logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sekilas Bebaleq Baca Gapura Desa Beririjarak

Sekilas Bebaleq Baca Gapura Desa Beririjarak

Rumah-rumahan yang dibuat di ladang atau sawah sebagai tempat istirahat bagi petani, pekebun usai bekerja. Bentuknya menyerupai sebuah bangunan rumah biasanya

Opini/Artikel

Lalu Fathurrahman
Oleh Lalu Fathurrahman
23 Januari, 2018 21:35:48
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 8203 Kali

Rumah-rumahan yang dibuat di ladang atau sawah sebagai tempat istirahat bagi petani, pekebun usai bekerja. Bentuknya menyerupai sebuah bangunan rumah biasanya berukuran 2 x 3 meter kadang lebih besar. Terbuat dari Bahan seadanya atap biasanya menggunakan jerami, atau daun kelapa yang sudah di “aso” (dirangkai menjadi satu), tetapi ada juga menggunakan genteng sebagai atapnya. Tiang biasanya menggunakan bahan kayu yang sedikit dihaluskan, ada juga menggunakan tumbuhan yang masih hidup sebagai tiang. Masyarakat kami Suku Sasak Desa Beririjarak menyebutnya dengan istilah “Bebaleq.”

Seorang perempuan dari Rimbauan Muda (RMI) Bogor sebut saja namanya Indri Wahyuli. Perempuan yang akrab dipanggil Guli, adalah orang yang sering menyebutkan istilah literasi kepada kami. Di dalamnya ada kegiatan dunia tulis-menulis dengan kata lain program baca, tulis dan tutur kami menyebutnya dengan sebutan “BATUR”.

Kegiatan menulis, baik berita, feature mupun cerita dan membahas isi buku sudah seringkali dan terjadwal dilaksanakan dengan melibatkan organisasi Gerakan Pemuda untuk Perubahan (GAPURA) Desa Beririjarak.

Program dan agenda tersebut oleh organisasi yang terus-menerus fokus dalam menggali dan mengelola potensi yang ada di desa setempat, terciptalah inisiatif membentuk taman baca yang dikenal dengan “Bebaleq Baca Gapura”. Dengan dukungan Gema Alam NTB dan konsursium Rimbauan Muda Indonesia (RMI) Bogor yang didukung Millennium Challenge Account (MCAI)-Indonesia mempasilitasi literasi ini dengan pengadaan rak, pembelian buku dan beberapa pasilitas lainnya.

“Bebaleq Baca yang kami bangun merupakan perpustakaan atau Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dihajatkan kepada masyarakat setempat,” ujar Mansyur, selaku pengawas GAPURA.

Bebaleq Baca Gapura saat ini menempati rumah Lalu Mas`ud, seorang warga masyarakat Dusun Beririjarak Selatan, RT. 06 Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Lombok Timur. Pada sebuah bilik yang berukuran 4 x 6 meter dengan kondisi lumayan baik. Ruangan ini dulunya oleh Mas`ud dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil panen pertanian, selain itu sebagai tempat menyimpan alat-pertanian, selebihnya juga menaruh sepeda motor. Kini ruangan ini sudah dipoles dan disulap menjadi tempat yang begitu nyaman untuk ditempati dengan dana dari konsursium Gema Alam NTB dan swadaya organisasi kami.

Setiap harinya dibuka pukul 16-00 sampai dengan 17.30 waktu setempat. Untuk hari minggunya TBM akan memberikan pelayanan pukul 08.00 sampai pukul 11.30 selanjutnya akan dibuka lagi pukul 16.00 sampai pukul 17.30.

Data yang diperoleh dari buku pengunjung, selama dua bulan terakhir, sejak bulan Oktober sampai bulan Nopember 2017, sebagaian besar pengungjung dipadati oleh anak-anak usia sekolah dasar, ada juga dari Taman kanak-kanak (TK) tetapi jumlahnya sedikit, selain itu juga sebagian masyarakat umum membawa anaknya sekedar melihat buku-buku yang ada di tempat ini.

 

Baca Juga :


Bulan Noperber 2017 lalu organisasi GAPURA Desa Beririjarak selaku penginisiasi menyusun agenda dan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan di Bebaleq Baca diantaranya; belajar bahasa arab, bahasa inggris, membaca puisi, menggambar dan keterampilan membuat anyaman tas dari kertas plastik. Kegitan membaca merupakan sesuatu yang wajib setiap akan memulai pelajaran tersebut dengan memanfaatkan waktu 10 menit sebelum pelajaran dimulai.

Buku yang ada di TBM ini tidak kurang dari 150 eksamplar, terdiri dari buku komik berseri 42 eksamplar, sebanyak 8 eksamplar tabloid Bakti, sisanya buku cerita pendek dan beberapa buku islami lainnya. Keadaan ini belum tercukupi seperti idealnya sebuah taman baca.

Selama ini buku-buku yang ada di Bebaleq Baca semuanya adalah murni sumbangan dari berbagai pihak, masyarakat baik dari dalam maupun luar desa. Mereka mendonasikan buku-buku yang sudah tidak terbaca lagi tetapi masih layak untuk dibaca oleh anak-anak.

Selama ini Bebaleq baca untuk melaksanakan oprasionalnya dengan melibatkan GAPURA dan masyarakat. Siswa sekolah dasar setempat sebagai pelaku sasaran utama dari kegitana ini.

Berbicara dengan pasilitas yang ada di Bebaleq Baca masih ada lemari tempat menaruh buku sangat layak, ada bermacam jenis buku anak-dan lainnya, ada papan tulis karpet dan perlengkapan lainnya sebagai pendukung kegitan ini.

Masyarakat kami akan mendapatkan pengetahuan lewat gerakan yang dinamakan literasi di Bebaleq Baca. Tempat ini memang sengaja disediakan khusus untuk anak diusia 7 sampai 12 tahun untuk membaca usai pulang dari sekolah. Di tempat ini mereka akan memanfaatkan waktu mereka dengan sebaik-baiknya. ()



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan