logoblog

Cari

Gusdur Sang Pendobrak

Gusdur Sang Pendobrak

Abdurrahman Wahid atau dikenal dengan nama Gus Dur adalah sosok yang mendobrak batas untuk keterbukaan. Ia kemudian menjadi simbol kebangkitan bagi

Opini/Artikel

Rizki Handika Tastura
Oleh Rizki Handika Tastura
09 Desember, 2018 17:40:23
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1326 Kali

Abdurrahman Wahid atau dikenal dengan nama Gus Dur adalah sosok yang mendobrak batas untuk keterbukaan. Ia kemudian menjadi simbol kebangkitan bagi anak-anak muda NU dan Muslim umumnya dalam berpikir terbuka dan bebas. Karena itulah kehadiran Gus Dur dalam kancah pergerakan masa Orba menjadi sangat penting dan simbolik. Gus Dur menjadi simbol perlawanan bagi Soeharto, yang selama ini orang takut menghadapinya. 

Yang menjadi pertanyaan masyarakat selama ini adalah tindakan2 beliau dalam memimpin agak nyeleneh 

Reformasi pertama adalah membubarkan Departemen Penerangan atau dikenal dengan nama kominfo pada saat ini, 
Ketika Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI pada tahun 1999, Departemen Penerangan dan Departemen Sosial dibubarkan. Dalam penjelasan yang diberikan secara terbuka pada sidang paripurna DPR, pada pertengahan November 1999, Abdurrahman Wahid menegaskan bahwa pembubaran itu dilakukan semata-mata untuk efisiensi dan perampingan kabinet pemerintahan,
senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media.
 
Seperti kita ketahui, media adalah suatu ‘alat’ yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Tanpa media, kita akan sulit mengetahui apa yang terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa media adalah sumber kekuatan razim sueharto pada saat itu

Reformasi kedua adalah membubarkan Departemen Sosial yang korup. 
Pada saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Departemen Sosial (Kementerian Sosial) dan Departemen Penerangan dibubarkan. Saat itu Presiden Abdurrahman Wahid menggagas bahwa pelayanan kesejahteraan sosial cukup dilakukan oleh masyarakat. Namun keadaan berkata lain, secara tidak diduga pula, saat itu muncul berbagai masalah kesejahteraan sosial seperti bencana alam, bencana sosial, populasi anak jalanan dan anak telantar semakin bertambah terus jumlahnya, sehingga para mantan petinggi Kementerian Sosial pada waktu itu menggagas untuk dibentuknya sebuah Badan yang berada langsung di bawah Presiden, maka terbentuklah Badan Kesejahteraan Sosial.

 

Baca Juga :


Oleh : Khairul Rizwan

( Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Mataram) 



 
Rizki Handika Tastura

Rizki Handika Tastura

Nama : Rizki Handika Putra Alamat: Barabali Batukliang No Hp : 085386480824 " Mahasiswa"

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan