logoblog

Cari

Menunggu Pementasan Opera Pemilu Serentak 2019

Menunggu Pementasan Opera Pemilu Serentak 2019

17 April 2019 menjadi ajang, siapakah yang akan menjadi pemimpin di setiap daerah kabupaten, provinsi, pusat bahkan presiden Republik Indonesia. Yang

Opini/Artikel

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
02 Februari, 2019 10:01:48
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2329 Kali

17 April 2019 menjadi ajang, siapakah yang akan menjadi pemimpin di setiap daerah kabupaten, provinsi, pusat bahkan presiden Republik Indonesia. Yang terkuat dan terpercaya akan menjadi pemimpin 5 tahun kedepan. Kini sudah saatnya kita menacari sosok yang baik dan amanah di 2019 ini.

2019 ini kita ketahui pemilu serentak yang luar biasa, Pemilihan legislatif dan ekskutif. Saling beradu argumen visi misi bahkan kekuatan akan diadu di 2019 ini untuk mencari perhatian masyarakatnya, baik calon yang baru muncul hingga independent saling memperkuat diri.

menunggu pementasan opera pemilu serentak 2019 ini, masyarakat semakin bimbang dengan pilihannya. termasuk juga Presiden dan Wakil Presiden. Pada debat perdana Paslon nomor 1 dan paslon nomor 2 menyampaikan visi dan misinya, dan melakukan debat perdana yang cukup sengit yang mencuri perhatian masyarakat termasuk juga masyarakat yang tergolong basis warga net, yang siapakah yang akan memimpin Indonesia selanjutnya.

Di tanggal 17 april 2019 nanti bukan presiden dan wakil presiden yang akan kita pilih namun calon Anggota legislatif pun akan bertarung adu visi misinya. Siapa yang mampu mencuri hati rakyat pasti akan jadi. lima (5) calon yang akan dipilih besok yaitu DPD RI, DPRD Kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, dan presiden dan wakil presiden. Warna kertas suara yang berbeda ini pasti akan menyulitkan, namun demikian pastinya pemilih harus cerdas dalam menentukan pilihannya.

Warna merah untuk DPD RI, warna hijau untu DPRD Kabupaten, warna biru untuk DPRD Provinsi, warna kuning untuk DPR RI, dan presiden dan wakil presiden untuk warna abu abu. Setelah melihat kertas suara yang berbeda dan warnanya, pasti pada saat penilihan pasti akan memakan waktu yang lama di tempat hoks, untungnya KPU (Komisi Pemilihan Umum) bergegas dan mengatasinya, dalam 1 dusun ada 2 TPS untuk mempercepat dan mengatasi waktu lelet saat pemiluhan.

Masyarakat kini sudah tidak sabar untuk memberikan hak suaranya kepada calon yang ingin dia berikan hak suaranya, baik yang termasuk dalam basis basis. Kini yang termasuk dalam basis ini sudah tidak sabar menantikan tanggal 17 april yang menjadi penentunya. Beberapa basis yang termasuk diantaranya adalah basis keluarga, basis pemula, basis pemuda, basis komunitas, basis disabilitas, basis yang berkebutuhan khusus, basis perempuan, basis warga net, dan yang lainnya.

Namun beberapa basis ini pasti tidak semua orang akan memberikan hak suaranya 100%, pasti ada juga yang malas ingin pergi ke TPS (Tempat Pemilihan Umum), apalagi yang sekarang dengan pemilu serentak yang 5 sekaligus yang akan bertarung di masing masingnya. Untungnya juga KPU melakukan dan memiliki inisiatip yang cerdas untuk melaksanakan pemilu yang luber dan jurdil, bahkan ingin memberikan pemikiran baik untuk masyarakat akan memiliki inisiatif untuk memberikan hak suaranya.

beberapa minggu lalu Komisi Pemilihan Umum ( KPU), mencari relawan demokrasi (Relasi) untuk memotivasi masyarakat agar keinginannya lebih tinggi dalam memberikan hak suaranya di tanggal 17 april mendatang. Relawan Demokrasi ini akan lebih giat lagi melakukan sosialisi ke setiap tiap tiap daerah, baik dengan cara perkumpulan ataupun door to door. Mengapa harus begitu, karena jikalau tidak seperti ini masyarakat jarang untuk berpartisi dalam Pemilu serentak 2019 kali ini.

Terdapat 11 basis yang di buat oleh KPU, Setiap basis terdapat 5 orang relawan untuk pergi sosialisasi. Dan kini beberapa basis sudah memulai aktivitasnya dalam sosialisasi ada juga beberapa basis yang belum turun karena atribut Relawan Demokrasi belum diberikan(belum jadi).

 

Baca Juga :


17 April 2019 mendatang akan menjadi pemilu serentak yang akan memikat para nitizen, wartawan, masyarakat dan lainnya, karena bukan pemilihan legislatif saja, bahkan ekskutif juga akan menjadi tontonan masyarakat indonesia, siapakah yang akan menduduki bangku ke Presidenan dan Wakil Presiden untuk periode selanjutnya. Untuk Legislatif juga tidak akan kalah menarik untuk di perbincangkan karena menyangkut siapa akan menjadi pemimpin di setiap daerah masing masing. Sungguh menarik hati bagi masyarakat bukan dalam pemilu serentak kali ini, Termasuk juga para politisi politisi senior ataupun junior yang selalu memperdebatkan calon masing masing.

Masyarakat Indonesia menginginkan Pemimpin yang baik, maka dari itu kita harus pintar memilih mana yang cocok untuk di jadikan sebagai pemimpin bangsa, jangan sampai suara bisa dibeli, tolak money politik untuk bangsa indonesia, agar tercipta pemimpin yang baik, cerdas, loyalitas tinggi, jujur adil, dan masih banyak lagi sifat yang lain.

Kini kita tahu bahwa sekarang marwah demokrasi postulat di negeri ini mulai terkikis dimana demokrasi yang di landasi oleh adab dan moral sebagai value utama demokrasi Indonesia, kini terndai oleh politik kebencian, intoleransi dimana nilai nilai kebangsaan, pancasila dan undang undang terdistorsi dalam tata kelola Negara. Sehingga puncaknya adalah ketakutan secara massif terjadi di masyarakat dalam ruang demokrasi.

Seharusnya terdapat nilai nilai moralitas yang dijadikan sebagai pedoman diantaranya adalah idiologi bangsa Negara Indonesia, pancasila dan muqoddimah, empat pilar pundamental dalam pancasila dan muqoddimah 1945 yaitu liberalis, humanisasi, transendasi dan keadilan.

Realitas nilai nilai sosio religious sebagai modal social (social capital), untuk mewujudkan demokrasi yang baik secara procedural maupun substansial dengan terus mengimplementasikan demokrasi postulat dengan refleksi moral dan nilai nilai kebaikan demi terciptanya system tata kelola pemilu yang baik, dengan begitu kita dapat mangarungi pesta demokrasi tanpa menimbulkan konflik kontem porer

inginnya adalah, siapapun yang akan menjadi pemimpin baik di daerah maupun di Republik Indonesia, semoga bisa merakyat, agar bisa melihat masyarakat kecil bagaimana kehidupannya, dan mampu di berikan kepuasan hingga keadilan di Negara Indonesia ini, agar tidak merasa iri karena tidak pernah di tengok oleh pemimpin yang baru.



 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan