logoblog

Cari

Relawan Kemanusiaan Adalah Pahlawan

Relawan Kemanusiaan Adalah Pahlawan

Hari Pahlawan jatuh pada tanggal 10 November setiap tahunnya. Setiap orang merayakan dan mengucapkan "selamat hari pahlawan nasional 10 November".  Sejak di

Opini/Artikel

pauzan basri_jack
Oleh pauzan basri_jack
10 November, 2018 10:39:13
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 4488 Kali

Hari Pahlawan jatuh pada tanggal 10 November setiap tahunnya. Setiap orang merayakan dan mengucapkan "selamat hari pahlawan nasional 10 November".  Sejak di sematkannya gelar pahlawan pada sang Kiyai Karismatik di Jawa Timur atau pendiri dari Nahdlatul Ulama yaitu Hadratuskheh KH. Hasyim As'ariy pada waktu itu. Kemudian berlanjut pada para Ulama-ulama lain pengusir penjajah atau yang bergerak dibidang lainnya.

Di Lombok Nusa Tenggara Barat. TGH.KH. Maulanashkyeh merupakan pendiri oganisasi Nahdlatul Wathan waktu itu di sematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Jokowidodo menjadi pahlawan nasional pada tahun 2017 lalu.

Sang Maulana disematkan karena perjuangannya dan kegigihan serta keikhlasannya dalam menyebarkan agama islam dan berdakwah tanpa henti di Pulau Lombok umumnya NTB. Melihat dari kata pahlawan. Bagi saya Pahlawan itu tidak hanya seorang pengusir penjajah dan juga penyebar islam dengan mendirikan pesantren-pesantren disana sini.

Relawan kemanusiaan sejatinya adalah sang pahlawan, bagaimana tidak setiap saat mereka-mereka para relawan kemanusiaan hampir setiap harinya memikirkan kebutuhan masyarakat yang tertinggal dan terlupakan.

Pada saat gempa mengguncang Lombok pada tanggal 29 Agustus lalu, yang menyebabkan seluruh bangunan-bangunan luluh lantah dan rata menjadi tanah. Terutama di Lombok Timur,Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa dan Lombok Barat. Rumah-rumah warga hancur tak bisa diselamatkan, gedung-gedung bertingkat seperti masjid dan perkantoran rata menjadi tanah.

Pada saat kejadian gempa bumi waktu itu, masyarakat kehilangan segalanya, mulai dari barang-barang berharga yang dimiliki, bahkan dokumen-dokumen penting pun ikut hilang.

Waktu itu masyarakat pun tidak memiliki bahan makanan untuk bisa mereka makan karena semuanya hancur luluh tertimbun oleh reruntuhan rumah miliknya. Saluran air terputus, pipa-pipa ikut tertimbun oleh tanah dan bahkan semuanya pecah oleh tertimpa bebatuan yang ada digunung. 

Pada saat itu yang paling pertama datang siapa?
Yang paling pertama datang menyelamatkan mereka dan menjadi pahlawan adalah relawan kemanusiaan. Relawan kemanusiaan datang dengan membawa berbagai jenis makanan tambahan untuk menyelamatkan masyarakat yang tidak bisa makan karena semua persediaan makannya tertimbun oleh reruntuhan. Relawan dengan ikhlas datang dari berbagai daerah dan berbagai kota. Bahkan mereka yang menjadi korban pun tidak memikirkan dirinya, mereka lebih utama memikirkan keselamatan masyarakat Lombok yang pada saat itu belum bisa menikmati makan.

Bahkan Pemerintah pada waktu itu tidak bisa melakukan apa-apa. Karena mereka juga korban dari ganasnya lindur dengan kekuatan 7,0 SR,6,9 SR, 6,4 SR. Tapi mereka-mereka ini para relawan kemanusiaan bahkan tidak memikirkan dirinya sendiri demi masyarakat bisa terbantukan.

Mereka para relawan ini menyisir satu demi satu, yang masih bisa terselamatkan mereka bawa kerumah sakit atau puskesmas darurat terdekat dari tempat kejadian. Relawan kemanusiaan ini merawat para korban yang terluka dengan obat-obatan seadanya yang sudah mereka persiapkan. 


Dari pagi hingga malam hari para relawan kemanusiaan ini datang ke berbagai pelosok, dari dusun ke dusun mereka datang mencari data dan membantu apa yang menjadi kebutuhan dasar dari warga yang tertimpa musibah gempa bumi.

Mereka pun membawakan berbagai macam kebutuhan dasar, diantaranya selimut, mie instan, beras, minyak goreng, kompor gas dan juga terpal. Para rekawan ini menyisir satu persatu para korban yang membutuhkan.

Niat mereka para relawan ini terlihat agar bagaimana warga korban gempa dapat bertahan hidup dan bisa melanjutkan kehidupannya kedepan menjadi lebih baik. Niat tulus mereka terlihat nyata bukan tanpa embel-embel semata.

Sejatinya relawan kemanusiaan ini adalah pahlawan nyata bagi para warga korban gempa  waktu itu. Bagaimana jika tidak ada relawan?

Saya meyakini banyak dari warga kita akan mati bukan karena tertimbun reruntuhan, melainkan mereka akan jauh lebih banyak mati kelaparan karena tidak bisa makan dan minum.

Bayangkan saja, dari malam hingga malam lagi mereka tidak bisa menikmati makanan untuk mengganjal perutnya yang sudah lelah berkeliaran dan terbirit-birit kesana kemari karena ketakutan. Belum lagi warga yang menyelamatkan tetangganya yang tertimpa reruntuhan rumahnya untuk diselamatkan atau di makamkan dengan nyaman. Tentu mereka sangatlah lelah dan kelaparan serta kehausan.

Disitulah para relawan datang menjadi pahlawan bagi warga yang sangat membutuhkan pertolongan dan untuk bertahan hidup mereka. Para relawan ini tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya, mulai dari loby kesana kemari. Terserah terlepas dari itu saya hanya melihat mereka adalah pahlawan.

 

Baca Juga :


Sampai hari ini pun para relawan kemanusiaan masih terus geliat membantu sesama yang membutuhkan, bahkan merka ikut membantu membangunkan rumah-rumah bagi warga yang belum memiliki hunian sementara. Masjid-masjid pun mereka bangun dengan mengajak masyarakat untuk bergotong royong. Sampai hari ini pun mereka para relawan kemanusiaan masih tetap mensistribusikan kebutuhan pokok warga yang masih membutuhkan pertolongan dan makanan tambahan lainnya. 

Mereka juga mendatangkan Ambulance bagi warga yang masih sakit akibat terkena reruntuhan dan juga terkena penyakit akibat cuaca yang tidak bersahabat, dan juga terkena penyakit lainnya. Mereka membantu masyarakat tanpa pamrih, tanpa digaji, mereka pun membantu dengan gratis. 

Relawan kemanusiaan adalah sang pahlawan. 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan