logoblog

Cari

Jika Ada Hari Pahlawan, Bagaimana Dengan Relawan?

Jika Ada Hari Pahlawan, Bagaimana Dengan Relawan?

Makna kata pahlawan sudah tidak mengacu pada perang – mempertahankan bangsa atau turut serta membangunnya. Era ini, makna pahlawan telah bergeser

Opini/Artikel

L. M. GETAR PN. ROBY ULHAQ
Oleh L. M. GETAR PN. ROBY ULHAQ
16 November, 2018 04:52:51
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 6239 Kali

Makna kata pahlawan sudah tidak mengacu pada perang – mempertahankan bangsa atau turut serta membangunnya. Era ini, makna pahlawan telah bergeser ke arah yang lebih umum. Setiap orang yang memiliki jasa – baik secara langsung atau tidak sudah menjadi pahlawan. Kecil-besar atau sedikit-banyak yang dirasakan, kita boleh-boleh saja membuat pahlawan dengan versi diri kita sendiri. Bukankah setiap diperingati Hari Pahlawan kita selalu menyebut nama ayah dan ibu dalam versi pahlawan kita?

Lalu, bagaimana dengan relawan? Ya, mereka pun sangat pantas disebut pahlawan. Mengangkat topi adalah langkah yang tepat untuk kita lakukan sebagai bentuk apresiasi yang setinggi-tigginya.

NTB sedang melaksanakan sebuah misi. Misi tersebut adalah sebuah kebangkitan. Semua elemen turut melaksanakan misi ini. Pasca musibah, misi ini selalu digaungkan. Kita kuat dan akan selalu kuat membuktikanya.

Kita memang masih merangkak, sedang berusaha berdiri seperti sedia kala. Seperti kepompong yang sedang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. NTB sedang menuju tahap itu. Pasca gempa yang membuat kita bersedih, mari hapus kesedihan itu dengan sebuah tekad kuat. Kita diberi cobaan tentu karena kita mampu mengatasinya, bukan?

Sebab apa? cobaan adalah hal yang wajib kita temui. Bukankah cobaan adalah salah satu bentuk Allah menyanyangi kita? Ia sedang menguji kita. Allah menguji NTB tercinta, tanda Allah menyayangi hamba-hamba-Nya. Allah ingin kita menjadi pribadi baik dan lulus dari cobaan tersebut. Tinggal apakah kita mampu mewujudkannya atau tehenti di tengah jalan.

***

Tatkala dirundung duka, orang-orang itu tidak pernah diminta. Mereka datang satu persatu, bergerombolan, bahkan tak sedikit yang mereka bawa. Namun ukuran bukanlah hal yang penting untuk dilihat, bukan? Siapa mereka? Relawan.

Ketika mereka seharusnya duduk santai di beranda rumah, atau bercengkrama dengan keluarganya. Mereka malah mendatangi kita. Memberi semangat, bantuan, serta seluruh energi yang dipunyainya. Beragam asal-usul, beragam suku, ras, bahasa, bahkan keyakinan. Perwujudan dari sila Persatuan Indonesia begitu tampak dan indah dipandang. Relawan datang begitu saja, mengajak kita terus bersabar dan tak henti-hentinya melemparkan senyuman di balik rasa kelelahan.

 

Baca Juga :


Relawan kita. Tidak ada kata yang lebih mulia darinya. Relawan memiliki makna tafsiran sebagai sebuah kata, ia adalah sinonim dari kata pahlawan. Bukankah pahlawan adalah orang-orang yang berjasa dan rela berkorban demi nusa dan bangsa? Lalu apa bedanya dengan relawan yang juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak memiliki gelar, namun perbuatan adalah pengejewantahan dari nama yang ia emban. Mereka bersikap, bukan berbicara tanpa berbuat.

Seperti beberapa hari setelah gempa besar yang begitu mencekam. Jalananan Gunung Sari hingga Pusuk begitu ramai. Seseorang berkata di sebelah, “Setiap hari jalanan seperti ini. Selalu ramai bahkan sampai larut malam.” Truk-truk berbaris rapi, kadang sepeda motor menyalip karena ukuran yang lebih kecil. Kendaraan pribadi bahkan kendaraan yang entah dari mana asalanya berlalu lalang. Tampak wajah-wajah kelelahan terlihat dari atas kap roda empat. Siapa mereka? Relawan.

Sepanjang jalan, rumah-rumah hancur tak berpenghuni lagi. Beberapa rumah tampak bediri namun tiang sudah tak sanggup menyanggahi. Orang-orang duduk, terkadang berdiri di pinggir jalan. Ada bapak-bapak yang sedang menggendong anaknya, kemudian perempuan paruh baya duduk di sampingnya. Sementara anak-anak kelihatan ceria mengelilingi seseorang yang memaksakan dirinya tetap bugar di kala tenaga sudah kelelahan. Beberapa orang berseragam loreng membersihkan sisa-sisa bangunan. Bahkan, begitu banyak orang-orang yang tak memiliki identitas resmi namun turut turun ke lapangan. Mereka semua adalah pahlawan yang tak diberi tanda jasa pun akan tetap melawan. Melawan rasa lelah, melawan keletihan, melawam seluruh kenyamanan yang seharusnya ia bisa nikmati setiap saat di rumah.

Relawan bukanlah sekadar datang saja. Relawan adalah orang-orang yang memiliki kepekaan sosial. Orang-orang yang memahani betul realitas dengan lebih baik dari yang lainnya. Mereka ingin menjadi berbeda. Mereka ingin berkonstribusi nyata. Mereka ingin mengenali apa yang sebenarnya terjadi.

Di balik rasa lelah tak tertahan, relawan senyum di setiap posko yang berdiri tegak. Kita memang bisa membuat pahlawan dengan versi diri kita sendiri. Namun, untuk pahlawan versi bersama, rasa-rasanya, relawan sangat layak untuk dijadikan pahlawan bersama, bukan?

#LombaNTBKita



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan