logoblog

Cari

Tutup Iklan

Diskominfo Jawa Barat Belajar Ke NTB

Diskominfo Jawa Barat Belajar Ke NTB

Dalam rangka Best Praktice penyelenggaraan urusan statistik sektoral pemerintah Provinsi Jawa Barat mengunjungi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kunjungan ini

Opini/Artikel

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
10 Mei, 2018 17:35:49
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2108 Kali

Dalam rangka Best Praktice penyelenggaraan urusan statistik sektoral pemerintah Provinsi Jawa Barat mengunjungi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kunjungan ini merupakan study banding untuk mendapatkan informasi maupun masukan dari Dinas Kominfotik NTB mengingat penyelenggaraan urusan statistik ini di NTB sudah berlangsung sejak tahun 2017 berupa bidang bidang.

Kehadiran Dinas Komunikasi dan Informatika  Provinsi Jawa Barat di terima langsung oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB Tri Budiprayitno, Sekertaris Dinas , Fairuz Abadi, kepala bidang dan pejabat eselon di ruang rapat utama Kadis Kominfotik.

Kami merasa terhormat di kunjungi dan di datangi Dinas Kominfo Jawa Barat. " Kami ucapkan selamat datang di Lombok, semoga bisa saling sharing dan sama belajar," ajak Tribudi Prayitno.

Menurut Tribudi Prayitno bahawa pengaturan tata kelola pemerintahan berbasis sistem elektronik adalah untuk memberikan dasar kebijakan dan pedoman dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang menggunakan sistem elektronik yang merupakan bagian dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi .

Sedangkan tujuan pengaturan tata kelola pemerintahan berbasis sistem elektronik adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui optimalisasi, keterpaduan, integrasi, dan penyelarasan pendayagunaan TIK dalam sistem manajemen pemerintahan, proses kerja pemerintahan dan layanan publik.

Kepala Seksi Kompilasi Data Bidang Statistik Dinas Kominfo Jawa Barat, Desi Susanti , menjelaskan bahwa Dinas Kominfotik Jabar datang ke NTB bersama Analis Statistik Herny,  Penyuluh Statistik Irwan Hadi.

Kepala Seksi Kompilasi Data Bidang Statistik Dinas Kominfo Jawa Barat, Desi Susanti mengatakan bahwa di Jawa Barat urusan statistik baru berupa bidang tahun 2018 ini. "Kami ingin belajar dan sharing dengan Dinas Kominfotik NTB yang sudah duluan", jelas Desi.

Bagaimana langkah-langkah strategis dan upaya serta kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kominfotik untuk meramu bidang statistik sehingga dapat menghasilkan data yang sektoral.

Sehingga kami di Jawa Barat dapat menyusun langkah-langkah strategis dan terbaik untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan sektoral.

Kami diterima Kadis Kominfotik NTB beserta kepala bidang dan kepala seksi. Dari hasil penjelasan Kadis Kominfotik dan diskusi kami mendapatkan point penting. 

 

Baca Juga :


"Hasil diskusi dan penjelasan dari Kadis Kominfotik telah di laksanakan di NTB. Hasilnya telah kami catat dan rencananya akan kami adopsi untuk dikembangkan di daerah kami," ungkap Desi.

Pemerintah Provinsi NTB sudah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan pelayanan tata kelola berbasis elektronik. Pemerintah Provinsi Jabar belum memiliki UPTD yang terkait dengan pelayanan elektronik masih melekat di bidang-bidang.

Dinas Kominfotik juga sudah melakukan MOU dengan BPS NTB dan telah intens melaksanakan kegiatan secara bersama. Hal ini yang menjadi poin dan catatan bagi kami untuk menata mengelola dan mengembangkan penyelenggaraan statistik sektoral.

Beberapa regulasi berupa Perda telah ada di NTB. Kedepan kita bisa saling suport dan mengisi apa yang telah di atur oleh Perda dan Pergub disini. Kita bisa kombinasikan dan kembangkan sesui kebutuhan di Pemrov. Jawa Barat.

Di bidang Statistik kami ingin melihat mekanisme forum data yang dilakukan sekali dalam setiap bulan bersama bersama OPD lingkup Pemrov NTB.

"Saya pikir untuk bidang yang baru seperti Statistik di sebuah OPD, luar biasa kinerjanya karena mampu menfasilitasi untuk mengumpulkan data. Apalagi OPD masih banyak yang tidak familiar dengan data," kata Desi.

Mekanisme pengumpulan data biasanya banyak kendala. Namun di NTB mampu melakukannya,  Disini setiap bulan OPD berkumpul untuk memberikan data, hal ini menjadi pelajaran bagi kami bagaimana strateginya. 

"Kami ingin mendapatkan informasi dan langkah yang dilakukan, untuk konsolidadi dengan perangkat daerah untuk mendapatkan data itu,karena mau gak mau perangkat daerah merupakan produsen data sektoral ini," ungkap Desi. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan