logoblog

Cari

Kota Bima, Kota ?

 Kota Bima, Kota ?

Dalam penataan sebuah kota, kadangkala kita lebih fokus berbicara bagaimana menata wajah dan tampilan kota dari segi fisik/ infrastruktur perkotaan.

Opini/Artikel

Ahyansyah
Oleh Ahyansyah
28 Februari, 2019 21:39:54
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1785 Kali


Dalam penataan sebuah kota, kadangkala kita lebih fokus berbicara bagaimana menata wajah dan tampilan kota dari segi fisik/ infrastruktur perkotaan.

Elemen yang mendasar dalam penataan kota seharusnya lebih dulu ditekankan terkait "menata manusia" dalam kesiapan menjadi masyarakat kota. Apabila elemen dasar ini tidak dipenuhi, maka dalam membangun sebuah kota akan menemui kendala yang kompleks dalam penataan ruang perkotaan, seperti taman, jalan, lingkungan yang sehat dan lain sebagainya.

Berbicara infrastruktur perkotaan haruslah dimulai dengan kajian yang mendasar terkait kebutuhan masyarakat, ketersediaan ruang, akses, dan besifat berkelanjutan. Sebuah kota dalam mempersiapkan dirinya sebagai "service domain" dalam hirearki "smart city" maka perlu memperhatikan suatu lingkup pengembangan yang bersifat kompleks antara lain adalah Resource (sumber daya).

Resource adalah komponen penting dalam menghadirkan smart people (masyarakat yang cerdas), smart governance, smart infrastructure, technology & environment. Komponen2 tersebut haruslah hadir dalam proses penataan kota sehingga dapat terwujud Smart Economy, Smart Environment dan Smart Society. 

Jika dilakukan kajian dan telaah secara menyeluruh dari aspek-aspek diatas, maka kita patut bertanya terkait keberadaan Kota Bima sebenarnya dirancang sebagai kota dengan identitas dan keunggulan dalam segi apa?.

Jika Kota Bima belum menyiapkan masyarakatnya menjadi masyarakat kota, menurut saya perlu direview terkait penataan infrastruktur yang di bangun akhir-akhir ini. Jangan sampai jantung perkotaan menjadi luput dari sentuhan, infrastruktur yang menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu diperhatikan lebih serius, misalnya pusat literasi, taman-taman pintar, dan sebagainya.

 

Baca Juga :



Kita perlu memberikan pertanyaan kritis kepada pemerintah, semisal maksud slogan  "Kota Bima Kota Tepian Air". Dari slogan tersebut apa yang hendak ingin dicapai?? Menempatkan Masjid Terapung seolah sebagai landmark yang justru ditempatkan dipinggir kota. Dalam hal ini pemerintah harus melibatkan masyarakat secara massif dalam proses perencanaan kota, Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) serta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) harus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga pembambangunan sebuah daerah merupakan hasil "karya bersama". Jika desain besar itu belum tuntas maka sangat menghawatirkan Kota Bima bisa jadi Kota tanpa identitas. 

Malang, 28 Februari 2019
Ruang Joempa Pemikiran meneropong

Muhammad Faji,



 
Ahyansyah

Ahyansyah

Ahyansyah. Pemerhati Pendidikan Dasar. Asal dari Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Anak dari pasangan Bapak Burhanuddin ADT dan Ibu Ratnah. FB. Ahyansyah(Ahyan). IG. @Ahyansya. E-mail : Ahyansyah.iain55@gmail.com. HP. 085239186574.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan