logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pariwisata NTB, Mati Surikah?

Pariwisata NTB, Mati Surikah?

Oleh: SUAEB QURY Napaktilas pencapain maksimal yang ditorehkan oleh TGB selama 2 periode memimpin NTB, pada sector pariwisata adalah impian

Opini/Artikel

pauzan basri_jack
Oleh pauzan basri_jack
08 November, 2018 19:09:13
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 680 Kali

Oleh: SUAEB QURY

Napaktilas pencapain maksimal yang ditorehkan oleh TGB selama 2 periode memimpin NTB, pada sector pariwisata adalah impian semua masyarakat NTB lebih khsusus lagi pelaku pariwisata di NTB.

 Magnet pariwisata yang ada di pulau Lombok (Gili Trawangan,gili Meno dan Gili air), Kute Lombok dan senggigi serta Gili Nanggu yang berada di Lombok Barat, serta kawasan Rinjani dan Pantai pink di Lombok Timur, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong menikmati keindahan panorama laut dan pesonaalamnya. Tidak kalah mempesonya juga, kawasan pariwisata yang ada di pulau Sumbawa, seperti Lakey baech, pulau satonda, Tambora (Dompu), begitu juga yang ada di kabupaten Sumbawa dan Sumbwa Barat (pulau moyo pulau kenawa). Untuk memaksimalkan gerak cepat membangun dunia pariwisata ditangan TGB mengambil langkah tepat dengan cara; Pertama. Membumikan pariwisata NTB dengan pilihanmempersipakan dan melibatkan masyarakat akan arti pentingnya dunia pariwisata.


Dengan kekutan local wisdom, maka akan lahir kearifan local dan motifasi menjaga NTB. Itulah, kenyataan yang terjadi selama 10 tahun berjalan muncul para tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompok sadar wisata di NTB yang ikut menjadi bagian sebagai pelaku wisata di NTB.

Kedua,memunculkan destinasi baru dan membenahi yang ada, bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan,target yang dicapai dengan memaksimalkan potensi alam yang ada di NTB, dari Ampenan sampai ujung Sape. Apa yang terjadi dimana-mana bermunculan desa wisata yang cukup dikenal dan mendunia, seperti wisata desa Mas-Mas Lombok Tengah dan pasar pancing yang ada dilombok Barat.

Ketiga. NTB yang dijuluki sebagai seribu masjid tempat yang aman dan nyaman bagi para pelancong dan pejabat berlibur ,maka ditetapkanlah Wisatasa MICE dan Wisata Halal, sebagai titik utama promosi ke berbagai Negara maupun dalamNegeri. Dan hasilnya dirasakan sangat mengembirakan dengan berbagai macam kegiatan yang berskala Nasional mapun Internasional, seperti Konfrensi Menteri luar Negeri Asean 2011,olimpiade fisika tingkat dunia serta festival Internasional Pemuda dan olah raga bahari. Dan disambut lagi dengan kegiatan yang berskala Nasional.Perayaan hari Keluarga National, Hari Pers Nasional dan masih banyak lagi. Serta pencapain 10 tahun TGB mengabdi di dunai pariwisata dirasakan hasilnya dengan memperoleh penghargaan baik nasional maupun Internasional. Promosi dan Cita Rasa
Dengan tidak melupakan cetak biru keberhasilan TGB di dunia pariwisata dan melupakan peristiwa Gempa Bumi terajdi beberapa bulan yang lalu di NTB, bagi dunia pariwisata di NTB khususnya di Pulau Lombok yakni Kabupaten yang terkena dampak, seperti Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat,Kabupaten LombokTengah dan Lombok Timur serta Kota Mataram.

Maka diperlukan semangat koleketif dan sikap optimisme. Hal ini ditunjukkan langsung oleh Gebernur dan Kapala Dinas Pariwisata NTB dengan target recovery infrastruktur 80% dari danpak Gempa Bumi, khsusnya daerah wisata yang berada di tiga Gili Lombok Barat. Dan ini, patut diapresiasi sebab sector pariwisata adalah jantungnya NTB. Jika sector pariwisata mengalami kelesuhan yang cukup lama, maka yang terjadi adalah, pertama secara ekonomi, bahwa sector pariwisata adalah bagian terbesar ke 2 dari sector partambangan untuk pendapatan daerah (PAD) tentu akan menurun secara drastis, mengapa demikian, sebab pendapatan daerah sektor pariwisata cukup besar dalam pemasukan PAD.

Hal ini disebabkan sector pariwisata adalah multi player efec, seperti tingkatt hunian hotel, wisata kuliner, MICE dan traveling serta desa wisata. Kedua, membangun kembali trash public secara Nasional dan Dunia, akan keindahan, kenyaman dan keamanan NTB sebagai the best world’s tourisim halal , world’s Best halal Honeymoon dan world’s halal travel award yang disandang selama ini, bisa jadi akan hilang , kalau secara sestienable tidak dilakukan upaya recovery,baik itu infrastruktur dan pencitraan.

 Ketiga, Mengapa penting ada lompatan stategis dan progresif,terkait dengan upaya mengembalikan citra pariwisata NTB, sebab idiom wisata halal yang dinobatkan kepada NTB dengan berbagai penghargaan dan diperkuat lagi dengan Peraturan Daerah (PERDA), maka fungis bageting DPRD NTB untuk memaksimal anggaran promosi dan program-program event berskala Nasional dan Internasional.

Maka disitulah fungsi koordiansi antara eksekutif dan legsilatif diperlukan. Hal seperti ini dilakukan oleh TGB pada awal-awal memimpin NTB dan sampai berujung dengan manis, TGB pernah berkata “ NTB sebagai destinasi wisata Halal Nasional dituntut juga berbenah lebih cepat, dengan branding family friendly agar menjadi pembeda dengan Bali, sebab pasarnya pun besar terutama para pelancong dari Timur Tengah yang banyak bersama keluarga.

Dan branding family friendly seperti nya harus dilakukan dengan kreatif dan massif (Baca: Pariwisata NTB bukan kerja satu Malam). Jika pilihanya adalah pasar promosi dan branding wisata halal turism yang menjadi lokus utama adalah wisma dari Timur Tengah adalah langkah yang tepat untuk mengembalikan citra pariwisata di NTB.

Menggerakan kembali (recovery) dunia pariwisata yang hampir 1tahun kurang, mengalami kelesuhan, dibutuhkan tangan dingin sang Gubernur untuk mengambil pilihan program dan menggerak serta mengembalikan citra pariwisata NTB yang sudah mendunia.

 Dan hal utama adalah promosi menjadi kunci paling utama dengan kembali membangun branding yang lebih massif, terarah dan terstruktur disemua kalngan . Jika kepercayaan public, baik Nasioanlal maupun Internasional terkait dengan upaya recovery yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah,
sangatlah mungkin target kunjungan atau kembalinya para pelancong khusunya eropa dan timur tengah serta asia akan berbondong-bondong ke NTB.

 Tugas berat ini, setidaknya dapat dilakukan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah( BPPD). Dan sejenak melupakan konflik internal yang sampai hari ini belum berujung pada rekonsiliasi. Jika niat baik secara bersama-sama ingin membangun kembali dunai pariwista NTB, diperlukan kesamaan pandangan dan mengambil
langkah”menjemput Bola “ melakukan kerjasama dan join komitmen dengan agen travel Intenasional.

Dan inilah yang harus dilakukan oleh BPPD NTB. Tidak hanya itu, semua komponen pun harus digerakkan untuk cepat tanggap dan melakukan upaya-upaya strategis dalam rangka mengatasi hal tersebut.

Tentu tidak bisa dijalankan oleh hanya seorang Gubernur dan Wakil Gubernur, masyarakat pun diminta untuk proaktif melakukan upaya-upaya dalam rangka membangkitkan kembali pariwisata NTB yang sudah mendunia ditangan TGB.

Dengan demikian, tentu NTB sebagaimana 10 tahun terakhir yang penuh dengan penghargaan dunia nasional dan internasional. Kerja maksimal sangat diperlukan untuk menghidupkan dan membangkitkan kembali semangat para pelancong untuk menikmati liburannya di tanah bumi seribu masjid tersebut. Jika hal ini dilakukan, maka apa yang telah dilakukan TGB 10 tahun yang lalu dalam membangun pariwisata di NTB akan tetap terdengar manis disemua bibir semua kalangan, baik itu wisatawan local maupun mancanegara. Peran gubernur NTB yang baru yaitu DR.Zulkiflimansyah dan DR.Hj.Sitti Rohmi Djalilah sangat dibutuhkan dalam rangka
membangun kembali pariwisata yang sudah ditoreh dengan kata pariwisata NTB mendunia kembali terdengar di semua telinga para wisatawan.

(Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemudan Ansor NU NTB 2010-2014)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan