logoblog

Cari

Terimakasih KPPS, Kerja Kalian Luar Biasa Untuk Pemilu

Terimakasih KPPS, Kerja Kalian Luar Biasa Untuk Pemilu

Sukses nya pesta demokrasi sangat bergantung daripada kerja Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).  Mereka adalah ujung tombak dari pesta lima tahun

Opini/Artikel

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
21 April, 2019 15:16:58
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 4131 Kali

Sukses nya pesta demokrasi sangat bergantung daripada kerja Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).  Mereka adalah ujung tombak dari pesta lima tahun sekali ini. 

Di tahun 2019 ini, tepatnya pada hari Rabu 17 Arpil 2109 adalah tahun politik Pemilu serentak pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Republik Indonesia (DPR RI)  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota, KPPS bekerja ekstra 2 hari 2 malam demi mewujudkan Pemilu yang berintegritas, jujur, adil, bebas dan rahasia. 

Namun dibalik kerja ekstra yang menguras waktu, tenaga dan pikiran itu, timbul sebuah fakta yang mengarah kepada ketidaksesuaian antara gaji dan kerja. Fakta ini tidak terbantahkan oleh siapapun dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun. 

Seperti di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB),  KPPS hanya diberi gaji oleh pemerintah dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 550.000 untuk ketua, Rp 500.000 untuk anggota. Masing-masing dipotong pajak atau PPN sebesar 6 persen. 

Gaji ini sangat tidak sesuai dengan proses kerja mereka yang mulai dari 3 hari sebelum hari pemungutan suara. Mereka mengisi secara manual Form C6 KPU atau surat panggilan untuk memilih kepada pemilih, kemudian dibagikan atau disampaikan ke pemilih. 

Pada saat hari pemungutan suara, Rabu 17 April 2019, KPPS bekerja sesuai dengan Standar Operasional Proses (SOP) dan aturan yang sebelumnya telah mereka dapatkan pada Bimbingan Teknis dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). 

Di luar dugaan, mereka bekerja selama dua hari. Hari pertama, sejak pukul 06.00-12.00 Wita, KPPS melakukan pemunguman suara untuk pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan dilanjutkan pada pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) serta pemilih Khusus (DPK) hingga pukul 13.00 Wita. 

Setelah itu sesudah istirahat makan siang, KPPS melakukan perhitungan surat suara atau Tungsura. Pada tahap ini, tenaga KPPS terkuras bahkan hingga ada yang jatuh pingsang. Pasalnya proses perhitungan Surat Suara sangat menguras tenaga, itu diakibatkan oleh banyaknya Surat Suara dari lima jenis Pemilu yang digelar serentak. 

Proses yang dimulai pukul 14.00 Wita berlangsung hingga tengah malam bahkan sampai subuh, KPPS kelelahan. Di hari berikutnya atau pada tanggal 18 April 2019, KPPS melanjutkan kerja mereka pada tahap rekap atau pengisian Form C1 KPU. 

 

Baca Juga :


Di tahap ini juga menguras tenaga, karena banyaknya salinan C1 KPU yang harus diisi mulai dari jumlah jenis pemilu dan dihitung berdasarkan jumlah saksi jenis pemilu baik itu partai Politik dan saksi Calon Presiden dan DPD. Proses ini memakan waktu hingga malam hari. 

Tak Sedikit dari anggota KPPS yang mengeluhkan tentang sedikitnya gaji yang mereka terima jika dibandingkan dengan kerja yang memakan waktu hingga dua hari. Meski begitu, KPPS tidak ingin menyalahi sumpah dan janji yang sebelumnya telah diucapkan pada saat pelantikan. Disana terletak tanggungjawab moral untuk menyelesaikan tugas dan menyukseskan Pemilu. 

"Kerja Maksimal, gaji minimal" ucap mereka. 

Wajah KPPS terlihat bahagia pada saat pekerjaan mereka semua selesai. Semua logistik Pemilu dimasukan ke dalam kotak suara kecuali yang diwajibkan di luar kotak suara. Kotak suara digembok dan disegel lalu diantarkan di kantor desa lalu dikirim ke kantor Kecamatan untuk dilakukan rekapitulasi tingkat Kecamatan. 

Terimakasih KPPS, kerja kalian luar biasa. Kalian adalah orang-orang yang tidak bertanya tentang apa yang telah diberikan negara untuk kalian, tapi kalian adalah orang-orang yang telah memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk negara melalui momentum Pemilu. 

Semoga mereka yang tercatat namanya sebagai orang yang beruntung di pesta demokrasi ini mau melihat jasa-jasa kalian. Semoga mereka tidak sombong, karena dibalik itu ada orang yang tidak tahu malu meski kelihatan gigi ompongnya pada saat teriak SAH dan TIDAK SAH serta Suara Batal untuk mereka itu. 



 
KM Ncuhi Saneo Woja

KM Ncuhi Saneo Woja

Nama : Faruk alamat : Desa Saneo Kecamatan Woja Email : sapedampoka@gmail.com No HP : 085205235696 Hargailah orang yang menghargai orang, maka orang akan menghargai orang yang menghargai orang.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan