logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kurangi Resiko Gempa Dengan Konstruksi Bangunan

Kurangi Resiko Gempa Dengan Konstruksi Bangunan

Guncangan gempa bumi bertubi-tubi melanda Pulau Lombok. Minggu (29/7) pukul 06.47,  gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 skala richter (SR) mengakibatkan

Opini/Artikel

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
03 September, 2018 14:14:32
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1836 Kali

Guncangan gempa bumi bertubi-tubi melanda Pulau Lombok. Minggu (29/7) pukul 06.47,  gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 skala richter (SR) mengakibatkan sejumlah rumah yang rusak, banyak nyawa yang terenggut, dan ratusan warga penduduk mengalami luka-luka. Hal ini pula membuat banyak warga yang melakukan pengunsian.

Minggu (5/8), gempa bumi susulan kembali menyapa dengan kekuatan magnitudo 7,0 skala richter (SR). Demikian juga pada Minggu (19/8), gempa kembali menyapa Pulau Lombok dengan kekuatan magnitudo 7,0 skala richter (SR). Akibatnya, kuantitas titik kerusakan bangunan dan rumah warga bertambah. Kejadian gempa terparah, mulai dari Kecamatan Sambelia dan Sembalun di Lombok Timur, hingga berlanjut ke Bayan di Lombok Utara.

Dari pengamatan, retakan tanah terjadi di beberapa titik, namun rata-rata bangunan yang dilintasi oleh retakan tersebut mengalami kerusakan. Diantaranya adalah pemetaan kerusakan yang ditemukan di Dusun Melempo, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, yang mana hampir semua  bangunan di wilayah tersebut rusak berat.

Suatu hal yang menggungah perhatian, rumah-rumah warga penduduk yang berbahan kayu dan bambu tidak mengalami kerusakan. Konstruksi bangunan yang mengedepankan kearifan lokal ini justru menjadi penyelamat bagi warga penduduk di saat terjadinya gempa. Kondisi rumah yang berbahan kayu dan bambu dijumpai Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, di mana deretan rumah berbahan dasar kayu tidak ada satu pun yang mengalami kerusakan.Demikian juga di Sembalun Karya, sebuah filla yang berbahan kayu masih tetap tampak utuh dan tidak roboh oleh gempa.

Berdasarkan pemantauan, rumah-rumah yang berbahan dasar kayu tidak goyah oleh guncangan gempa. Kondisi serupa,berugaq (gazebo) yang merupakan bangunan khas warga Lombok dengan bahan dasar kayu juga tidak ada yang rusak.

 

Baca Juga :


Terkait dengan struktur bangunan yang berbahan kayu tidak roboh oleh gempa, selayaknya pemerntah bersama masyarakat Lombok, khususnya pada titik yang sangat rawan dengan gempa agar mengurangi risiko gempa bumi ke depan dengan memperhatikan konstruksi bangunan atau rumah yang tahan gempa.

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan