logoblog

Cari

Percepatan, RTG Kapan Bisa Tuntas, Warga Tinggal Di Berugak

Percepatan, RTG Kapan Bisa Tuntas, Warga Tinggal Di Berugak

Tak terasa kini sudah sepuluh bulan sudah berlalu gempa beruntun yang memporakporandakan Desa Kami. Mengakibatkan rumah rusak berat, termasuk fasilitas pendidikan,

Opini/Artikel

SATARIYA MADAYIN
Oleh SATARIYA MADAYIN
11 Mei, 2019 00:57:01
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3723 Kali

Tak terasa kini sudah sepuluh bulan sudah berlalu gempa beruntun yang memporakporandakan Desa Kami. Mengakibatkan rumah rusak berat, termasuk fasilitas pendidikan, tempat ibadah dan perkantoran.

Sebagian warga terdampak gempa, masih di antara kami yang merasa trauma menempati hunian tetap yang telah dibangunkan oleh Pemerintah. Bahkan, masih ada yang menempati hunian sementara. Demikian juga proses beribadah menunaikan sholat tarawih kami maaih memanfaatkan masjid sementara sementara yang material bangunannya sebagaian dari sisa reruntuhan dengan atap baja hasil dari swadaya Jama'ah.

Kami berharap Pemerintah dapat dengan segera membangunkan kami Masjid yang permanen, sehingga dapat menambah semangat Para Jama'ah untuk menunaikan ibadah di masjid.

Selain daripada pasilitas umum, ada juga masyarakat yang hingga saat ini masih belum menikmati rumah bantuan dari Pemerintah, oleh karena beberapa kendala, diantaranya karena material yang belum semuanya diterima oleh warga. Hal ini juga dialami oleh tetangga saya atas nama ZAINUDIN, dan SEN NUR. Dalam hal ini saya tidak tau betul umurnya namun mereka sudah termasuk Warga yang Lanjut Usia. Karena tak ada pilihan lain, mereka harus tetap tinggal di rumah hunian sementara.

Meski sudah banyak konsep yang digunakan Pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan, namun sepertinya belum mampu mengimbangi tuntutan masing-masing warga terlebih lagi bila berhubungan dengan penyedia barang dan jasa yang tidak berani mengambil resiko untuk mengambil tindakat kerja sebelum melakukan transakasi ril tanpa berhutang...

Sejatinya dalam memilih konsep rumah hunian tetap (Huntap) sebagian masyarakat, banyak di antara kami masih ragu. Untuk konsep RISHA yang telah melalui berbagai uji ketahanan dan terbukti tahan tehadap guncangan gempa dahsyat, karena kami masih "trauma beton".

Di sisi lain, guna kelancaran proses pembangunan Rumah Tahan Gempa, Pemerintah Desa telah melakukan berbagai tindakan diantaranya menyiapkan data-data penting sesuai permintaan Pemerintah Daerah dan Instansi terkait, yang demikian itu, tak jarang Pemerintah Desa merasa kewalahan akan pengelolaan data yang mungkin karena terlalu banyaknya birokrasi. Hari ini penyesuaian data, keesokan harinya lagi penyesuaian data, begitu seterusnya yang akhirnya data itu menjadi tambah rumit saking banyaknya file sama dengan kendala dan penyesuaian yang berbeda...

Petunjuk pengerjaan di antara sekian petunjuk pengerjaan telah dilaksanakan namun tetap saja warga masih menerima janji mungkin besok, mungkin lusa, hingga banyak yang menyatakan bosan dengan janji, dan menimbulkan problema baru, seperti pergantian Pokmas, Pergantian Pilihan Konsep RTG, sampai dengan berprasangka buruk terhadap Ketua Pokmas. Padahal itu semua karena ketiadaan uang untuk melakukan pembayaran Barang dan Jasa.

Hhhmmm...
Dari semua itu cukup sebagai pengalaman, merasakan betapa saya mampu bersukur karena masih di beri nikman dunia oleh Allah SWT. Untuk tetap tegap menjalani rutinitas pasca bencana. Alhamdulillah...

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan