logoblog

Cari

Tutup Iklan

KM Pohgading Timur Dapat Undangan Dari Tempo Media

KM Pohgading Timur Dapat Undangan Dari Tempo Media

KM. Pohgading Timur – Setelah melakukan proses yang begitu lama dalam mengikuti ajang pemberian penghargaan kepada generasi muda Indonesia yang telah

Opini/Artikel

KM Pohgading Timur
Oleh KM Pohgading Timur
30 September, 2018 17:53:52
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1377 Kali

KM. Pohgading Timur – Setelah melakukan proses yang begitu lama dalam mengikuti ajang pemberian penghargaan kepada generasi muda Indonesia yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. PT Astra Internasional Tbk yang bekerja sama dengan PT Tempo Media Tbk tahun ini  menyelenggarakan Satu Indonesia Award. Dalam hal ini saya diminta mendaftarkandiri pada bulan Juli yang lalu sudah mendapat penghargaan Tingkat Provinsi dari Satu Indonesia Award tahun 2017 pada katagori Lingkungan yaitu memanfaattkan sampah organic kulit pisang menjadi Asa Green Pupuk Organik Fungsi Ganda. Perlu diketahui peserta yang mendaftarkan dirinya dalam ajang pemberian penghargaan kepada generasi muda Indonesia yang member manfaat bagi masyarakat sekiitar adalah 5093 peserta Se-Indonesia, lalu disaring menjadi 124 peserta terus dipilih 24 pemenang Provinsi dan dikunjungi oleh panitia Satu Indonesia Award dan hasil kunjungan panitia akan dilaporkan kepada dewan juri akan menyaring menjadi 12 peserta yang akan mendapat panggilan untuk mempresentasikan kegiatannya ini penyaringa terakhir akan menjadi 6 peserta menjadi juara I per katagori.

Dari sana mulai kegiatan yang saya lakukan memperhatikan lingkungan dengan memanfaatkan bahan alami menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para petani yang ada di kampung halaman saya sendiri Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya, saya pun berhasil dalam membuat Asa Green ini memalui kampung media sehingga saya bisa mendapatkan prestasi yang luar biasa yaitu menjadi pemuda pelopor terbaik III bidang inovasi teknologi.

Setelah berhasil saya membuat asa green saya melakukan penelitan karena para petani mengeluh bahwa tanamanya sering di ganggu oleh siput karena asa green pupuk organic fungsi ganda yang saya buat tidak mampu mengatasi masalah siput. Dari sana saya mulai berfikir lagi dan mulai melakukan penelitian menggunakan daun tembakau karena sering saya lihat pada waktu sering di sawah, bahwa siput sering saya temukan mati ketika melewati daun tembakau yang sudah kering. Sayapun mencobanya daun tembakau menjadi serbuk dan saya taburkan pada tanaman kacang panjang yang dimiliki oleh keluarga saya, karena siput sering memotong tanaman para petani yang masih muda dan Allhamdulillah berhasil akan tetapi saya bingung daun tembakau di perjual belikan oleh para petani dan jika saya akan melanjutkanya saya harus mengeluarkan biaya yang sangat besar.

Dari sana saya mulai melihat pada masa pengolahan tembakau di kampung halaman dengan cara begecok di SETAN (rumah produksi tembakau) di sana banyak sekali sampah yang tidak diperhatikan dan merusak lingkungan karena sisa dari pengolahan tembakau berupa pelepah daun tembakau tempat bersarangnya lalat yang membuat warga setempat sakit perut, akibanya banyak warga mencreet yang dsebabkan oleh sampah pelepah daun tembakau.

Melihat kenyataan yang ada saya melanjutkan penelitian saya yang terkendala oleh biaya produksi yang memang tidak ada akan tetapi hanya memiliki pemikiran untuk membatu warga dsekitaran saya. Penetian yang saya lakukan menggunakan pelepah tembakau yang menjadi sumber penyakit bagi warga, dengan cara menumbuk pelepah tembakau yang sudah kering saya tumbuk agar menghasilkan serbuk seperti daun tembakau yang sudah saya lakukan pada awal penelitian.

Penelitian yang saya lakukukan di sawah keluarga lagi yang sedang menanam kacang panjang dan cabai menggunakan pelepah daun tembakau yang sudah saya tumbuk menjadi serbuk anti siput. Saya tidak mengira apa yang saya lakukan ternyata berhasil juga, dari sana saya membuat serbuk antisiput dan asa green kami berikan kepada warga kami secara geratisa. Sedangkan para petani yang di luar pulau Lombok kami kirimi dan dibeli dengan harga 20 ribu rupiah.

Membaca apa yang kami sajikan dalam pendaftaran di Satu Indonesia Award kamipun mendapat kunjungan dari panitia Satu Indonesia Award pada saat Lombok terkena musibah yaitu gempa, bahkan panitia dari Satu Indonesia Award dapat merasakan gempa yang kami rasakan karena gempa di Lombok adalah berbeda dengan daerah-daerah lain seperti di Aceh gempanya hanya 3 kali dan berakibat tsunami sedangkan Lombok terkena gempa lebih dari ribuan kali dan sekalnyapun bervariasi.

 

Baca Juga :


Kehadiran panitia Satu Indonesia Award adalah hanya untuk melihat rumah produksi serbuk anti siput disini panitia mewanwan carai saya selaku pembuat serbuk anti siput  dan petani yang sudah merasakan manfaat dari hasil karya saya. Kami akui kami sedang pakum pada saat panitia satu Indonesia award karena terken gempa dan modal kamipun habis karena kami tidak pernah beraktifitas selam gempa yang melanda pulau Lombok yang kami cintai sedangkan peminat serbuk anti siput dan asa green yang di luar pulau Lombok sering menghubungi kami untuk mengirimkan mereka serbuk anti siput dan asa green yang kami punya.

Akan tetapi proses wawancara yang dilakukan oleh mbak Anita Yuliana berjalan, pembuatan video yang dipandu oleh mas Doni sedangkan fotografer di lakukan oleh mbak Putri Rahayu Pratama. Pembuatan video kami lakukan di rumah produksi, sawah para petani dan ekowisata kampung media. Begitu pula dengan fotogafinya. Selam dua hari proses wawancara, pembuatan video dan fotografi berjalan lancar walau masih ada getaran yang kami rasakan.

Setelah itu kami menunggu hasil kunjungan yang presentasikan pada dewan juri Satu Indonesia Award informasi selanjutnya dari panitia. Kami tidak berharap begitu besar karena produksi kami sedang pakum yang diakibatkan oleh gempa bumi yang melanda kami. Tapi kemarin Tanggal 28 September 2018 kami dapat kabar gembira dari panitia kami mendapatkan undangan dari PT Tempo Inti Media Tbk yang dikirim lewat email saya bahwa Serbuk Anti Siput yang kami ajukan berhasil masuk 12 besar untuk mempresentasikan apa yang sudah kami lakukna dalam bidang lingkungan karena saya mengambil katagori lingkungan. 12 peserta ini akan memperebutkan juara I masing-masing katagori pada ajang Satu Indonesia Award yang dilaksanakan oleh PT. Astra Internasional Tbk dan PT. Tempo Inti Media Tbk.

By:Badri_asa



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan