan dinamika sosial. Namun demikian, ada kepercayaan dari para ahli linguistik bahwa, keragaman dialek, sesungguhnya tidak dapat lepas dari rumpun yang menjadi payung dari kelahirannya.

Pada sebuah kesempatan diskusi dengan teman yang pernah mencermati perkembangan bahasa daerah di Nusantara, apresiasi cukup tinggi diberikan kepada bahasa Sasak. Komentar mereka, Bahasa Sasak itu sangat megah. Kemegahan itu terlihat pada dialek yang begitu beragam, hingga pada keragaman istilah penyebutan yang dapat berbeda dari kelompok masyarakat. Antar kampung yang hanya berjarak jalan atau tembok.

Bahasa Jawa saja hanya memiliki sekitar 27 dialek, dengan wilayah yang sangat luas. Namun bahasa Sasak demikian kaya dengan dialek dan aneka atribut kebahasaan yang terkandung di dalamnya.

Anggapan orang luar terhadap kemegahan bahasa Sasak patut dibanggakan, karena daerah yang tergolong tidakluas secara geografis, namun memiliki bahasa yang demikian kaya. Hal ini tentunya memncerminkan kedinamisan masyarakat sasak dahulu.

Demikian juga, bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan manusia yang penting. Bahasa, oleh manusia tidak hanya digunakan untuk mengekspresikian pikiran, tetapi lebih dari itu, untuk mengkonseptualisasikan dan menafsirkan dunia yang menligkupinya.

Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa Sasak terbagi menjadi banyak dialek dan sub dialek yang terbentuk berdasarkan wilayah pemukiman. Dari analisa sepintas atas data kebahasaan (bahasa Sasak), diperoleh gambaran bahwa, di antara desa desa yang pernah  dijadikan sampel penelitian (90 desa penutur bahasa Sasak) tidak ada satu desa pun yang tidak dipisahkan oleh garis perbedaan unsur bahasa. Artinya, setiap desa memiliki cirri kebahasaan yang membedakannya dengan dengan ciri kebahasaan di desa lainya.

Sementara itu, mengikuti pelpisan sosial yang ada, bahasa Sasak juga mengenal tingkatan bahasa menjadi Bahasa Halus (sasak: Base Alus) dan Bahasa Pergaulan (Sasak:Base Jamaq). Bahase Alus dibagi dibagi menjadi Base Datu, dipergunakan kepada kalangan Bangsawan Golongan Menak Tinggi dan Base Alus itu sendiri.

Tetapi seiring punahnya Golongan Menak Tinggi (sasak:datu), yang dominan disebabkan karena perkawinan tidak sekufu (setara), maka pengunaan Base Datu menjadi sangat langka, bahkan hampir tidak dipergunakan lagi. Tidakada usaha, baik oleh kalangan bangsawan Sasak sendiri, budayawan atau pemerintah untuk menginventarisir Base Datu ini, sehingga generasi sekarang kebanyakan tidak mengenalnya.

Base Alus sendiri, ada kecenderungan semakin enggan digunakan,salah satu penyebabnya,karena dipandang sebagai bentuk feodalisme, padahal tidak ada larangan seseorang menggunakan Base Alus dikalangan siapa saja, sebagai alat komunikasi yang lebih tertutur dan santun.

 

Baca Juga :


Di wilayah utara meliputi Bayan, Tanjung dan sekitarnya,kelompok bangsawan masih menggunakan gelar Datu (untuk laki-laki) dan Dinde (untuk wanita), tetapi bahasa yang digunakan bukan lagi Base Datu, baik dengan strata social  yang sama ataupun kalangan rakyat biasa. Tinggallah sekarang Base Alus yang digunakan di kalangan menak menegah. Selebihnya Base Jamaq yang digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari.

Bervariasinya bahasa Sasak ke dalam berbagai dialek, merupakan gejala menrik, karena antara dialek yang satu dengan yang lain cukup jauh perbedaannya. Secara garis besar, di Lombok terdapat empat dialek yaitu, dialek Pejanggik, Dialek Selaparang, Dialek Pujut dan dialek Bayan.

Dialek Pujut digunakan pada wilayah-wilayah bagian Selatan Pulau meliputi; sedikit di Praya Timur hingga ke Jerowaru (Lombok Timur). Di wilayah bagian Tengah Pulau, dialek Pujut digunakan penduduk di kecamatan Jonggat (Lombok Tengah). Dialek Pujut juga dijumpai pengunanya di tengah-tengah diantara pengguna. Dialek Pejanggik dan Selaparang, seperti di desa Pademare (LombkTimur).

Di wilayah Kabupaten Lombok Barat, dialek Pujut juga berkembang penggunaannya di bagian Selatan meliputi; Sekotong sampai Labulie. Sedangkan di Kabupaten Lombok Utara, digunakan penduduk Desa Santong yang merupakan penduduk migrant dari etnik Pujut yang mengikuti program transmigrasi lokal yang diprakarsai pemerintah pada decade tahun 170-an.

Dialek Bayan, sebagian besar digunakan di bagian Utara Pulau, meliputi Kecamatan Pemenang, Tanjung, Ganggadan Bayan. Selanjutnya ke  wilayah Timur meliputi Sembalun, Obel-obel, Wanasaba dan Suralaga di Kabupaten Lombok Timur.

Di antara dialek yang ada, dialek Pejanggik adalah yang paling banyak pemakainya. Antara dialek yang satu dengan yang lain, kendatipun dapat saling memahami, tetapi beberapa kata dan istilah mempunyai arti yang sangat berbeda. Demikian halnya dengan dialek Bayan. Dialek ini nampaknya paling sukar dimengerti oleh pengguna dialek lain.

Dari segi karakter bahasa yang terdengar dalam intonasi berbicara secara musical bahasa Sasak, tergolong bernada lembut, seperti cara berbicara orang Sakra. Pengguna dialek Pejanggik, nada yang cukup merdu dijumpai di Mantang kecamatan Batukliang (Lombok Tengah) dan Puyung. Sedangkan pengguna dialek Pujut, berbicara dengan karakter nada yang lebih cepat dan meghentak. (LPangkat Ali)



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan