logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kelokalan Film Iran Dan Semangat Ke-indie-an

Kelokalan Film Iran Dan Semangat Ke-indie-an

Essay ini sebenarnya saya tulis sebagai salah satu syarat seleksi peserta pelatihan perfilman tingkat dasar yang digelar Kemendikbud beberapa waktu lalu.

Opini/Artikel

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
23 Maret, 2018 14:46:13
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3655 Kali

Essay ini sebenarnya saya tulis sebagai salah satu syarat seleksi peserta pelatihan perfilman tingkat dasar yang digelar Kemendikbud beberapa waktu lalu. Saya harap dengan memposting essay ini dapat memicu semangat sineas muda di Lombok untuk dapat membuat film-film yang memiliki nilai-nilai kelokalan seperti dalam film-film Iran favorit saya. 

Ada banyak film bagus yang pernah saya tonton, tetapi hanya beberapa yang begitu berkesan hingga saya tidak bias melupakan film tersebut. Salah satunya, Children of Heaven yang ditulis dan disutradarai langsung oleh Majid Majidi. Film tersebut pertama kali saya tonton saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Sudah belasan tahun yang lalu tapi saya masih saja ingat. Saya ingin membuat film seperti itu, yang nantinya dapat dikenang oleh penontonnya bahkan hingga belasan sampai puluhan tahun kemudian.

Selain Children of Heaven, The Song of Sparrow, dan The Color of Paradisekarya Majid Majdi, saya juga mengagumi karya-karya sutradara Asghar Farhadi seperti The Salesman, About Elly, dan The Separation. Menurutsaya film-film tersebut mampu mengelaborasi kelokalan dengan sangat apik, sehingga saya pribadi mampu merasakan seolah-olah tengah berada di sana. Konfliknya pun dibuat dengan sangat halus. Sangat dekat dengan kehidupan sehingga tidak terkesan dibuat-buat. Dan plotnya yang seringkali bertumpuk sehingga mampu meyuguhkan kejutan-kejutan tak terduga bagi saya. Semua itu menurut saya tidak akan bisa tampil sebagai film khas Iran tanpa menyuguhkan nilai-nilai kelokalan yang otentik. Begitulah, saya ingin membuat film Indonesia dapat menyuguhkan kelokalannya, bahkan kalau bias lebih baik lagi dari film manapun.

Semua itu ingin saya capai dengan menjadi penulis skenario film yang dapat menciptakancerita-cerita menakjubkan dengan menyuguhkan kelokalan yang otentik. 

 

Baca Juga :


Memang, tidak ada kategori pelatihan penulisan skenario dalam pelatihan perfilman tingkat dasar yang diadakan oleh Pusbangfilm kali ini, melainkan sebagai Penata Artistik. Tetatpi menurut saya ilmu ini akan sangat bermanfaat ketika saya menulis scenario nanti. Karena akan berkaitan dengan penggambaran setting pada skenario yang akan saya buat. Untuk menulis skenario yang baik pun sebenarnya saya masih harus banyak belajar, karena saya backgroundnya penuliscerpen yang biasa disiarkan di surat kabar. Tetapi inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi saya.

Adapun mengenai pengalaman saya dan cara untuk mendaftar sebagai peserta dalam pelatihan film tersebut akan saya posting kemudian. []



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan