logoblog

Cari

Tutup Iklan

NTB Tiga Besar Pertumbuhan IPM se-Indonesia

NTB Tiga Besar Pertumbuhan IPM se-Indonesia

IPM merupakan salahsatu indicator makro pembangunan di Indonesia. Sejak tahun 2010 metode penghitungannya menggunakan metode baru. Capaian IPM Provinsi NTB dalam

Opini/Artikel

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
17 April, 2018 11:55:33
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 4573 Kali

IPM merupakan salah satu indikator makro pembangunan di Indonesia. Sejak tahun 2010 metode penghitungannya menggunakan metode baru. Capaian IPM Provinsi NTB dalam 7 tahun terakhir cukup menggembirakan  dan terus mengalami kemajuan. IPM Provinsi NTB meningkat dari 61,16 pada tahun 2010 menjadi 66,58 pada tahun 2017.

“Kita berada pada urutan ke tiga yaitu 1,17 persen. Sedangakn urutan pertama Provinsi Papua 1.79 persen dan yang kedua provinsi Papua Barat sebesar 1,25 persen,” jelas kepala Endang Tri Wahyuningsih.

Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari 65,81 pada tahun 2016 kemudian naik menjadi 66,58 di tahun 2017 sudah mengangkat Provinsi NTB menduduki level pada peringkat ke 29 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM, didampingi oleh Kabid Neraca Wilayah dan analisa statistik Ir. I Gusti Lanang Putra, Kabid Statistik Distribusi Ir. Lalu Putradi, perwakilan Bank Indonesia cabang NTB, saat konferensi pers pada kegiatan sosialisasi beberapa data terbaru BPS Provinsi NTB, Senin (16/4) di Aula kantor BPS Provinsi NTB.

Menurut Endang Tri Wahyuningsih, bahwa IPM NTB masih berada pada kategori IPM sedang, dengan laju pertumbuhan mencapai 1,17.

Ada beberapa indikator dalam menunjang peningkatan IPM NTB tahun 2017 ini, antara lain peningkatan umur Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 65,55 tahun dengan peningkatan sebanyak 0,07 tahun, sektor pendidikan yang terdiri dari angka Harapan Lama Sekolah (HLS) menjadi 13,46 tahun dengan penambahan sebanyak 0,3 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat menjadi 6,90 tahun dengan penambahan sebanyak 0,11 tahun. Sedangkan Pengeluaran Per Kapita Per Tahun bertambah menjadi Rp 9.877 ribu dengan peningkatan sebesar Rp 302 ribu. “Beberapa hal tersebut mendongrak IPM kita,” ujar Kepala BPS.

 

Baca Juga :


Khusus untuk Provinsi NTB, Kota Mataram menduduki peringkat pertama dengan IPM sebesar 77,84, Kota Bima masih menduduki peringkat kedua dengan 74,36, menyusul Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 70,08. Tingkat IPM 3 wilayah ini paling tinggi diantara Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB dan termasuk kategori IPM tinggi di tahun 2017.

Sedangkan kategori sedang, Kabupaten Lombok Barat mendududki peringkat ke empat dengan nilai IPM 66,37, Kabupaten Dompu berada pada urutan lima dengan nilai IPM 66,33, Kabupaten Sumbawa pada posisi enam dengan nilai IPM 65,84, Kabupaten Bima pada urutan tujuh dengan nilai IPM 65,01, pada posisi kedelapan Kabupaten Lombok Timur dengan nilai IPM 64,37, Kabupaten Lombok Tengah dengan nilai IPM 64,36 pada posisi Sembilan dan Kabupaten Lombok Utara pada peringkat sepuluh dengan nilai IPM 63,04.

Level IPM Provinsi NTB berada di bawah level Nasional. Selisih IPM Provinsi NTB dengan Nasional pada tahun 2010 cukup lebar yaitu sebesar 5,37 poin. Seiring dengan berjalannya waktu, selisih ini semakin menipis menjadi 4,23 poin pada tahun 2017. Artinya NTB semakin berbenah dan berusaha mengejar ketertinggalan dengan Nasional.

“Artinya peningkatan IPM itu terus bergerak dan tidak berada pada angka tetap, hal ini menunjukan bahwa kita terus bergerak, berusaha untuk lebih maju lagi,” tegas Endang Tri Wahyuningsih. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan