logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hi Mr Governor We Are Ready. Lets Get Started...!!!

Hi Mr Governor We Are Ready. Lets Get Started...!!!

pagi ini saya dikirimi video tentang wawancara  Gubernur baru NTB, video berikut bisa menjadi salah satu inspirasi pemulihan pasca gempa seperti

Opini/Artikel

SAPA LOMBOK
Oleh SAPA LOMBOK
08 Agustus, 2018 10:58:21
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 5355 Kali

Pagi ini saya dikirimi video tentang wawancara  Gubernur baru NTB, DR. Zulkiflimansyah. Video berikut bisa menjadi salah satu inspirasi pemulihan pasca gempa seperti twit Pak TGB menaggapi postingan Presiden Jokowi (07.08.18) dan tanpa mengurangi rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh korban gempa di Lombok. video ini berisikan wawancara beliau dengan salah satu channel youtube kronik sumbawa, berikut link nya https://www.youtube.com/watch?v=4v_37IPjQgM&feature=youtu.be

Pada wawancara di part inilah kegelisahan saya selama ini terjawab. Saya salah satu pengikut garis keras pencari beasiswa luar negeri. Sejauh saya dan teman- teman  mencoba, kami selalu gagal pada part  pemenuhan standar sertifikasi Bahasa inggris yang disebut IELTS dan TOEFL. Ibarat SIM, IELTS dan TOEFL wajib dimiliki dengan nilai 550 untuk TOEFL dan 650 untuk IELTS.

Kemana saja mangajukan beasiswa luar negeri, bahkan sekarang taka sedikit peruguruan tinggi dalam negeri juga menggunakan TOEFL sebagai syarat pemenuhan ujian skripsi atau masuk pasca sarjana. Adapun beberapa perusahaan bonafied juga memberlakukan syarat TOEFL meskipun nilainya tak setinggi syarat beasiswa luar negeri. Hal ini membuat saya harus berjuang untuk memprioritaskan pemenuhan syarat yang satu ini.

Apa sebenarnya kendala terbesar bagi kami generasi yang disebut milenial ini menjadi sangat berat untuk dapat meraih nilai syarat yang diajukan dari beasiswa luar negeri ini? Mari kita bahas siapa generasi milenial tersebut?

Menurut Wikipedia Milenial adalah (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai "Echo Boomers" karena adanya 'booming' (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an. Untungnya di abad ke 20 tren menuju keluarga yang lebih kecil di negara-negara maju terus berkembang, sehingga dampak relatif dari "baby boom echo" umumnya tidak sebesar dari masa ledakan populasi paskah Perang Dunia II.

Sehingga jika dilihat dari pengertian diatas maka generasi tersebut sekarang ini pada posisi yang sangat dilema. Mindset masyarakat selama ini setelah menamatkan kuliah seyogyanya dilanjutkan dengan bekerja. Yang dianggap bekerja oleh masyarakat adalah pekerjaan yang berseragam, bank atau PNS menjadi dambaan kami, karena akan menambah prestige. Padahal pekerjaan lain yang terlihat remeh malah penghasilannya sama. Akan sangat dilematis ketika diumur sekarang masih membebani orangtua dengan biaya kuliah dan biaya hidup, jika tidak pandai mencari peluang seperti beasiswa untuk tetap menggapai mimpi tanpa ada yang dibebankan.

Ternyata masyarakat NTB kali ini memiliki pemimpin yang pandai membaca kegelisahan anak milenial. Gubernur ini memiliki gerakan yang sangat mudah kami pahami dan kami jalankan. Dia akan membuat kursus- kursus yang  fokus utamanya pada TOEFL dan IELTS preparation disetiap kabupaten kota, karena menurut pengalamannya, mahasiswa yang ditemui di negara lain untuk conversationnya lemah seperti China, namun dapat lolos pada beasiswa luar negeri ini, pastinya karena apa?

 

Baca Juga :


Negera mereka menyediakan kursus tersebut secara gratis. DR Zul juga sangat optimis. Dengan gerakan 1000 mahasiswa bisa dilaksanakan bersama, selain dari penyediaan kursus TOEFL dan IELTS tadi. Ia juga akan menjalin kerjasama dengan negara- negara yang memang notabene sekolahnya gratis, sehingga yang berminat akan di siapkan agar bisa survive di negara orang, atau bahasa lainnya tidak culture shock.

Ada bagian menarik dari statement sang Gubernur membuat saya kagum pada saat ditanya kenapa harus keluar negeri? Bukannya negara kita juga memiliki perguruan tinggi yang bagus dan bonafied?

Jawabannya bukan soal perguruan tinggi disini tidak bagus tapi yang ingin dibangun adalah mental mahasiswa akan terasah jika ia jauh dari rumahnya, jauh dari negerinya, rasa nasionaisme itu dengan sendirinya akan muncul pada dirinya karena menyadari bahwa Indonesia itu kaya, Indonesia itu negara yang besar dan hebat. Dengan begitu ketika mereka pulang mereka ingin membangun negerinya dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Bahkan dari mahasiswa yang berhasil sukses tersebut, Ia tidak berharap 1000 orang tersebut kembali, mereka bisa berkontribusi  dikancah nasional atau internasional. Ia juga yakin 1000 orang tersebut tidak lupa akan kampung halamannya.

Lepas dari kekaguman tentang plannya di dunia pendidikan, ide tentang peluang lowongan kerja juga disiapkan melalui kerjasama denga pengusaha muda yang di support modalnya oleh perbankan daerah dan dibimbing manajemen keuangannya. Begitu juga dengan sejumlah organisasi agar tidak hanya pandai menggelar acara namun sebuk membuat proposal sumbangan yang menurutnya belum bisa mengatur system keuangan. Padahal bisa meminta bimbingan OJK dan lain sebaginya.

Fiuuhhh… temen- temen semua dengan sepenuh hati saya merekomendasikan agar mendengar wawancara beliau agar kita aware mulai dari sekarang untuk  bisa berkontribusi lebih terhadap negeri. Tidak hanya sibuk scroll hape dan kemudian galau. Sejak dini sudah disiapkan berbagai sarana dan kesempatan untuk meraih mimpi, jika Gubernur kita yang baru yakin kita mampu, kenapa kita tidak bergerak sekarang dan bilang, "Hi Mr Governor we are ready. Lets get started...!!!" []



 

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan