logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jangan Marah!, 2018 Adalah Tahun Anjing

Jangan Marah!, 2018 Adalah Tahun Anjing

Dalam alquran sekurang nya terdapat Enam ayat yang menyinggung soal anjing diantaranya surat 5:4 , surat 7:176, surat 18:18 dan 18;22

Opini/Artikel

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
02 Januari, 2018 08:07:31
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 484 Kali

Dalam Al-Quran sekurang nya terdapat Enam ayat yang menyinggung soal anjing, diantaranya surat 5:4, surat 7:176, surat 18:18 dan 18;22 semuanya menjelaskan interaksi antara manusia dengan anjing, deskkrip di depan sejatinya hanyalah pendahulu karena mayoritas yang mendominasi di kampung media, awal sekali ingin saya bercerita tentang kehidupan masyarakat dengan anjing di setiap zaman mesti ada manusia dengan anjingnya begitu juga saya waktu kecil, saat kecil anjing saya bernama LEPEK (lemas/terkulai) sebab telinganya terkulai kebawah.

Institusi yang tegas melarang kehidupan manusia dengan anjing tidak saya jumpai, maka dengan segala cara saya berinteraksi dengan anjing dalam batas dan kebolehan menurut keyakinan saya, ingin saya cukupkan pendahuluan ini karena takut nanti judulnya nggak nyambung. Ada pepatah yang mengatakan; 'Jangan pernah meremehkan kekuatan Anjing'. Dia mungkin terlihat seperti tidur atau tidak tertarik, tapi sebenarnya dia selalu mengawasi dan waspada terhadap segala hal yang akan membahayakan dirinya. Persis seperti itulah anjing saya.

Memasuki tahun baru 2018 yang dalam hitungan Lunar adalah tahun Anjing. Ada kalimat yang cukup menggeklitik kemudian mendorong energi saya untuk mengungkapkan hal ini "Banyak suara di dalam negeri dan di seluruh dunia menyoroti pentingnya nilai-nilai universal tentang dialog dan solidaritas, yang merupakan nilai-nilai karakteristik dari tanda Shio Anjing. Egoisme, keserakahan dan kebodohan menjadi sumber utama ketidaksetaraan di dalam masyarakat. Dalam hal ini, hanya dorongan sosial-budaya pada tingkat individu dan tingkat kolektif saja yang dapat memberikan harapan baru kepada jutaan orang yang masih menderita dari kelalaian, ketidakpedulian dan penolakan dari komunitas mereka."

NTB yang dikenal dunia sebagai surga pluralisme, harus tetap memegang amanah pluralismenya, kutipan ringan yang akan saya sampaikan setelah ini adalah hasil interaksi saya dengan LEPEK yang sudah Mati Puluhan Tahun lalu,

1. Daya penciuman yang tinggi
Seperti kita ketahui, anjing mempunyai penciuman yang jauh lebih peka dan sensisif. Hal ini akan memungkinkan masyarakat NTB atau masyarakat kelas bawah untuk bergerak maju lebih agresif baik atas nama budaya, sejarah maupun atas dasar Agamanya seperti dikutip Astropedia tentang prediksi tahun anjing (sekali lagi bukan kata-kata saya)oleh kerena itu saya sangat berhati  dengan situasi politik baik dikampung maupun dusun-dusun yang sangat pluralistik masyarakatnya untuk mengindahkan hal-hal sensitif yang dapat mengurunkan sebangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah Air kita.

2. Tingkat Kepekaan mendengar
Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah 16 hingga 20Hz (manusia hanya mendengar frekuensi 20-70 Hz), dan suara frekuensi tinggi dari 70 kHz hingga 100 kHz (manusia hanya mendengar frekuensi 13-20 kHz). Lebih jauh saya tidak akan pernah menyamakan masyarakat NTB atau Masyarakat Indonesia seperti itu, namun inilah penangkapan saya terhadap situasi politik saat ini. bahwa modernisasi dan sistem digitalisai telah meruntuhkan sekat dan jarak tempuh geografis alam semesta jagat raya ini sedemikian rupa, mendekatkan yang jauh dan mewujudkan yang abstrak sangat wajar apabila issu SARA maupun yang lainnya harus dari awal kita filter untuk mewujudkan semangat Pluralisme.

 

Baca Juga :


3. Tingkat Penglihatan
Anjing memang tidak dapat melihat detail warna seperti manusia tetapi anjing memiliki penglihatan malam hari lebih baik. Mata anjing memiliki sel rod/sel batang lebih banyak daripada mata manusia. inilah budaya yang saya sebut sebagi Idelisme ciri dan sekaligus simbol masyarakat NTB bahwa agama adalah satu-satunya senjata yang sangat afdhal untuk meraih kekuasaan dan kekuasaan sangatlah afdhal bila didukung oleh agama

 

Allahua'alam

Lotim Awal tahun 2018



 
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Menjadi tua adalah sebuah kebiasaan, sedangkan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, dari KMKrens untuk NTB yang berdaya saing. HP 087763256047

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan