logoblog

Cari

Tutup Iklan

Maja Labo Dahu Sebagai Sebuah Ideologi Etnik Mbojo

Maja Labo Dahu Sebagai Sebuah Ideologi Etnik Mbojo

Etnik Mbojo yang selama ini disepakati oleh publik bahwa masyarakat yang mendiami wilayah kota Bima, kabupaten Bima, dan kabupaten Dompu. Dalam

Opini/Artikel

Maja Labo Dahu Sebagai Sebuah Ideologi Etnik Mbojo


Hamjah Diha
Oleh Hamjah Diha
21 Februari, 2018 12:57:55
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 4505 Kali

Etnik Mbojo yang selama ini disepakati oleh publik bahwa masyarakat yang mendiami wilayah kota Bima, kabupaten Bima, dan kabupaten Dompu. Dalam etnik Mbojo terdapat sebuah ideologi yang selalu berperan aktif dalam mengontrol setiap tindakan (baik itu tindak tutur maupun tindak laku) masyarakat etnik Mbojo tersebut. Ideologi itu penulis menyebutnya dengan istilah “maja labo dahu”.

Maja labo dahu merupakan salah satu pegangan masyarakat etnik Mbojo (Bima dan Dompu) dalam menjalankan sesuatu dimanapun mereka berada. Maja labo dahu yang memiliki makna kurang lebih “malu dan takut” ini, seakan-akan sebuah ideologi bagi masyarakat etnik Mbojo. Malu dan takut berbuat sesuatu ketika melenceng dari koridor agama yang mereka anut, yakni Agama Islam.  Maja labo dahu memiliki makna luas, seluas samudra. Konsep maja labo dahu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Sebagai sebuah ideologi, maja labo dahu adalah sistem yang harus membimbing sekaligus sebagai panduan bagi masyarakat dimanapun mereka berada.  Salah satu filsuf Barat, Martin Seliger, mencoba mendefinisikan sebuah ideologi. Ideologi menurut Seliger bahwa kumpulan kepercayaan dan ketidakpercayaan (penolakan) yang diekspresikan dalam kalimat-kalimat yang bernilai, kalimat-kalimat permohonan dan pernyataan eksplanatoris. Dalam konteks ini, konsep maja labo dahu sangat relevan dengan definisi yang diajukan oleh Seliger tersebut. Majal labo dahu merupakan keyakinan yang ditanamkan oleh nenek moyang etnik masyarakat Mbojo yang di dalamnya terdapat kalimat-kalimat yang bernilai yang menjadi panduan atau pengangan setiap melakukan sebuah tindakan.

Selanjutnya, saya ingin mengaitkan konsep maja labo dahu dengan kondisi Bima dan Dompu sekarang ini. Dalam ilmu sosiologi, perubahan itu selalu ada (dinamis), itulah yang terjadi di seluruh Indonesia sekarang ini, tak terkecuali di Bima dan Dompu. Arus globalisasi semakin gencar serta modernisasi selalu mewarnai kehidupan masyarakat, sehingga tak heran perkelahian antar pelajar semakin merajalela di kalangan pelajar di Bima dan Dompu. Konflik tersebut berawal dari konflik di lingkungan sekolah dan bisa saja terjadi dalam skala yang lebih luas, merambat menjadi perkelahian antar kampung atau antar wilayah yang lebih luas lainnya. Penulis tidak mengharamkan untuk mengikuti arus globalisasi serta tidak mengharamkan pula untuk meniru modernisasi, namun harus ada filterisasi terhadap budaya-budaya asing yang sedang mengerogoti pelajar sekarang ini. Konflik antar pelajar merupakan salah satu pengaruh globalisasi dan modernisasi.  

Mengingat derasnya arus globalisasi serta gencarnya modernisasi yang terjadi di kalangan pelajar di daerah Bima dan Dompu tersebut, maka perlu kiranya menanamkan kembali nilai-nilai yang terkadung dalam konsep maja labo dahu tersebut. Salah satu nya adalah “maja labo dahu ketika bermusuhan antar sesama.” Bermusuhan antar sesama merupakan salah satu perbuatan yang tercela dan hal itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di dalam maja labo dahu.

Maja Labo Dahu merupakan sebuah ideologi yang memiliki spirit serta energi besar yang dapat menyatukan masyarakat Bima dan Dompu sekaligus pembentuk karakter masyarakat khususnya kalangan pelajar. Karakter etnik Mbojo yang memiliki rasa persaudaraan yang tinggi, kini telah dihancuri oleh sikap ego masing-masing. Untuk itulah, pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam konsep maja labo dahu tersebut sehinga rasa persaudaraan di kalangan masyarakat etnik Mbojo khususnya di kalangan pelajar kembali terbangun.

 

Baca Juga :


Minimal ada dua aspek yang hadir dalam diri masyarakat etnik Mbojo jika merenungi kembali makna yang terkandung di dalam maja labo dahu, yakni secara horizontal (hubungan sesama manusia) dan vertikal (hubungan dengan Tuhan). Secara horizontal, perkelahian antar pelajar merupakan salah satu perbuatan yang dapat merusak hubungan antar sesama. Jika saja perkelahian ini dipelihara, maka hubungan antar sesama insan (hablum minannas) menjadi tidak harmonis. Fenomena ini, selain merusak nilai-nilai yang terkandung di dalam falsafah maja labo dahu, juga merusak nilai-nilai tatanan sosial masyarakat. Hal ini tentunya memiliki konsekuensi logis hubungan manusia dengan Tuhannya (vertikal). Dalam kalimat lain bahwa Tuhan tidak suka manusia yang membenci sesama. Falsafah ini menunjukan bahwa masyakat etnik Mbojo menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan.

Sejalan dengan pernyataan di atas, Prof. Galang Asmara, dkk mengatakan bahwa maja labo dahu merupakan alat bagi seseorang atau masyarakat Mbojo dalam menyelesaikan konflik, baik itu konflik komunal maupun konlfik sosial. Apabila masyarakat atau etnik Mbojo yang sudah pengang teguh prinsip maja labo dahu, maka dia akan selalu berkata, berbuat, dan bertindak secara jujur dalam menghadapi segala persoalan, baik persoalan yang berkaitan dengan hubungan dengan Allah SWT maupun persoalan yang berkaitan dengan hubungan dengan sesama, masyarakat, bangsa, dan negara, (Galang; 2009). Itu artinya bahwa seseorang yang sudah menyakini atau memegang teguh prinsip-prinsip maja labo dahu sebagai alat kontrol, maka akan selalu konsisten antara apa yang ia ucapkan dengan segala tindakan atau perbuatannya.

Dalam  konteks ini, perkelahian antar pelajar, perkelahian komunal itu tidak selaras dengan prinsip maja labo dahu. Di dalam maja labo dahu terdapat sifat-sifat yang memiliki taqwallah (takut kepada Allah), sidik (jujur), amanah (menyampaikan), tabliq (berkata benar), cerdik (pandai), dan adil (seimbang antara hak dan kewajiban), (Galang ; 2009).

(Wallahu alam bissawat)



 
Hamjah Diha

Hamjah Diha

Adalah warga kampung Diha-Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. https://hamjahdiha.or.id dan https://hamjahdihafoundation.blogspot.co.id

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan