logoblog

Cari

Tutup Iklan

Terlelap Dalam Doa Penantian Suci

Terlelap Dalam Doa Penantian Suci

Menanti seseorang dalam barisan doa yang terucap oleh bibir-bibir kepasrahan, seakan-akan melambaikan tangan dengan menghampiri di setiap mimpi yang dihiasi oleh

Opini/Artikel

Suparman
Oleh Suparman
19 Januari, 2018 14:28:34
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3985 Kali

Menanti seseorang dalam barisan doa yang terucap oleh bibir-bibir kepasrahan, seakan-akan melambaikan tangan dengan menghampiri di setiap mimpi yang dihiasi oleh khayalan semata. Menyampaikan kerinduan tak berujung, terhembus oleh angi-angin yang tersirat dalam kegelapan malam, terdengar bisikan di langit tentang bintang-bintang yang bergejolak dengan cahaya yang menyambut kerinduan. Mengangkat kedua tangan yang penuh dengan dosa-dosa penyesalan.

Air mata berlinang menghiasi sinar wajah yang termakan oleh usia penantian, jantung berdenyut mengalirkan darah-darah kesucian memberikan kehidupan pada ruang-ruang yang tidak terlihat. Hati mulai menari dengan perasaan yang berbunga-bunga menyambut doa yang terucap, tubuh mulai bergemetar dalam penantian panjang, seakan-akan tidak mampu menahan perihnya ketidakpastian.

Menundukkan kepala disetiap sujud, membuktikan diri penuh dengan kelemahan akan sebuah harapan kepada Tuhan untuk mengasihi disetiap doa-doa yang dititipkan pada langit. Memuja dan memuji kepada Maha Cinta yang telah menanam benih-benih cinta dalam hati seorang hamba, sehingga mengharuskan untuk menyusuri lorong eksistensi yang terdapat dalam barisan cinta.

Cinta adalah anugerah dari Tuhan, diciptakan dengan teka-teki tanpa jawaban yang dituliskan dalam lembaran kertas putih yang dapat melalaikan akal sehat. Hadir dengan rahasia yang tersembunyi dalam penantian suci, mencoba menyapa rasa yang bersemayam dalam hati, akhirnya hati tersentuh oleh anugerah terindah dan terciptalah taman yang penuh dengan bunga-bunga sedang bermekaran pada musim semi menyebarkan wewangian dalam ruang khayalan, kemudian menyambut indahnya hidup dengan cinta dariNya.

Menghadap Tuhan dengan harapan yang diselipkan pada barisan ayat-ayat suci, suara hati berbisik sunyi tak terdengar oleh makhluk lain. Seorang hamba berdialog dengan Tuhan dalam bait doa, tentang siapa diakhir penantian yang melelahkan.

 

Baca Juga :


Kebaikan terus dibudayakan dalam diri, demi tercapainya kesucian dari dosa-dosa yang berlalu. Menanti dengan jiwa suci tentang sosok seorang yang hadir disetiap doa yang terucap, menyampaikan salam kepada sang bidadari dengan sinar mata membahana mengarungi samudra kerinduan yang terdalam.

Meskipun yang dinanti belum juga melambaikan tangan, sebagai bukti bahwa dia telah kembali dan memeluk seorang wanita dengan penantiannya. Hingga terlelap dalam doa penantian suci yang memburu tentang sosok yang dirindukan dalam mimpi-mimpi indah, menyelimuti dinginnya kesunyian dengan yanyian hewan bersama kegelapan malam. Menanti terus menanti sampai doa dikabulkan untuk menjawab semua kerinduan yang menghantui malam penantian.

(suparman)



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan