logoblog

Cari

Tutup Iklan

Menggeliat Dari Sekarat

Menggeliat Dari Sekarat

KM. Sukamilia – Gempat yang mengguncang Lombok sejak tanggal 29 Juli 2018 membuat dunia kepariwisataan NTB seakan-akan sekarat. Sepanjang bulan Agustus

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
07 November, 2018 21:26:42
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3587 Kali

KM. Sukamilia – Gempat yang mengguncang Lombok sejak tanggal 29 Juli 2018 membuat dunia kepariwisataan NTB seakan-akan sekarat. Sepanjang bulan Agustus hingga minggu pertama September, bisa dikatakan bahwa tidak ada wisatawan yang mengunjungi pulau Lombok. Melihat kondisi tersebut, para penggerak wisata Lombok Timur pada khusunya segera saling membangkitkan dan saling bahu membahu untuk menggeliat dari mati suri dan kini wisata Lombok Timur menggeliat kencang dari sekaratnya. Hal ini merupakan bukti bahwa warga NTB pada umumnya dan Lotim pada khusunya tidak larut dalam musibah, namun di tengah musibah itu mereka segera bangkit dengan segala daya yang mereka punya.

“Usaha pariwisata atau Tourism adalah aspek andalan provinsi Nusa Tenggara Barat. 2,5 bulan terdampak gempa, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan lebih dari 50%. Bulan ini, sudah terjadi peningkatan jumlah pengunjung dengan banyaknya even-even yang telah diselenggarakan dalam sektor pariwisata. Ini berarti bahwa dunia pariwisata NTB mulai menggeliat”, papar Kepala Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Barat (Tri Budi Prayitno) pada saat awal penyampaian materi “Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebagai Peluang Usaha” dalam acara Pelatihan Bisnis Online (29 September 2018).

Mengacu dari keterangan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB itu, maka jelaslah bahwa pada setelah mengalami sekarat akibat guncangan gemba yang bertubi-tubi selama hampir 2 bulan, dunia kepariwisataan Nusa Tenggara Barat mulai bangkit dan menggeliat kencang dari sekarat-nya sehingga pada pertengahan bulan September 2018, kunjungan wisata di Nusa Tenggara Barat mulai melaju dan berangsur memulih.

Terkait dengan hal itu, artikel ini hanya akan membahas mengenai geliat wisata pasca gempa di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Pada artikel kali ini, penulis hanya akan membahas mengenai kondisi dunia kepariwisataan Lombok Timir pasca gempa. Pasca gempa, Dunia Kepariwisataan Lombok Timur tidak jauh berbeda dengan dunia kepariwisataan NTB secara umum.

Pasca Gempa yang mengguncang pulau Lombok sejak ahir Juli 2018 menyebabkan Pariwisata Lombok Timur mengalami penurunan yang sangat derastis bahkan bisa dikatakan bahwa pasca gempa 7.0 SR dunia kepariwisataan Lombok Timur mengalami sekarat yang cukup berat bahkan bisa dikatakan mati suri. Kondisi ini terjadi hingga ahir Agustus 2018.

Gempa 7.0 SR meluluh lantahkan akomodasi pariwisata Lotim, sebagian besar akomodasi hotel/penginapan di wilayah Lotim mengalami kerusakan. Belum lagi rusaknya jalur pendakian Gunung Rinjani dan bukit-bukit kecil lainnya yang menyebabkan wisata gunung dan bukit harus ditutup. Isu tsunami yang tidak kalah bumingnya juga menyebabkan wisatawan takut untuk berwisata di pantai dan gili sehingga pantai dan gili-gili yang ada di sekitaran Lotim sepi dari kunjungan wisatawan yang padahal secara normal, bulan Juli merupakan awal dari hight season atau musim ramai kunjungan wisatawan.

Melihat kondisi yang demikian, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur beserta para penggerak wisata Lotim yang tergabung dalam Forum Pokdarwis dan para penggiat usaha wisata Lombok Timur segera mengambil sipak untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pertengahan Agustus 2018, Dinas Pariwisata Lombok Timur mengundang seluruh Ketua Pokdarwis Lombok Timur dalam acara yang diberi tema “Koordinasi Penanganan Wisata Pasca Gempa”. Kegiatan tersebut merupakan bagian awal dari kampanye Wisata Lombok Timur Bangkit. Ini adalah salah satu bukti bahwa Dinas Pariwisata, para penggerak dan penggiat wisata Lotim tidak berpangku tangan dan berdiam diri di tengah guncangan gempa yang saat itu masih kerap menggoyang pulau Lombok. Demi menjaga dan memajukan dunia pariwisata Lombok Timur, di tengah gempa mereka saling membangunkan dan saling bahu membahu untuk membangkitkan wisata Lotim yang saat itu dalam keadaan sekarat.

Dengan semangat dan kesadaran yang kuat, mereka melakukan berbagai kegiatan untuk mengkampanyekan Wisata Lombok Bangkit dan alhamdulillah, sejak pertengahan September wisata Lombok Timur pada khusunya sudah menggeliat dari sekaratnya. Banyak even yang dilaksanakan oleh para penggiat wisata Lotim dan tentunya even-even tersebut terselenggara atas dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur.

Minggu terahir Agustus 2018, Dinas Pariwisata Lombok Timur menyelenggarakan kegiatan Lomba Potografi Wisata Lombok Bangkit dengan tujuan memberikan informasi kepada public bahwa kondisi wisata Lombok Timur sudah aman untuk dikunjungi. Pada minggu itu juga, para penggerak wisata di wilayah Kecamatan Masbagik menyelenggarakan Even Belanjakan. Beberapa desa lain di sekitaran Lombok Timur juga menyelenggarakan Even Perisean. Even-even tersebut berhasil membangkitkan wisala Lotim dari sekaratnya, dimana even-even wisata tersebut mulai menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun manca negara sehingga kunjungan wisata di wilayah Lombok Timur mulai meningkat yang sebelumnya bisa dikatakan bahwa kunjungan wisata Lotim haampir tidak ada.

Sejak ahir Oktober 2018, wisatawan Mancan Negara mulai berdatangan guna menikmaati wisata Lotim Pasca Gempa. Sebagian besar wisatawan manca negara itu berwisata di daerah Kembang Kuning, Tete Batu dan Pantai Selatan Lombok Timur. Pada saat yang sama, wisatawan domestik mulai berdatangan di sekitaran pantai Gili Lampu dan Pantai Bidara, Wisata Sapit dan Wisata Sembalun. Tidak jarang juga wisatawan manca negara yang mulai bermain selancar di Pantai Telindung Kecamatan Pringgabaya dan spot-spot berselancar di sekitaran pantai Lotim di wilayah selatan.

Berdatangannnya tamu manca negara dan tamu dari berbagai wulayah nusantara itu menyebabkan para pengusaha wisata Lombok Timur kewalahan, terutama dalam masalah penginapan sebab sebagian besar penginapan di wilayah Lombok Timur mengalami rusak parah. Namun demikian, mereka tidak kalah akal, untuk memenu kebutuhan penginapan para pengunjung, meraka saling bertukar informasi mengenai lokasi penginapan yang masih bisa digunakan di sekitaran Lotim. Mereka juga menyiapkan penginapan tenda sabagai bagian dari gerakan pemenuhan kebutuhan wisatawan akan tempat menginap.

Minggu pertama September 2018, Dinas Pariwisata Lombok Timur menyelenggarakan Pemilihan Teruna Dedara Lombok Timur yang dilanjutkan dengan kegiatan Jambore Pokdarwis Lotim yang diselenggarakan pada tanggal 8-9 Oktober 2018 di KKLD Sugian. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari gerakan Wisata Lombok Timur Bangkit. Kegiatan Jambore Pokdarwis Lotim ini juga dihadiri oleh beberapa orang wisatawan manca negara. Dalam kegiatan Jambore itu, Dinas Pariwisata dan para penggerak wisata Lombok membahas strategi untuk meningkatkan kunjungan wisata di Lotim dengan menyelenggarakan berbagai even.

Setelah dilaksanakannya Jambore Pokdarwis Lotim, para pemuda Lotim yang tergabung dalam Pokdarwis yang tersebar di hampir seluruh desa wisata Lotim memacu geliatan mereka dengan menyelenggakan berbagai even wisata dan membuat spot poto guna menarik perhatian para wisatawan.

 

Baca Juga :


Petengahan Oktober diselenggarakan Road Show Presean Sepualu Lombok yang pada tanggal 22-26 Oktober dilaksanakan di Lenek Kecamatan Lenek Lombok Timur. Minggu terahir Oktober 2018, Dinas Pariwisata Lotim kembali mengumpulkan Ketua Pokdarwis dan Kepala Desa yang desanya termasuk dalam kategori Desa Wisata di Lotim. Merak dikumpulkan dengan tujuan untuk memacu geliatan wisata Lotim pasca gempa. Pada saat itu, Kadispar Lotim (H. Moch. Juhad) menyampaikan bahwa di bulan Oktober wisata Lotim sudah menggeliat cukup kencang dengan Gerakan Wisata Lombok Bangkit-nya. Ketua Forum Pokdarwis Lotim (Fadli) juga menyampaikan bahwa wisatawan manca negara sudah mulai berdatangan ke Lotim sebeb mereka rindu akan indahnya wisata Gunung Rinjani. Fadli juga megaku bhawa untuk memenuhi kerinduan wisatawan asing tersebut maka  ia dan kawan-kawannya membuka jalur pendakian ke Gunung Sangkareang melalui jalur selatan dan hingga bulan ahir Oktober merka sudah membawa lumayan banyak tamu manca negara melakukan pendakian ke Gunung Sangkareang. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa wisata Lombok Timur telah menggeliat dari sekarat-nya.

Pada minggu yang sama, para penggerak wisata di wilayah Desa Kembang Kuning dan Tete Batu menyelenggarakan Lombok Kids Festival dengan 11 permainan tradisional yang dilombakannya. Lombok Kids Festival tersebut dibka oleh Bupati Lombok Timur dan pada saat itu, beliau juga menyampaikan bahwa Wisata Lombok Timur mulai pulih dengan diadakannya berbagai even wisata di desa-desa wisata yang ada di sekitaran Lombok Timur.