logoblog

Cari

Kemenangan Kontespol Antara Media Sosial Vs Media Mainstream

Kemenangan Kontespol Antara Media Sosial Vs Media Mainstream

  Indonesia ditahun 2019 bisa saja mengakukan diri sebagai negara yang sukses dalam melaksanakan demokrasi. Bagaimana tidak, pemilu serentak antara pemilihan

Opini/Artikel

Uba Leu
Oleh Uba Leu
24 April, 2019 09:10:39
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3553 Kali

 

Indonesia ditahun 2019 bisa saja mengakukan diri sebagai negara yang sukses dalam melaksanakan demokrasi. Bagaimana tidak, pemilu serentak antara pemilihan para legislator untuk duduk di Senayan dan yang banyak menyita perhatian rakyat Indonesia atau bahkan dunia tentunya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah sukses melaksanakan pemilu setentak walaupun menuai banyak kritikan maupun hambatan dalam setiap pelaksanaan pemilu. 

Saya mengajak untuk menganalisa berbagai persoalan yang muncul sesudah pemilihan berlangsung. Salah satunya adalah pengklaiman soal kemenangan dalam pemilu 2019 ini. 

Hasil Quick qount (perhitungan cepat) jelas memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan persentase dikisaran 55%, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi masih berkutat pada angka 45%. Ini merupakan hasil daripada siaran pada media mainstream (TV) yang menyiarkan bagaimana hampir semua lembaga survey yang memenangkan pasangan 01. 

Tetapi tak butuh waktu banyak bagi para fanatisme maupun pendukung 02 untuk membantah kemenangan 01. Lewat media sosial (fb, instagram, twiiter, WA, dll) berbondong-bondong menghidupkan kembali nyawa 02 lewat video, dokumenter tentang banyak kecurangan, lewat status medsos yang mengklaim 02 memenangkan kontestasi politik tahun 2019 ini. 

 

Baca Juga :


Persoalan saling mengkalim kemenangan jelas membuat kegaduhan dan kestabilan bangsa. Rakyat yang notabene yg menjadi wasit dalam hal ini jelas dibuat bingung dengan adanya saling mengklaim diri dari para calon. Pesta demokrasi telah dilaksanakan bangsa indonesia dengan 01 adalah Jokowi-Ma'ruf, 02 dengan Prabowo-Sandinya tinggal sekarang bagaimana kita menggaungkan sila ke-3 pada Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. 

Persoalan pengklaiman kemenangan pada pesta demokrasi Indonesia biar KPU yang memvonis siapa yang menjadi pemenang sesungguhnya, kalaupun masih ada yang terlihat dari sisi kecurangan ada BAWASLU yang meluruskan. Indonesia harus sabar sampai dengan keputusan KPU.

Perbedaan itu sexi bila kita bisa menahan diri dan tidak saling menjatuhkan. Bukan berarti perbedaan itu merubah persatuan kita sebagai bangsa yang besar.



 
Uba Leu

Uba Leu

Fitrah Zaiman biasa dipanggil Uba Leu lahir di Desa Leu Sila, anak kedua dari pasangan Deo Uba Tika dan Faridah, Adik dari Al Amin dan Abang dari Rabiatul Adawiah. #HiduplahMenghidupkan#

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan