logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pariwisata NTB Tetap Memesona Pasca Gempa

Pariwisata NTB Tetap Memesona Pasca Gempa

Bencana gempa bumi yang terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2018 lalu di Lombok dan Sumbawa rupanya masih menyisakan duka. Setidaknya

Opini/Artikel

Inayatul Bary
Oleh Inayatul Bary
17 November, 2018 19:30:38
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3179 Kali

Bencana gempa bumi yang terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2018 lalu di Lombok dan Sumbawa rupanya masih menyisakan duka. Setidaknya bagi mereka yang menjadi korban dan seluruh masyarakat NTB dalam guncangan gempa sebesar 7.0 skala ritcher tersebut.

Apalagi dua kabupaten yang menjadi daerah paling terdampak adalah Lombok Timur dan Lombok Utara. Kedua kabupaten tersebut bisa dikatakan merupakan destinasi pariwisata yang paling diminati oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Mulai dari Senggigi (Lombok Barat), Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno), Senaru, Sembalun, hingga Gunung Rinjani yang harus ditutup jalur pendakiannya untuk beberapa waktu ke depan.  

Kabar baiknya, setelah berlalunya gempa bumi yang melanda, NTB perlahan namun pasti mulai menggeliat bangkit. Terbukti dengan penghargaan yang baru-baru ini dianugerahkan kepada Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tujuan pariwisata halal terfavorit, yang diberikan oleh Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Gubernur NTB Hajjah Sitti Rohmi Djalilah dan diserahkan oleh Agoosh Yosran, sebagai Direktur Utama Republika.

Dikutip dari laman LOMBOK online, NTB menyisihkan 13 provinsi yang ikut ambil bagian dalam voting yang diadakan Republika selama sepekan (30 Oktober - 5 November 2018). NTB bersaing ketat dengan dua provinsi lain yaitu Aceh dan Sumatera Barat. Hanya perbedaan beberapa persen hingga NTB-lah yang akhirnya keluar sebagai juara.

Adanya pemberitaan seperti di atas setidaknya membuat kita merasa optimis jika pariwisata NTB tetap memesona pasca gempa. Keelokan alam dan kelestarian budaya yang menjadi daya pikat pulau Lombok dan Sumbawa ternyata masih dilirik sebagai tujuan wisata. Meskipun minat wisatawan menurun pasca gempa, namun untunglah hal tersebut tidak berlangsung lama.

Gencarnya pengadaan event-event bertema pariwisata pasca gempa dan beberapa kawasan wisata yang ada di Lombok dan Sumbawa yang tidak terkena dampak gempa juga merupakan faktor yang menyebabkan masa depan pariwisata NTB masih sangat berpotensi untuk maju dan berkembang. Sehingga diperlukan beberapa pemolesan sarana dan prasarana pada wilayah pariwisata yang terdampak.  

Dilansir dari CNN Indonesia, sebagaimana yang dituturkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat kunjungannya beberapa waktu lalu ke Lombok. Arief mengatakan diperlukannya perbaikan 3A (atraksi, aksestabilitas, amenitas). Pertama, melakukan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di daerah 3 Gili, dan perbaikan jalur pendakian Gunung Rinjani. Kedua, perbaikan pelabuhan Teluk Nara, Dermaga Gili Trawangan, Dermaga Publik Senggigi, dan Dermaga Gili Air. Dan yang ketiga, perbaikan homestay yang ada di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sembalun, dan Senaru.

 

Baca Juga :


Sehingga hari ini pariwisata 3 Gili di daerah Lombok Utara sudah mulai dikunjungi wisatawan. 3 Gili sudah siap untuk menjadi daerah tujuan pariwisata kembali. Meskipun tidak kita pungkiri masih adanya beberapa kali gempa yang terjadi belakangan. Namun agaknya tidak menyurutkan geliat pariwisata yang mencoba kembali bangkit.

Begitu pun daerah-daerah pariwisata lainnya yang ada di Lombok dan Sumbawa. Seperti daerah wisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang baru-baru ini diresmikan di daerah Lombok Tengah bagian Selatan, dimana kawasan tersebut bukan hanya sebagai daerah pariwisata yang menjanjikan, juga diharapkan dapat memberikan dampak kemajuan perekonomian di NTB. Daerah yang memiliki luas sekitar 1.034 hektar ini terbentang dari pantai Kuta, pantai Seger, dan pantai Tanjung Aan. Ditambah lagi dengan adanya pembangunan sirkuit balap bertaraf internasional di kawasan tersebut digadang-gadang bukan hanya akan menjadi permata NTB, melainkan juga permata dunia.

Selain kawasan Mandalika, masih ada pula Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu yang ramai dikunjungi,  wisata Aik Nyet di Sesaot juga Taman Narmada yang jadi sasaran kunjungan favorit wisatawan lokal, dan kawasan wisata lainnya di NTB.

Jadi, tidak berlebihan atau terlalu dini jika mengatakan bahwa pariwisata NTB tetap memesona pasca gempa apabila ditelisik berdasarkan sektor-sektor pariwisata yang masih eksis hingga saat ini. Hal tersebut tentu juga akan menimbulkan dampak sangat positif bagi percepatan pemulihan daerah terdampak gempa di Lombok dan Sumbawa. NTB bangkit!



 
Inayatul Bary

Inayatul Bary

Seorang ibu muda yang menyukai biru, dan penikmat nasi goreng. Facebook : nayata Email : Rainay79@gmail.com

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan