logoblog

Cari

Indoneisa Hari Ini

Indoneisa Hari Ini

KM. Sukamulia - Bhineka Tunggal Ika: kalimat itu seolah lenyap ditelan masa, lenyap ditelan stigma otak yang makin hari makin menyempit,

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
24 Februari, 2019 21:42:44
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2142 Kali

KM. Sukamulia - Bhineka Tunggal Ika: kalimat itu seolah lenyap ditelan masa, lenyap ditelan stigma otak yang makin hari makin menyempit, lenyap ditelan kepentingan, lenyap terjual di pasar bursa hingga pasar-pasar tradisional. Lenyap dan terlupakan. Yang tersisa hanyalah tuding menuding, saling fitnah dan saling mengkafirkan. Yang tersisa hanyalah ego dan anggapan diri yang paling benar.

Toleransi: kalimat itu telah dipelajari warga bangsa ini sejak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga bangku Perguruan Tinggi. Sayang, aplikasinya memudar akibat banyaknya deterjen asing yang dituang di bak cucian bangsa ini. Kini, toleransi hanyalah konsep usang di bawah batu nisan penguasaan. Yang tersisa hanyalah ketidak saling pengertian dan ketidak saling hargai. Saling menyalahkan menjadi teren zaman reformasi. Saling menghujat dan saling mengkafirkan dijadikan makanan sehari-hari. Saling memerangi menjadi kebiasaan, seolah tuhan memberikan mandate untuk menumpas golongan selain golongannya, seolah ia telah bertemu dengan Ar-Rahman dan dibisiki bahwa dirinyalah yang paling benar.

Kerukunan antar ummat beragama: kalimat itu sudah diajarkan kepada seluruh rakyat bangsa ini sejak dini, penjelasannya termuat dalam kitab masing-masing agama, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Tapi, ya tapi. Merasa paling suci paling alim, paling paham agama, paling paham Pancasila dan paling paham isi UUD 1945 memenuhi otak generasi bangsa ini sehingga mereka mengganggap hanya agama dan caranyalah yang paling benar sedangkan yang lainnya salah dan salah.

Atas dasar kepentingan mereka menyebar fitnah atau yang dalam istilah zaman sekarang disebut HOX. Untuk mencapai tujuan mereka menjua ayat-ayat suci dan mengatasnamakan tuhan. Atas dasar ego mereka berpendapat bahwa selain caranya adalah akan masuk neraka; seolah ia pernah bertemu dengan Ar-Rahim dan dibisiki kalimat “fulan bin fulan, dan sungguh hanya dirimu yang akan menjadi penghuni syurga dan yang lainnya adalah calon penghuni neraka”.

 

Baca Juga :


Aku seding menyaksikan itu semua. Dan entah opini ini benar atau salah, namun demikianlah kenyataan yang ku saksikan setiap hari, demikianlah kenyataan yang ku saksikan di layar TV, di media-media informasi dan di seluruh media sosial yang digunakan oleh penghuni bangsa ini. Demikianlah kenyataan yang ku temukan di atas hamparan tanah pertiwi. Dan demikianlah kondisi Indonesia hari ini.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan