logoblog

Cari

Tutup Iklan

Isu LGBT Menimpuk Pemerintah

Isu LGBT Menimpuk Pemerintah

Memang sejak berkembangnya era digital dibarengi dengan kebebasan menyampaikan pendapat membuat orang tidak takut untuk mengkritik pemerintah. Bahkan lebih kejam lagi

Opini/Artikel

KM Madayin
Oleh KM Madayin
13 Oktober, 2018 22:17:23
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1122 Kali

Memang sejak berkembangnya era digital dibarengi dengan kebebasan menyampaikan pendapat membuat orang tidak takut untuk mengkritik pemerintah. Bahkan lebih kejam lagi menghujat dan menyebar fitnah dan ujaran kebencian terhadap Presiden dan pejabat-pejabat tinggi negara. Sejak mulai menjadi calon presiden sampai lebih separoh masa jabatannya, Presiden Jokowi tidak henti-hentinya diserang melalui berbagai isu dan meme yang disebar di media sosial seperti facebook, twitter dan sebagainya. Kita sering membaca ujaran kebencian dan berita hoax yang sudah melampui batas  disebarkan oleh mereka yang tidak senang dengan pemerintah. Entah dengan alasan apa , namun yang pasti mereka bukanlah pemilih (voters) Jokowi-JK ketika pilpres 2014, itu bisa ditelisik dari apa yang disampaikan dan cara menyampaikannya, dan memang memiliki ciri-ciri tersendiri.

Isu terbaru adalah masalah jawaban MK terhadap permohonan tim AILA tentang perluasan norma pada pasal Undang-Undang tentang LGBT dan zina yang mana tuntutannya adalah supaya bisa dipidanakan. Dijawab oleh MK bahwa itu adalah wewenang DPR karena menyangkut pembatasan hak hidup seseorang, namun isunya dipelintir bahwa pemerintah melegalkan dan mendukung LGBT. Sebenarnya kalau diperhatikan jika serangan ini ditujukan untuk memojokkan pemerintahan Jokowi-JK sepertinya mereka memaksakannya, karena bagi yang faham alurnya akan melihat kejanggalannya. Mari kita ulas fakta sederhananya saja, MK adalah lembaga independent, hakim-hakimnya diuji dan disetujui DPR,  dan sebenarnya DPR-lah yang tidak kunjung membuat UU atau mengabulkan perluasan norma terkait hal itu, padahal sudah lama diajukan kepada DPR sekitar 10 tahunan seperti keterangan yang disampaikan oleh pemohon pada acara ILC Tv One. Oleh karena di DPR tidak kunjung mendapatkan hasil, maka para pemohon menyeberang langsung ke MK. Nah, kenapa mereka tidak membuat meme dan ujaran-ujaran negatif kepada DPR, dan itulah alamat yang tepat sebenarnya. kenapa pula langsung menyerang kepada Presiden, apakah mereka tidak tahu fakta dan prosedur yang sebenarnya ataukah mereka memang sengaja tidak mahu tahu. Kalau itu yang terjadi, miris melihat pemahaman mereka tentang nilai-nilai Islam yang seharusnya membawa kebaikan melalui cara yang baik malah kontra produktif mencoreng islam itu sendiri. Karena memang skenarionya ingin menggoyang pemerintahan yang berkuasa sekarang, bisa jadi alasannya tidak suka/puas karena bukan pilihan mereka. 

Berikut dialog dalam kolom komentar di timeline Seorang facebooker yang memposting sebuah meme dengan tema “pengajian dibubarkan, LGBT dilindungi”. Di-share dengan komentar : LGBT dilindungi? Terus mau dua periode…? Bahaya pantat rakyat. Saya respon : Kesimpulan yang dipelintir dan tidak jujur. Berbuat baik lillahitaala harus jujur menyampaikan fakta yang sebenarnya. Benarkah niat lillahitaala atau ada niat memperalat isu untuk tujuan kekuasaan duniawi. Periksa diri lebih baik, jangan karena kebencian jadi menghalalkan segala cara.

Yg lain menulis berapa persen sih suara LGBT? Dijawab yang lain : sangat sedikit tapi dibiarkan oleh Negara. Ibarat penyakit, kalau dibiarkan akan menular dan merusak yang lain. Lagi saya respon : Adillah dalam menilai sesuatu, jangan bergaya agama tapi berdusta, menebar hoax dan kebencian. Perhatikan penjelasan yang sebenarnya dalam ILC TV ONE dengan tema “benarkah MK melegalkan Zina dan LGBT. Kalau tidak mau menerima penjelasan yang sebenarnya, maka saya berkesimpulan orang macam ini sangat jahat dan pasti neraka.

Dijawab : pernahkah pemerintah membubarkan LGBT atau setidaknya jangan memberi tempat pada eksistensi mereka? Tidak pernah! Ini artinya pemerintah mengakui mereka. Padahal itu jelas-jelas bertentangan dengan pancasila. Dan janganlah karena terlalu memuji pemerintah lantas menyebabkan kita mencari pembenaran membabi buta atas ketidakbenaran yang dilakukan. Menurut saya inilah orang yang sangat jahat karena ikut menjerumuskan pemerintah dari dunia dan akhirat. Fakta yang ada sekarang, pengajian dibubarkan dengan dalih berbeda haluan dengan dasar Negara. Sdgkan lgbt diminta untuk dihormati dengan dalih ham. Ini fakta. Karikatur di atas adalah fakta. Kalau mau adil seharusnya hormati pengajian walaupun berbeda, krn itu adalah ham. Dan bubarkan lgbt krn itu bertentangan dg dasar Negara. Ini sehrsnya yg benar.

 

Baca Juga :


Saya jawab : sampaikan yg sebenarnya itulah etika yang baik. Kalau mau jujur melihat fakta, tidak ada pembubaran pengajian oleh pemerintah. Dan jika tuduhan diarahkan kepada ormas tertentu, itu sudah dijelaskan faktanya bhw itu tidak dibubarkan melainkan diminta utk tidak menyebarkan idiologi yang masih dinyatakan terlarang dan bukti utk pengajian selanjutnya malah duduk bersama dlm satu majelis. Silahkan kalau memang merasa itu jalan fikirannya, tapi jangan memaksa pembenaran sendiri. Islam mengjarkan : berhusnuzhon terhadap pemimpin dan orang yg berbeda pendapat, mencari penjelasan, dan mengkritik/ mengingatkan dengan cara-cara yang baik sesuai tuntunan islam. Klo tidak begitu brrti ada nilai islam yg belum tertanam dalam jiwa. Sedikit-dikit menghujat, berita disampaikan sepotong-sepotong malh dipelintir, apa ya itu cara-cara islam. Jangan karena egosentris  merasa menjadi pejuang islam yang paling benar membuat kita terjebak dalam pertarungan menang-kalah dengan menghalalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islam. Islam rahmatan lil ‘alamin, mengajak dengan cinta dan menyeru dengan kasih sayang.

Saya sangat sepakat bahwa LGBT itu menular dan merusak generasi penerus. LGBT dan zina itu mengancam keberlangsungan kehidupan manusia, banyak survey membuktikan penyebaran berbagai penyakit menular dan berbahaya seperti HIV/aids, spilis dan lain-lain disebabkan dengan perilaku LGBT dan sex bebas. Jadi mudloratnya sangat nyata, logika dan fakta akan membenarkan hal itu sehingga mayoritas rakyat Indonesia sepakat bahwa lgbt dan prostitusi adalah penyakit masyarakt yang perlu diberantas. Jadi pasal-pasal ynag mngaturnya sudah ada, yang dimohon itu adalah perluasan norma yang mana akan melahirkan hukum pidana baru yaitu menjerat pelaku Zina dan LGBT tanpa kecuali. Padahal untuk pelaku yang sudah terikat perkawianan ada hukuman pidananya dengan mempertimbagkan ada yang dirugikan yaitu suami atau istrinya. Tapi jangan sedikit-sedikit langsung dipakai untuk menyerang pemerintah, itu kan berarti lain tujuannya. Lebih baik, terus menerus mengajak semua pengambil kebijakan mengkaji dan mendorong untuk membuat peraturan perundang-undangan untuk mentup ruang bagi LGBT dan perilaku zina di indoneisa. Di Indonesia, legislator adalah domainnya DPR, kalau DPRnya mandul maka bisa mendesak presiden untuk mengeluarkan PERPPU, barulah nanti dinilai oleh MK. Perlu diketahui bahwa semua jalur itu memiliki prosedur dengan berbagai syarat dan pertimbangan. Ingat membuat undang-undang atau perpu ada aturannya, tidak serta merta seperti membalik telapak tangan.  Kita diajarkan untuk senantiasa selalu sabar dalam berjuang, tetap pada koridor nilai-nilai islam supaya tidak terjebak dalam permainan syaitan. (izzy)



 
KM Madayin

KM Madayin

Lalu Iqbal Izzi, Lahir di Wanasaba 31-12-1978, Pekerjaan Guru Email : bangizzi11@gmail.com, WA. 085934710600, 085337406479. 085253530966

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan