logoblog

Cari

Libido Politik

Libido Politik

Libido Politik Oleh: Soekarno el-Fadhil Dahlanisme Oh nafsu, hasrat menggapai kedudukan tiduri diri di batas khayalan. Mana mahkota raja yang diukir

Opini/Artikel

Hendra doping
Oleh Hendra doping
03 Mei, 2019 16:32:29
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 595 Kali

Libido Politik
Oleh: Soekarno el-Fadhil Dahlanisme

Oh nafsu, hasrat menggapai kedudukan tiduri diri di batas khayalan. Mana mahkota raja yang diukir di atas tahta langit ke tujuh terbuai angan belaka. Syahwat politik membabi buta meraih asah di senayan sana, dogma harga diri dibuang dengan harta melimpah ruah.

Begitu tinggi gairah politik dengan sabda sang maha bisa, rupiah sangat berharga akan wibawa yang dibangun pada rakyat biasa agar kharisma ditonton di muka dunia.
Hai para bedebah, jangan hanya pandai berdebat perkara politik sesaat, jika datang keluhan rakyat maka perhatikan sengsara hidup di bawah jambat.

Tetua adat perwakilan rakyat menebar janji tak punya bukti,
mana ada investasi sosial jika suara dibayar uang penutup hutang.
Syahwat politikpun membabi buta tak kenal kalangan remaja, muda, ataupun tua, karena kepentingan menitip nama dalam struktur penguasa. 

Preman berjubah berfatwa soal agama hingga ia dijadikan ulama'. Andai peci, sorban, serta pakaian menjadi sorotan bahwa mereka ialah orang yang paling bertaqwa, maka semua kebusukan bisa disulap sekejap mata dengan sentuhan ceramah bermerk propaganda, mencampur baurkan isu Sara pada kepentingan penguasa di Republik Jenaka.

 

Baca Juga :


Sabda Nabi dalam sebuah riwayat "Yabi'u Dinahu bi 'Arodin Min al-Dunia" (Menjual Agama demi kepentingan dunia), terbukti dalam sejarah perjalan politik bangsa Indonesia, pada dekade kekinian.
Muncul pemuka Syari'ah, dengungkan pengajian fitnah pemecah belah ummah di depan dinding media masa. 
Kyai youtube tebar pesona dipermukaan, memberi ajaran serta ajakan pada jamaah awam Agama, hingga terpesona akan dalil kekerasan menabuh gendang peperangan. Jika saja fondasi Indonesia tidak kuat dengan dogma "Hubbul Wathoni Min al-Iman" (Cinta Tanah Air Sebagaian dari Iman), maka Indonesia sebagai tanahnya syurga, tongkat ditanam tumbuh senjata, hancur berkeping-keping seperti beberapa Negara Islam di luar sana.

Sungguh kejam dunia politik, saudara, sahabat, keluarga bisa saling tikam, menjadi tumbal serta korban, demi sorotan publik membicarakan mereka sebagai tokoh kenamaan. 
Sudahilah pertikaian kepentingan siapa sosok negarawan terbaik !. Rajut kembali kebhinekaan, sebab keselamatan Negara dan Bangsa ialah tonggak utama, bukan pada siapa yang berkuasa.

~INDONESIA NEGARA BERAGAMA~



 
Hendra doping

Hendra doping

Yusril Ihza Mahendra Sinah, 21 januari 1997 Dusun Sinah Desa Pengembur Pujut Loteng Mahasiswa UNU-NTB Prody Ekonomi Islam 082340953891

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan