logoblog

Cari

Ketika Penulis Pemula Mulai Menulis

Ketika Penulis Pemula Mulai Menulis

Jika diibaratkan, menulis itu ibarat berenang. Teori saja tidak cukup, tapi mesti dengan prakteknya. Bahkan boleh jadi, soal teori bisa menyusul

Opini/Artikel

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
18 Januari, 2019 09:43:35
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2108 Kali

Jika diibaratkan, menulis itu ibarat berenang. Teori saja tidak cukup, tapi mesti dengan prakteknya. Bahkan boleh jadi, soal teori bisa menyusul belakangan. Yang penting mulailah menulis dan tekunlah berlatih.

Namun ketika saya berpesan demikian, Anda mungkin bingung, dari mama Anda bisa memulai latihan? Dalam hal ini, Anda dapat mulai dengan melatih pandangan Anda dulu. Dengan melatih pengorganisasisn pikiran, perasaan dan kepekaan Anda.

Untuk itu, Anda dapat duduk di tempat terbuka, dengan mengarahkan pandangan Anda ke suatu arah tanpa menengok. Setelah itu lukiskan apa yang Anda lihat dalam sebuah tulisan. Dengan mencukupkan apa yang Anda lihat itu tercakup dalam 500 kata.

Dengan begitu, Anda juga otomatis berlatih memindahkan bahasa pikiran ke dalam bahasa tulisan. Jika sudah selesai, bacalah tulisan Anda itu, lalu teruslah berlatih secara rutin dengan lokasi pandang berbeda. Hingga Anda bisa memeriksa sendiri apa yang Anda tulis. Sesuai atau tidaknya dengan apa yang Anda lihat, juga apa yang Anda pikirkan dan rasakan, serta enak tidaknya Anda membaca tulisan tersebut. Dari pengalaman itu, Anda akan mendapat sesuatu yang berharga yang sebelumnya Anda tidak mengira. Sehingga dengan sendirinya tulisan Anda kualitasnya semakin baik.

Jika Anda telah semangat dan rajin berlatih, bersama itu pula saatnya Anda menjaga stamina. Karena menulis membutuhkan dukungan kesehatan mata, badan, perasaan hati dan akal. Karena itu Anda juga perlu memperhatikan hak-haknya. Di samping Anda juga mesti ingat, tidak ada biji ditanam tumbuh dan berbuah dalam satu malam. Artinya, dalam hal itu Anda harus sabar, baik ketika meniti dan menata waktu, atau dalam memelihara keoptimisan dan kedisiplinan. Seperti disiplin dalam mengatur huruf-huruf, tanda baca, penulisan kalimat, pengaturan paragraf hingga disiplin dalam membaca.

Mengapa dalam menulis kedisiplinan membaca diperlukan? Hal itu karena menulis ibarat bak penampung air yang mengalirkan airnya lewat tulisan-tulisannya. Apabila bak itu tidak pernah diisi, bak itu bisa kering dan kering pulalah yang dialirkannya. Untuk menjaga agar bak itu tetap dalam keadaan penuh dan jernih, satu-satunya cara ialah menjaga keseimbangan antara mengeluarkan dan memasukkan. Adapun langkah memasukkan tersebut, yaitu dengan menyedot atau menerima dari sumbernya.

Bagi Penulis, sumbernya ialah bacaan. Baik membaca literatur tertulis dan buah karya orang ternama. Atau membaca kondisi yang tersirat di sekitar kita. Atau juga sunatullah berupa keseluruhan alam yang ercipta.

Sampai di sana, Anda telah menginjak tahap “pemanasan”. Dimana suatu pemanasan diperlukan hingga mencapai kondisi siap tertentu untuk meningkat pada kegiatan selanjutnya. Jika sampai di sana Anda kembali bertanya, bagaimana Anda menyusun tulisan agar menjadi lebih baik?

Untuk itu, mulailah dengan pemilihan topik. Sebagaimana Anda maklum, banyak topik tersebar disekitar kita, apakah hukum, dakwah, pendidikan, teologi, demokrasi, tehnologi dan sebagainya. Di sana Anda memilih salah satu topik yang tersebar yang disesuaikan dengan kemampuan Anda untuk membahasnya. Lalu pilihlah tema yang sesuai, misalnya hukum ditinjau dari keadilan, perumahan ditinjau dari kesehatan, penddikan dipandang dari keharusan dan kenyataan, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Langkah selanjutnya, Anda kumpulkan bahan-bahan yang menunjang kepada tema yang dipilih, baik dari literatur, penelitian atau bisa juga hasil pengamatan. Maksudnya, agar tulisan Anda menjadi lebih baik, tidak asal menggambarkan atau asal menilai, melainkan disertai fakta, data atau teori teori. Setelah itu, baru Anda mempersiapkan judul sebagai kepala tulisan yang disajikan secara penuh perhitungan.

 

Baca Juga :


Memperhitungkan judul, yaitu karena judullah yang pertama kali ditatap pembaca. Dengan demikian, ia sebaiknya menarik perhatian, memberikan motivasi, langsung, orisinail, memberi gambaran tentang keseluruhan isi Dan sebaiknya judul tidak terlalu panjang, maksimal 6 kata.

Untuk membantu agar alur berfikir Anda tidak kacau, sebelum mulai menulis, Anda dapat terlebih dahulu membuat kerangka tulisan. Kerangka itu akan sangat membantu, selain kepada alur berfikir, juga akan menguntungkan kepada pembaca dalam lebih memudahkan pemahaman keterkaitan bahasan dari awal hingga akhir tulisan. Ia dapat lebih memperjelas, menambah informasi, serta saling menguatkan, hingga tulisan tersebut terasa menjadi kesatuan unit yang tidak terpisahkan.

Jika Anda telah memiliki garis kerangka berfikir dengan judul yang telah dipersiapkan, tiba saatnya Anda pada awal bahasan atau sering disebut sebagai leher tulisan (lead). Mengapa begitu? Karena awal tulisan itu merupakan awal pertemuan antara gagasan penulis dengan pandangan pembaca. Sedangkan sebuah pandangan pertama, biasanya cukup menentukan. Maka, adalah wajar jika sebaiknya Anda mengupayakan, leher tulisan Anda semenarik mungkin. Untuk itu, Anda bisa menyajikannya melalui pemilihan dalam bentuk anekdot, suatu yang mengejutkan, action, deskriptif, narasi pendek, percakapan atau ikhtisar.

Untuk selanjutnya, Anda bisa melanjutkan bahasan tulisan Anda sesuai dengan kerangka yang telah dibuat. Sajikan dengan gaya bahasa yang memikiat dengan memperhatikan ekonomi kata, tidak bertele-tele atau berputar-putar. Lebih baik lagi jika gagasan yang Anda sajikan bersifat orisinil, aktual dan kiranya dapat memberikan masukan baru kepada calon pembaca.

Bila bahasan yang Anda tulis sudah sampai pada sebagian akhir, Anda juga tahu bahwa, kesan terakhir biasanya kesan yang paling lama dan banyak terkenang. Maka di sinipun wajar jika Anda menginginkan hal itu. Maka, Anda dapat membuat akhir tulisan melalui gaya pilihan berbentuk saran, kesimpulan, harapan, solusi atau bisa juga suatu gambaran yang mengejutkan, seperti tragis misalnya.

Sampai di sana, Anda telah selesai mengerjakan tulisan. Tapi itu belum berarti, langkah menulis telah selesai. Anda sebaiknya periksa kembali, jangan-jangan terdapat kalimat rancu atau susah dipahami, paragrap yang tidak epektif atau keliru menempatkan tanda baca, serta salah ketik.

 



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan