logoblog

Cari

Kampanye Ketakutan

Kampanye Ketakutan

Akhirnya di hari-hari terakhir menjelang pemilihan 17 april nanti, youtubers skinny24 bikin video roasting terhadap calon pilpres kita. Video rap battle

Opini/Artikel

SAPA LOMBOK
Oleh SAPA LOMBOK
11 April, 2019 20:48:09
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 442 Kali

Akhirnya di hari-hari terakhir menjelang pemilihan 17 april nanti, youtubers skinny24 bikin video roasting terhadap calon pilpres kita. Video rap battle tersebut bisa di cek di link ini https://youtu.be/AP0NACavjfk kenapa saya begitu antusias terhadap video tersebut? Karena kegelisahan saya sama seperti mereka, awalnya saya sangat tidak tertarik dengan pemilihan tahun ini, semua teman kerabat di setiap sela pembicaraan selalu terselip obrolan tentang pemilihan presiden, siapa pilihan kita, nasib baik jika ternyata pilihan kita sama, obrolan akan makin panjang dan seolah menyenangkan, padahal saya aslinya tetap tidak tertarik, karena alasan memilihnya ketidaksukaan akan lawannya. Begitu juga sebaliknya, jika pilihan kita ternyata berbeda, alamat pembicaraan itu jadi semakin tidak menarik, dan jika diakhiri dengan “yawdah berbeda itu biasa...” akan jadi awkward moment setelahnya. 

Kenapa saya tidak menyukai perayaan pemilu tahun ini? Padahal pemainnya sama, hanya ada ganti asisten aja, harusnya sudah bukan sesuatu yang baru lagi kan? Apa mungkin karena bukan yang baru dan masih sama dengan yang lama sehingga ga ada gregetnya? Yaaahh mungkin itu salah satu faktornya, tapi fokus ketidak sukaan saya kali ini lebih pada bagaimana teman- teman kerabat kolega yang ajak bicara tentang presiden pilihannya bukan karena mereka memilih calon karena program kerjanya, atau karena visi dan misinya yang sesuai dengan harapan mereka.

Tapi hampir semua bercerita memilih calonnya karena ketakutan akan lawannya jika lawannya tersebut menang, narasi ketakutan yang paling sering disebut jika teman saya berpihak ke calon 02, “ kalau kamu pilih 01 tenaga kerja china udah banyak masuk Indonesia, nanti kita kerja apa, udah banyak yang liat dimana- mana buktinya”, begitu juga jika teman saya memilih 01, narasi menakutkannya begini “haduuhhh parah kalau pilih 02 koruptor disebut ga seberapa," dasarnya seberapa itu diliat dari mana?

Narasi pendukung untuk mengajak kita memilih calon pilihan mereka ga ada penawaran yang menarik kan? Sampai sempat curhat ke ortu, apa saya yang temennya kurang banyak sampai selalu ketemu sama mindset orang yang sama? Lah kalau lingkaran pertemanan saya aja statment nya seperti itu yang notabene nya berpendidikan, lantas bagaimana yang lain? Ortu sih masih angguk-angguk aja sejauh ini..

Masih di sesi curhat ke ortu saya bilang: jadi, sekarang dimana-mana yang muncul mental ingin mengalahkan lawannya karena takut lawannya menang, bukan ingin menang karena bangga dengan pilihannya karena konsep dan gagasan membangun negara, sehingga kata-kata ajakan untuk dikampanyekan hanya ketakutan-ketakutan akan lawannya, kedua belah pihak ingin menang tapi dengan cara menyebar ketakutan supaya ga milih si A atau si B.

 

Baca Juga :


Sampai pada akhirnya muncul video youtube yang isinya sama persis seperti yang saya gelisahkan, mereka saling roasting kekurangan calon dengan cara rap battle, tapi pesan yang ingin dikatakan menurut saya pribadi tersampaikan, yaitu semua punya kekurangan ga ada yang sempurna, dan yang terpenting lagi dari video tersebut kita diajak untuk tidak golput karena sadar keduanya punya kekurangan.

Kita ga bisa cuma nuntut ke pemerintah pengennya pemimpin itu yang bla bla bla tanpa kita juga ga punya kontribusi apa-apa sama negara, kalau cuma bisanya ngeluh “ah,mau golput aja”  karena ga ada undangan nyoblos dengan ngebanding-bandingin: “gimana ga golput? Ribet ngurusnya, lebih gampang register game Player Unknown Battle Groug (PUBG) daripada urus undangan nyoblos”

Akhir curhat, ortu malah ketawa dan bilang sebelum saya turun mobil dianter ngantor “pilih yang paling sedikit bikin takut“ make sense kan? Akhir kata, sampai ketemu genks di TPS!!



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan