logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pariwisata Lombok Pasca Gempa

Pariwisata Lombok Pasca Gempa

Bencana alam yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat Sejak Agustus 2018 lalu, masih terlintas dibenak dan akan menjadi

Opini/Artikel

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
09 November, 2018 10:36:24
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2312 Kali

Bencana alam yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat Sejak Agustus 2018 lalu, masih terlintas dibenak dan akan menjadi sejarah dunia yang takkan pernah bisa untuk dilupakan. Sebanyak 515 orang meninggal dunia, 7.145 orang mengalami luka-luka dan  431.416 orang mengungsi, jumlah rumah rusak sebanyak 73.843 unit dan 798 fasilitas umum dan social lainnya ikut rusak. Total kerugian dari bencana ini mencapai Rp 7,7 Triliun.

 

Sektor wisata yang menjadi kebanggaan Pulau Lombok tak pelak menjadi sapuan keganasan guncangan gempa bumi. Diantaranya, Senggigi, Gili Trawangan, Gili Manu dan Gili Air (Tramena), Medane dan Sembalun termasuk Gunung Rinjani. Tempat-tempat tersebut merupakan kantong-kantong pariwisatanya NTB. Memang tak semua lokasi wisata ikut menjadi korban dalam bencana ini, akan tetapi pemetaan harus dilakukan untuk menginfentarisasi Industri pariwisata yang terdampak dan tidak terdampak untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka pemulihan pariwisata Lombok.

 

Bencana alam tak kenal tempat atau lokasi jika sewaktu-waktu ingin menlanda, bahkan dilokasi wisatapun menjadi sasaran empuk yang tentunya akan mempengaruhi ekonomi. Karena dan dampak kerusakan pasti akan bermuara pada kerugian. Misalkan terjadi pada lokasi wisata seperti yang di alami oleh Pulau Lombok. Dampak yang dimaksud adalah dilihat dari ukuran dampak seperti dampak kerusakan, kerugian yang timbul, hilang atau berkurangnya daya tarik wisata, sehingga terjadi menurunya angka kunjungan wisatawan.

 

Dibalik bencana ada rencana. Kita harus bersyukur tentang bencana yang diturunkan Allah SWT untuk Bumi Seribu Masjid. Dibalik ini semua ada rencana besar yang telah diatur oleh yang maha kuasa, kita tidak harus berpasrah tapi kita harus optimis untuk membangun kembali Lombok terutama sector pariwisatanya. Masyarakat NTB harus bersatu untuk bangkit kembali. Hal ini merupakan salah satu jalan yang harus ditempuh, dengan berbagai kekuatan dan kelemahan yang harus dihadapi secara bersama.

Tingginya angka kunjungan sebelum bencana melanda haruslah menjadi penggerak atau kunci dalam membangun kembali pariwisata Lombok. Pada tahun 2017, angka kunjungan wisatawan ke NTB sebanyak 3,5 juta wisatawan atau 3.508.903 wisatawan.  2.078.654 di antaranya Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan 1.430.249 wisatawan Mancanegara (Wisman). Sumber : republika.co.id

 

Mengutip yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arif Yahya, saat berkunjung ke Gili Trawangan dalam program Trauma Healing bagi Pelaku Pariwisata yang Terkena Dampak Bencana Gempa bumi di NTB khususnya Lombok, Dalam Rangka Pemulihan Tenaga Kerja Pariwisata Untuk Kembali Semangat Bekerja Dan Tidak Larut Dengan Kesedihan beberapa waktu lalu. Bahwa, langkah strategi yang mesti ditempuh adalah upaya pemulihan pariwisata, bersama seluruh Shareholder dan Stakeholder Asosiasi Industri Pariwisata.

 

Adapun bentuk pemulihan ada tiga sektor pemulihan. Pertama, pemulihan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Masyarakat. Kedua, pemulihan destinasi pariwisata dan ketiga, pemulihan pemasaran. Pemulihan destinasi pariwisata dengan melakukan identifikasi kerusakan infrastruktur pariwisata yang ada dan fasilitas pariwisata. Hal ini bisa dilakukan oleh instansi terkait (dikoordinasikan) seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, TNI dan Polri.

 

Sementara untuk pemulihan pemasaran melalui emage promotion dan product promotion seperti mengikuti event  di dalam maupun di luar negeri. Sales Mission Famtrip mengundang Tour operator dan Travel Agency, Corporate dan media, menambah jumlah even MICE di Lombok (Branding, Advertising dan Salling). Dan event-event atau Kalender tetap Pariwisata NTB dimana ada 15 Kalender Event Pariwisata Lombok Sumbawa untuk 2018 yang beberapa waktu lalu telah ditetapkan oleh Pemprov NTB.

 

 

Baca Juga :


Kata Farid Said, Dosen Politeknik Pariwisata Negeri Lombok dan Pengurus BPPD NTB, dalam tulisannya yang bertajuk Merajut Kembangkitan Pariwisata NTB Pasca Gempa yang dilansir oleh Lombok Post mengatakan, kepariwisataan telah mampu memberi kontribusi melebihi expektasi yang diharapkan. Pariwisata  Indonesia menjelma menjadi penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah.

 

Sementara pariwisata NTB, khususnya Lombok, mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan rata-rata 21,45 persen sejak tahun 2012 sampai dengan 2017. NTB khususnya Pulau Lombok memiliki daya saing destinasi pariwisata melalui kehadiran KEK Mandalika yang terletak di Lombok Tengah sebagai salah satu destinasi strategis pemerintah, yang akan memberi kontribusi cukup signifikan dari tahun ke tahun, dibanding KEK yang lainnya di Indonesia.

 

Namun, Sang Khaliiqlah yang Maha Pencipta  berkata lain. Dia yang dapat memastikan apa yang akan terjadi kini dan masa yang akan datang. Pariwisata sangat terpukul dengan terjadinya gempa yang meluluhlantahkan kantong-kantong utama pariwisata Lombok disusul dengan Sumbawa.

 

Mari bangkitkan kembali pariwisata NTB khususnya Lombok melalui branding yang sudah ada untuk mencari bentuk diferensiasi produk pariwisata yang sudah kita kenal bersama yakni Lombok Is Friendly Halal Destination. Kalau kita saja sebagai pemilik baranding ini tidak mampu meyakininya, bagaimana kita bisa mampu meyakini konsumen di luar sana untuk datang ke Lombok dengan warna pariwisata yang berbeda.

 

Kita berharap branding yang sudah dikenal dunia ini kita terapkan dengan arif dan bijaksana melalui tata kelola destinasi pariwisata yang profesiaonal dengan dua pilihan produk yakni Halal Tourism Product dan Conventional Tourism Product.

 

#LombaNTBKita

#LombaNtbKita

 



 
KM Ncuhi Saneo Woja

KM Ncuhi Saneo Woja

Nama : Faruk alamat : Desa Saneo Kecamatan Woja Email : sapedampoka@gmail.com No HP : 085205235696 Hargailah orang yang menghargai orang, maka orang akan menghargai orang yang menghargai orang.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan