logoblog

Cari

Tutup Iklan

Menuntut Ilmu Dalam Perantauan

Menuntut Ilmu Dalam Perantauan

Meninggalkan kampung halaman demi ilmu yang bermanfaat untuk masa depan yang cemerlang, merupakan cita-cita yang tertanam dalam diri anak-anak yang dilahirkan

Opini/Artikel

Suparman
Oleh Suparman
15 Januari, 2018 10:10:22
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1784 Kali

Meninggalkan kampung halaman demi ilmu yang bermanfaat untuk masa depan yang cemerlang merupakan cita-cita yang tertanam dalam diri anak-anak yang dilahirkan di dunia. Menyusuri dunia luar dengan semangat membara yang mampu menembus benteng ketakutan, sehingga mampu merubah dunia dengan ilmu yang bemanfaat. Rasa optimis sebagai modal awal, menjelajahi dunia yang begitu asing, kadang tidak bersahabat dengan suasana dan menu makanan yang diinginkan. Bagaimanapun keadaannya kita di ajarkan untuk bersahabat dengan budaya yang beda.

Merantau (menimba ilmu) dalam pandangan orang Bima adalah sebuah kewajiban yang harus ditempuh, karena merantau sebagai gen yang telah melekat dengan cita-cita. Daerah Bima merupakan salah satu daerah yang sangat terbatas dengan lembaga pendidikan yang memadai, sehingga mengharuskan anak-anak penerus bangsa untuk terus melangkah dan melangkah jauh demi menimba ilmu di luar daerah.

Orang tua yang mengijinkan anak-anaknya untuk melangkah jauh, telah menitipkan kepasrahan dalam do’a kepada Tuhan, mengharapkan anaknya di jauhkan dari segala musibah. Mereka tidak memikirkan apa yang di makan untuk hari esok, bahkan merekan hanya makan dengan lauk pauk seadanya, tapi yang terpenting adalah bagaimana anak-anaknya bisa sekolah di negeri seberang demi tercapainya cita-cita yang membanggakan.

Orang tua yang memiliki jiwa hebat adalah orang tua yang berprofesi sebagai petani, dengan keterbatasan ekonomi, hanya mengandalkan hasil dari Alam yang tidak menentu, namun dibalik keterbatasan itu, mereka bisa membuat anaknya sukses di bidang pendidikan. Dalam kalimat lain bahwa mereka (anak-anak petani. pen) memiliki semangat yang kuat untuk menimba ilmu, walaupun mereka harus meninggalkan kampung halamannya dan bahkan keluarganya. Mereka (anak-anak petani) tersebut tidak mau pulang jika mereka belum berhasil.

Para petani pun rela ngutang sana sini tanpa mengenal rasa malu, semua itu demi cita-cita anaknya. Dengan keberanian mereka, telah mengijinkan anaknya untuk sekolah jauh dari kampung halaman, ini merupakan kebanggaan bagi mereka, karena ilmu adalah hal yang paling dalam kehidupan.

 

Baca Juga :


Jauh dari keluarga merupakan hal paling berat yang dialami oleh para perantau, jauh dari sahabat, keluarga dan lingkungan yang telah lama menyatu dalam budaya yang tidak pernah dilupakan. Semua itu harus di rasakan, walaupun sulit untuk diterima, inilah hakikat dari sebuah perantauan.

Menuntut ilmu telah mengajarkan kepada kita, bagaimaman bersahabat dengan dunia asing dengan orang-orang asing yang menyatu dengan harapan dan cita-cita bersama. Nilai yang terkandung dalam perantauan merupakan nilai persahabatan yang hebat, bertemu dengan sahabat-sahabat baru yang selalu memberikan semangat akan sebuah rantauan yang penuh dengan kerinduan mendalam. Kerinduan yang bergejolak dalam hati akan terkikis oleh waktu yang dilewati bersama.

Merantau bukan hanya sekedar mencari ilmu, akan tetapi nafkah yang ingin dicari dengan lapangan kerja yang terbatas, menuntut  sebagian orang merantau demi kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Meninggalkan anak dan istri dengan penatian akan rezeki yang banyak, sehingga mereka terlelap dengan kerinduan yang begitu lama. Air mata sebagai bukti nyata bahwa merantau adalah hal yang sangat berat, bagi mereka yang ditinggalkan.



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan