logoblog

Cari

Dana Desa Bukan Untuk Infrastruktur Saja.

Dana Desa Bukan Untuk Infrastruktur Saja.

Tahun 2019, merupakan tahun kelima bergulirnya dana desa setelah lahirnya UU Desa.  Sejak 2015 Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana desa yang

Opini/Artikel

Sudarman J. effendi
Oleh Sudarman J. effendi
28 Februari, 2019 11:17:18
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3740 Kali

Tahun 2019, merupakan tahun kelima bergulirnya dana desa setelah lahirnya UU Desa.  Sejak 2015 Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana desa yang langsung dikelola penuh oleh perangkat desa di seluruh Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan amanat UU Desa Nomor 6 Tahun 2014.

Dana desa yang digelontorkan cukup besar oleh pemerintah ini adalah salah satu solusi bagi masalah-masalah yang ada di desa, tentu melalui program-program yang tepat sasaran, guna menunjang percepatan perkembangan desa ke arah yang lebih baik.

Pentingnya Membangun Sumber Daya Manusia.

"Baik membangun infrastruktur, tetapi penting juga membangun sufrastruktur."
Anekdot ini haruslah dipahami oleh seluruh perangkat yang ada di desa sebagai pengelola dana desa seperti yang telah di amanahkan UU Desa agar supaya pengalokasian dana desa tepat sasaran.

Di desa Barejulat dimana penulis berasal misalnya, penulis selalu sampaikan di rapat-rapat desa atau Karang Taruna bahwa "Selain pembangunan infrastruktur dana desa haruslah di peruntukkan juga untuk membangun sumber daya manusia yang ada di desa. Dengan kualitas manusia yang baik tentu akan menunjang pembangunan desa ke arah yang lebih baik pula."

Menurut penulis, selama ini dana desa banyak dialokasikan hanya untuk belanja fisik dan infrastruktur saja, sangat minim pos anggaran desa untuk pemberdayaan masyarakat.

Di tingkat pemberdayaan pemuda desa misalnya, melalui Rapat Penetapan RAPB Desa Barejulat (27/02/2019), karang Taruna Desa Barejulat mendapat anggaran 4,7 juta untuk setahun, ini adalah anggaran paling sedikit dibanding dengan anggaran lembaga desa yang lainnya.

Padahal Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa sangat jelas disebutkan dalam Pasal 16 bahwa; "belanja dana desa selain untuk belanja aparatur dan infrastruktur, juga harus dialokasikan untuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat." termasuk di dalamnya belanja untuk pemberdayaan pemuda melalui Karang Taruna.

Pemuda adalah salah satu bagian vital yang ada di desa. Maka desa haruslah bertanggung jawab, menjamin, mempasilitasi dan mensuport tumbuh kembangnya pemuda-pemuda yang ada di desa ke arah yang lebih baik dalam hal ini melalui Karang Taruna desa setempat.

Jika ini sudah dilakukan secara maksimal, pemuda pada akhirnya akan menjadi lokomotif penggerak kemajuan desa seperti yang di harapkan. Pemuda desa juga menjadi salah satu cermin apakah suatu desa dikatakan maju atau tidak.

Sebagai penutup, penulis berharap dana desa haruslah dikelola dengan baik, transparan dan tepat sasaran. Dana desa jangan hanya untuk pengembangan infrastruksur saja, tapi juga untuk pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas SDM yang ada di desa Barejulat khususnya.

Usaha peningkatan SDM ini bisa dimulai dari pemuda-pemuda desanya, sebab mereka adalah investasi berharga milik desa di masa yang akan datang. (@effkecil_ )

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan